Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/09/2020, 07:31 WIB

Boneka-boneka dari setiap tempat yang dikunjungi Santana dapat dilihat menggantung di seluruh Island of the Dolls.

Baca juga: Ada Rumah Hantu Drive-In di Jepang, Berani Coba?

50 tahun pun telah dilewati Santana untuk mengumpulkan boneka hingga akhirnya dia tewas pada 2001.

“Santana meninggal tepat di tempat dia nemuin mayat anak kecil itu. Semenjak cerita itu tersebar, tempat jadi makin terkenal dan banyak orang datang untuk lihat gimana pulau ini,” ujar Billy.

Perjalanan Santana mengumpulkan boneka

Mengutip Atlas Obscura, Santana mengoleksi boneka-boneka yang telantar dari kanal dan tempat pembuangan sampah dekat pulau.

Ada juga yang mengatakan bahwa dia melakukan barter hasil pangan yang dia miliki dengan boneka-boneka milik warga lain.

Selama mengumpulkan boneka, Santana tidak pernah membersihkan atau memperbaiki mereka. Dia langsung menggantung boneka-boneka tersebut.

Baca juga: Seram dan Mencekam, Diteror Kuntilanak di Taman Bermain

Alhasil, banyak boneka di Island of the Dolls terlihat menyeramkan. Mulai dari boneka tanpa mata, tanpa tangan atau kaki, hingga boneka yang terlihat sangat lusuh dan kotor.

Selain memenuhi pulau, boneka-boneka tersebut juga memenuhi rumah Santana. Bahkan, dia memakaikan pakaian kepada beberapa bonekanya.

Memang banyak orang melihat pulau beserta boneka-bonekanya itu menyeramkan. Namun bagi Santana, para boneka tersebut hanyalah penjaga pulau yang indah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

100 Tahun Bosscha, Observatorium Modern Pertama di Asia Tenggara

100 Tahun Bosscha, Observatorium Modern Pertama di Asia Tenggara

Travel Update
3 Event Unggulan Aceh 2023, Ada Sabang Marine Festival

3 Event Unggulan Aceh 2023, Ada Sabang Marine Festival

Travel Update
Legenda Danau Toba, Tercipta akibat Amarah Putri Jelmaan Ikan

Legenda Danau Toba, Tercipta akibat Amarah Putri Jelmaan Ikan

Jalan Jalan
4 Maskapai Disebut Ajukan Penerbangan Langsung China-Bali

4 Maskapai Disebut Ajukan Penerbangan Langsung China-Bali

Travel Update
Tarif Bus BST di Kota Solo Awal 2023, Tak Lagi Gratis

Tarif Bus BST di Kota Solo Awal 2023, Tak Lagi Gratis

Travel Update
Pendakian Gunung Raung via Kalibaru Buka Kembali 1 Februari 2023

Pendakian Gunung Raung via Kalibaru Buka Kembali 1 Februari 2023

Travel Update
Panduan Lengkap ke Holeo Golf & Museum di Jakarta Barat

Panduan Lengkap ke Holeo Golf & Museum di Jakarta Barat

Travel Tips
Aturan Bagasi Pesawat Terbaru dari 7 Maskapai Indonesia

Aturan Bagasi Pesawat Terbaru dari 7 Maskapai Indonesia

Travel Update
Cara ke Solo Safari Naik Batik Solo Trans dari Stasiun Purwosari dan Solobalapan

Cara ke Solo Safari Naik Batik Solo Trans dari Stasiun Purwosari dan Solobalapan

Travel Tips
Sampah Plastik Masih Jadi Masalah di Area Konservasi TN Komodo

Sampah Plastik Masih Jadi Masalah di Area Konservasi TN Komodo

Travel Update
Naik Bus Macito di Malang, Wisatawan Segera Bisa Berfoto di Kampung Heritage Kayutangan

Naik Bus Macito di Malang, Wisatawan Segera Bisa Berfoto di Kampung Heritage Kayutangan

Jalan Jalan
Waterfront Marina dan Puncak Waringin Labuan Bajo, Ruang Aktivitas Kreatif Masyarakat dan Wisatawan

Waterfront Marina dan Puncak Waringin Labuan Bajo, Ruang Aktivitas Kreatif Masyarakat dan Wisatawan

Jalan Jalan
Pantai Sekitar Samarinda dan Bontang, Ada yang Harus Menyeberang Dahulu

Pantai Sekitar Samarinda dan Bontang, Ada yang Harus Menyeberang Dahulu

Jalan Jalan
Hari Terakhir Grebeg Sudiro 2023, Lampion Pasar Gede Tetap Menyala sampai Cap Go Meh

Hari Terakhir Grebeg Sudiro 2023, Lampion Pasar Gede Tetap Menyala sampai Cap Go Meh

Travel Update
Kafe Unik di Malang, Bisa Ngopi Sambil Bikin Kaus

Kafe Unik di Malang, Bisa Ngopi Sambil Bikin Kaus

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+