Rumah Adat Kajang Ammatoa Bulukumba, Wajib Kenakan Pakaian Serba Hitam

Kompas.com - 16/09/2020, 14:08 WIB
Suasana rumah adat Kajang Ammatoa terletak di  Desa Tana Towa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. KOMPAS.com/NURWAHIDAHSuasana rumah adat Kajang Ammatoa terletak di Desa Tana Towa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

BULUKUMBA, KOMPAS.com - Rumah adat Kajang Ammatoa terletak di Desa Tana Towa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Seiring berkembangnya zaman, mungkin sebagian generasi muda masih ada yang kurang mengetahui bagaimana bentuk, dan proses pembangunan dari rumah adat itu sendiri.

Nah, lantas apa yang menarik dari Rumah adat Kajang Ammatoa?

Kenakan pakaian serba hitam

Sebelum memasuki kawasan rumah adat, pengunjung wajib mematuhi aturan seperti melepaskan alas kaki, dan harus menggunakan pakaian serba hitam.

Bagi pengunjung laki-laki harus memakai sarung atau celana panjang, baju dan passapu atau songkok.

Sementara pengunjung perempuan harus memakai sarung, baju, dan bisa menggunakan cadar.

Gaya hidup warga ammatoa yakni sederhana (kamase-mase), tutur kata, tingkah lakunya sederha, jujur, dan selalu berserah diri kepada yang maha kuasa.

Baca juga: 3 Fakta Kapal Pinisi dari Bulukumba, Ritual dan Pakai Tenaga Manusia

Kayu bitti

Pemangku adat Loha Lombok, Baso A Kahar Muslim mengatakan, rumah panggung adat ammatoa menggunakan kayu jenis na' nasa ( bitti) untuk tiang dan bahan lainnya bisa menggunakan jenis kayu lainnya.

"Kalau khusus rumah pemangku adat maka lantai rumahnya jalinan dari bambu," kata Baso, saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (14/9/2020).

Dikatakan Baso, tiap tiang rumah adat ammatoa kajang berjumlah 16 batang dan tiang tersebut ditanam ke tanah.

Desain rumah adat pun terdiri dari tiga petak depan disebelah kiri tempat dapur menghadap jalan utama dan petak disebelah kanan ruang tamu.

"Untuk petak kedua digunakan sebagai ruang makan, disebelah kiri ruang untuk istirahat atau tidur sebelah kanan. Sementara petak tiga untuk ruang khusus untuk para wanita yang masih lajang," ujar Baso.

 

Lantai atas untuk gudang

Di lantai atas yang disebut para, adalah gudang untuk menyimpan bahan pangan seperti padi, jagung dan lain-lain.

Uniknya, semua posisi rumah adat ammatoa menghadap ke kibkat (barat). Namun ketika membangun rumah adat dikawasan ini tidaklah serta merta, tapi terlebih dahulu diadakan upacara adat.

"Sebelum membangun rumah, diadakan upacara adat yang dipimpin oleh uragi.

Kalau proses berdirinya rumah cepat karena dilakukan dengan gotong-royong,"ungkapnya. 

Baca juga: Pantai Tanjung Bira, Primadona dari Bulukumba

Tidak ada peralatan rumah tangga

Di dalam setiap rumah adat suku kajang, tidak ada satupun peralatan rumah tanggga. Tidak ada kursi ataupun kasur. Bahkan untuk transportasi hanya menggunakan kuda.

Sejak puluhan tahun, warga yang berada dikawasan adat ammatoa tidak boleh tersentuh dengan listrik dan alat-alat modern lainnya.

Warga hanya mengandalkan lampu yang dibuat dari kemiri campur kapas, kemudian dibuat seperti lilin, yang disebut dengan sulo sapiri atau dari irisan karet yang disebut dengan sulo gatta.

Baca juga: Mampir ke Bulukumba, Kunjungi 5 Destinasi Ini

Sumber penghasilannya warga adalah pertanian seperti jagung, padi, ubi jalar, ubi kayu, ubi rambat, cengkeh, kakao, langsat, durian, mangga, rambutan, dan karet.

Diketahui pemimpin tertinggi pemangku adat kajang adalah Ammatoa.

Dalam menjalankan tugasnya Ammatoa dibantu oleh adat lima Karaeng Tallu. Adat lima tersebut seperti Galla Pantama bidang Pertanian, Galla Kajang bidang Acara Adat.

Kemudian Galla Lombok bidang urusan luar dan dalam kawasan, Galla Puto bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup dan Galla Malleleng bidang Perikanan dan Kelautan.

Sementara adat lima Karaeng Tallu seperti labbiria (puang karaeng) kajang bidang pemerintahan dan pembangunan, Sullehatan (wakil puang karaeng) kajang serta moncong buloa bidang pemerintahan khusus di tambangan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X