70 Persen GM Hotel Terdampak Pandemi, Siap Wirausaha jika Di-PHK

Kompas.com - 25/09/2020, 21:40 WIB
Ilustrasi Hotel dengan Protokol Kesehatan. Dok. Puskompublik KemenparekrafIlustrasi Hotel dengan Protokol Kesehatan.


KOMPAS.com - Enam bulan lebih pandemi Covid-19 melanda Indonesia ternyata begitu berdampak bagi sektor perhotelan, termasuk para general manager hotel se-Indonesia.

General Manager Fairfield by Marriott sekaligus Assistent Professor STP Trisakti, Dino Leonandri mengatakan, hampir 70 persen GM hotel terdampak pandemi Covid-19.

Presentase tersebut berdasarkan hasil survei kualitatif yang dilaksanakan oleh Enhaier Corporation & Neuronesia Learning Center, STP Trisakti dan Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA).

"Dari 250 sampel (GM hotel) menyatakan hampir 70 persen terdampak. Dampaknya adalah mulai dari pengurangan pegawai, unpaid leave," kata Dino kepada Kompas.com dalam webinar bertajuk "Be a Leader Hotel, Is Still Sexy?", Kamis (24/9/2020).

"Jadi kita bergantian masuknya, konsekuensinya tentunya remunerasi juga akan dibagi. Kalau masuknya setengah hari jadi gajinya 50 persen seperti itu," lanjutnya.

Baca juga: Protokol Kesehatan Menginap di Hotel Saat PSBB Jakarta, seperti Apa?

Kendati demikian, ia mengakui bahwa hasil survei tersebut belum terlalu dalam karena kurangnya sampling GM.

"Saat ini memang belum terlalu dalam, mungkin juga karena sampling-nya tidak terlalu banyak, sehingga tidak bisa menggambarkan secara utuh," ungkapnya.

 

Ilustrasi hotelEugeneonline Ilustrasi hotel
Jika di-PHK, apa yang akan dilakukan?

Terdampak pandemi, apa yang akan dilakukan jika para GM terkena pemutusan hubungan kerja (PHK)?

Menjawab pertanyaan tersebut, kata Dino, berdasarkan hasil survei hampir 70 persen GM menjawab sudah memiliki entrepreneurship atau beralih ke wirausaha.

Hal tersebut karena mereka memiliki jiwa wirausaha. Bahkan, kata dia, sudah ada yang fokus pada pekerjaan lain daripada GM hotel.

Baca juga: Jakarta PSBB Total, Industri Hotel Kembali Terancam

"Sudah memang punya entrepreneurship yang lain. Salah satunya mulai dari buka coffee shop, atau mungkin culinary," jelasnya.

Ia menambahkan, jiwa wirausaha yang dimiliki para GM untuk menghadapi jika suatu waktu terkena PHK, juga tak lepas dari network selama di hotel.

Menurutnya, bekerja menjadi seorang GM pasti akan terhubung dengan banyak orang dari beragam latar pekerjaan.

"GM itu adalah seorang yang networking-nya luas. Dia akan bertemu dengan berbagai jenis orang mulai dari pejabat. Mungkin dari tamunya juga, ada yang pedagang dan sebagainya. Akhirnya menjadi network bagi si GM itu. Someday setelah selesai atau pada posisi Covid-19 itu dia dirumahkan, dia usaha dengan network yang sudah terbentuk sebelumnya," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X