Apakah PSBB Jakarta Berdampak pada Pariwisata Jabar?

Kompas.com - 17/09/2020, 13:05 WIB
Ilustrasi Jawa Barat - Tempat wisata Kawah Putih di Kabupaten Bandung. SHUTTERSTOCKIlustrasi Jawa Barat - Tempat wisata Kawah Putih di Kabupaten Bandung.

KOMPAS.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berlakukan PSBB Jakarta sejak Senin (14/9/2020). Dibatasinya pergerakan warga Jakarta membuat mereka merasa cukup kesulitan untuk berlibur ke daerah lain.

Salah satu daerah yang paling digemari oleh warga Jakarta adalah Puncak Bogor. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Deddy Taufik, menuturkan, adanya PSBB memberi dampak bagi pariwisata Jabar.

“Kawasan puncak waktu mulai adaptasi kebiasaan baru (AKB) itu pengunjung 70 persen dari Ibu Kota. Dampak pasti terjadi karena DKI Jakarta berlakukan PSBB,” tutur Deddy kepada Kompas.com, Rabu (16/9/2020).

Baca juga: Libur Panjang Cuti Bersama 2020, Rekomendasi Wisata 4 Hari di Jabar

Menurutnya, salah satu dampak dari diberlakukannya PSBB Jakarta adalah pengurangan pergerakan wisatawan di Jabar. Terutama di tempat-tempat wisata.

Selain adanya pergerakan wisatan dari DKI Jakarta yang berkurang, tingkat hunian hotel dan jumlah kunjungan di tempat wisata pun berkurang.

Kendati demikian, penurunan pergerakan wisatawan masih belum bisa dipastikan akan seberapa besar terlihat.

“Tempat wisata pasti akan ramai pada Jumat – Minggu. Nanti kita bandingkan apakah dalam hari itu ada penurunan dari DKI Jakarta atau tidak,” ungkap Deddy.

Baca juga: Wisatawan Jabar ke Tempat Wisata Pangandaran Tidak Perlu Rapid Test

Apabila terjadi penurunan, Deddy mengatakan, dirinya tidak terlalu khawatir lantaran masih ada wisatawan lokal dan wisatawan dari daerah lain di Jabar yang akan berwisata.

Bagi wisatawan lokal dan wisatawan Jabar yang ingin berwisata pada saat seperti, Deddy menegaskan bahwa mereka tidak perlu khawatir.

Hal ini karena seluruh destinasi wisata di Jabar sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Meski begitu, dia tetap mengimbau agar wisatawan selalu waspada.

“Kami kedepankan protokol kesehatan 3M. Memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Kapastias tempat wisata pun dikurangi 50 persen,” ujar Deddy.

Dia melanjutnya, setiap destinasi wisata juga harus memiliki Satgas Covid-19 untuk membantu pengontrolan kasus Covid-19 di sana.

Sebelumnya, wisatawan asal DKI Jakarta diimbau untuk tidak bepergian dulu ke destinasi wisata di Jabar.

“Episentrum Covid-19 ada di DKI Jakarta. Kita imbau jangan liburan dulu. Jangan sampai episentrum pindah ke Jabar,” ungkap Deddy.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X