Unik, Ada Topeng Malangan dari Cokelat, Bisa Dimakan

Kompas.com - 16/09/2020, 20:19 WIB
Topeng Malangan dari olahan coklat, Selasa (15/9/2020). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKTopeng Malangan dari olahan coklat, Selasa (15/9/2020).

Evi Widiya Sukmawati, Kepala Sekolah Omah Bocah Annaafi' Perum Griya Santa Kota Malang yang kebetulan belajar tentang mengolah cokelat berbentuk Topeng Malangan mengaku mendapatkan dua manfaat sekaligus.

Pertama, ia terhibur karena belajar mengolah cokelat. Kedua, ia belajar tentang Topeng Malangan yang menjadi ciri khas Malang.

"Ini fun lerning, karena dengan memasak cokelat aja kebudayaanya sudah masuk. Tanpa mereka sadari sudah ada edukasi tentang kebudayaan," jelasnya.

Baca juga: Protokol Kesehatan di Tempat Wisata Malang, Harus Pakai Masker

Sejak Raja Kertanegara Berkuasa

Djoko mengatakan, penggunaan topeng di Malang sudah ada Raja Kertanegara berkuasa pada abad ke-13 masehi. Ketika itu, Malang menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Singosari.

Topeng ketika itu digunakan untuk menyeleksi prajurit. Namun demikian, Djoko mengaku belum mengetahui bentuk topeng pada masa itu.

"Pada masa Raja Kertanegara, sudah mulai diciptakan topeng untuk menutupi wajah prajurit saat seleksi. Seiring berjalannya waktu penggunaan topeng berganti, terkadang digunakan saat ritual," katanya.

Sekarang, topeng dijadikan sebagai bentuk seni yang menjadi ciri khas dan mencerminkan daerah tertentu. Termasuk Topeng Malangan yang menjadi ciri khas Malang.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X