Kompas.com - 21/09/2020, 18:06 WIB

ENDE, KOMPAS.com - Kawasan Taman Nasional (TN) Kelimutu di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah sangat mendunia karena keindahan dan kisah mistis Danau Tiga Warna-nya. 

Selain danau itu, ada juga tempat menarik lainnya di sana, yakni tempat pesanggrahan atau peristirahatan Belanda.

Kepala Pengelola Taman Nasional Kelimutu Agus Sitepu mengatakan, tempat pesanggrahan itu merupakan bangunan yang dibangun pada masa penjajahan.

Bangunan itu digunakan sebagai tempat peristirahatan atau persinggahan orang Belanda saat menuju Danau Kelimutu.

"Tempat persinggahan itu terletak di area parkir jalan menuju Danau Kelimutu. Saat ini, kami sering sebut tempat itu anjungan persanggrahan," kata Agus kepada Kompas.com melalui telepon, Minggu (20/9/2020).

Foto : Tempat pesanggrahan Belanda yang berada di area parkir menuju Taman Nasional Kelimutu sudah mulai ditata pihak pengelola. Dokumen Pengelola Taman Nasiona Kelimutu Foto : Tempat pesanggrahan Belanda yang berada di area parkir menuju Taman Nasional Kelimutu sudah mulai ditata pihak pengelola.

Ia melanjutkan, tempat persinggahan Belanda itu belum banyak dilirik wisatawan. Meski demikian, bangunan itu pernah direnovasi Dinas Pariwisata Kabuapten Ende pada 2015.

 

Situs sejarah di TN Kelimutu

Menurut Agus, Persenggarahan Belanda itu adalah situs sejarah. Saat ini, pihaknya sedang mencoba mempublikasikan dan mencari bentuk arsitektur aslinya, sehingga bisa ditulis di papan informasi.

Ia melanjutkan, gaya arsitektur tempat persanggrahan itu adalah gabungan Belanda dan salah satu suku di Flores bernama Lio.

Arsitektur Belanda tampak pada material semen sebagai fondasi dan dinding setengah tembok. Sementara itu, material kayu dan alang-alang sebagai penutup bangunan itu kental dengan model bangunan suku Lio.

Bangunan persanggrahan itu memiliki dua lantai. Lantai satu terdapat kamar tidur, ruang perapian, dapur, toilet, dan kamar mandi.

Baca juga: Menengok Tempat Pesanggrahan Belanda di Taman Nasional Kelimutu

 

Sedangkan di lantai 2, terdapat ruangan tanpa sekat. Selain untuk tidur, ruangan itu juga menyimpan bahan-bahan penting dan makanan.

Keduanya dihubungkan dengan satu tangga kayu di tempat perapian. Bangunan persanggrahan itu menyerupai pondok, serta terlihat ada sumur dan gudang.

Pasca-kemerdekaan, sambung Agus, bangunan itu digunakan sebagai pos pengamatan gunung api oleh pemerintah.

Tempat itu kemudian ditinggalkan karena sudah dibangun balai vulkanologi dan danau Kelimutu masuk jadi taman nasional.

Baca juga: Danau Kelimutu Buka, Simak 4 Fakta Menariknya

Agus melanjutkan, seiring bertambahnya usia bangunan dan minimnya perhatian, pesanggrahan itu tidak dipakai lagi. Hanya tersisa puing-puing tembok yang masih berdiri kokoh hingga saat ini.

“Beberapa waktu lalu, pengelola TN Kelimutu membenahi tempat persanggrahan itu untuk mendukung spot wisata sejarah,” ujar dia.

Persanggrahan itu sebelumya juga pernah dimanfaatkan untuk acara penting, salah satunya Workshop Elang Flores pada 2019.

"Saat ini, pengelola sedang membenahi tempat itu agar wisatawan tidak melulu menumpuk di danau Kelimutu," imbuh Agus. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasca-Kecelakaan Kapal Wisata di Labuan Bajo, Nahkoda Diminta Lebih Profesional

Pasca-Kecelakaan Kapal Wisata di Labuan Bajo, Nahkoda Diminta Lebih Profesional

Travel Update
Info Shalat Idul Adha 2022 di Masjid Istiqlal, Jam Mulai sampai Tips

Info Shalat Idul Adha 2022 di Masjid Istiqlal, Jam Mulai sampai Tips

Travel Update
Tari Ja'i Meriahkan Turnamen Sepak Bola HUT ke-76 Bhayangkara di Manggarai Timur

Tari Ja'i Meriahkan Turnamen Sepak Bola HUT ke-76 Bhayangkara di Manggarai Timur

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Pantai Pasir Putih PIK 2

Harga Tiket dan Jam Buka Pantai Pasir Putih PIK 2

Travel Tips
Sandiaga Bertemu Ketum PP Muhammadiyah, Bahas Wisata Halal

Sandiaga Bertemu Ketum PP Muhammadiyah, Bahas Wisata Halal

Travel Update
Ho Chi Minh City Jadi Kota Terbaik bagi Solo Traveler di Dunia 2022

Ho Chi Minh City Jadi Kota Terbaik bagi Solo Traveler di Dunia 2022

Travel Update
Machu Picchu Nyaris Terbakar karena Kebakaran Hutan Dekat Reruntuhan Inca

Machu Picchu Nyaris Terbakar karena Kebakaran Hutan Dekat Reruntuhan Inca

Travel Update
Tank Rusak Militer Rusia Jadi Sasaran 'Selfie' Warga Ukraina

Tank Rusak Militer Rusia Jadi Sasaran "Selfie" Warga Ukraina

Travel Update
Pesona Wisata Sungai dan Seni Budaya di Desa Pandean Trenggalek

Pesona Wisata Sungai dan Seni Budaya di Desa Pandean Trenggalek

Jalan Jalan
Ubud Masuk 10 Destinasi Terbaik bagi Solo Traveler di Dunia 2022

Ubud Masuk 10 Destinasi Terbaik bagi Solo Traveler di Dunia 2022

Travel Update
Jalur Pendakian Cemara Kandang di Gunung Lawu Bakal Ditata

Jalur Pendakian Cemara Kandang di Gunung Lawu Bakal Ditata

Travel Update
Libur Sekolah, Kunjungan ke Gunungkidul Diprediksi Naik 30 Persen

Libur Sekolah, Kunjungan ke Gunungkidul Diprediksi Naik 30 Persen

Jalan Jalan
Panduan Wisata Garut Dinoland, Bisa Foto Bareng Dinosaurus

Panduan Wisata Garut Dinoland, Bisa Foto Bareng Dinosaurus

Jalan Jalan
Kunjungan ke Yogyakarta Naik, Diharapkan Banyak Wisatawan yang Belanja Produk Lokal

Kunjungan ke Yogyakarta Naik, Diharapkan Banyak Wisatawan yang Belanja Produk Lokal

Travel Update
Masuk TN Komodo Rp 3,75 Juta Bakal Berlaku untuk Semua Wisatawan

Masuk TN Komodo Rp 3,75 Juta Bakal Berlaku untuk Semua Wisatawan

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.