Kompas.com - 26/09/2020, 14:32 WIB
Warga Desa Adat Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, menggelar prosesi mekotek atau ngerebeg, Sabtu (15/4/2017). Awalnya, mekotek adalah ekspresi kegembiraan prajurit Kerajaan Mengwi setelah mengalahkan Kerajaan Blambangan di Jawa. Mekotek ditandai dengan arak-arakan keliling desa membawa tongkat kayu, tombak pusaka, dan umbul-umbul. Mekotek juga dipercaya sebagai upaya menolak bencana dan pemersatu masyarakat. Tradisi mekotek tetap dilangsungkan warga setiap enam bulan, yang bertepatan dengan hari raya Kuningan. KOMPAS/COKORDA YUDISTIRAWarga Desa Adat Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, menggelar prosesi mekotek atau ngerebeg, Sabtu (15/4/2017). Awalnya, mekotek adalah ekspresi kegembiraan prajurit Kerajaan Mengwi setelah mengalahkan Kerajaan Blambangan di Jawa. Mekotek ditandai dengan arak-arakan keliling desa membawa tongkat kayu, tombak pusaka, dan umbul-umbul. Mekotek juga dipercaya sebagai upaya menolak bencana dan pemersatu masyarakat. Tradisi mekotek tetap dilangsungkan warga setiap enam bulan, yang bertepatan dengan hari raya Kuningan.

KOMPAS.com - Sabtu (26/9/2020), umat Hindu memperingati Hari Raya Kuningan. Ada tradisi unik yang dilakukan umat Hindu di Bali untuk merayakan Kuningan, salah satunya di Desa Munggu.

Warga Desa Munggu, Mengwi, Kabupaten Badung, Bali selalu merayakan Hari Raya Kuningan dengan menggelar Tradisi Mekotek.

Diberitakan Kompas.com, Selasa (18/4/2017), Tradisi Mekotek ini dimulai dari siang hari kala ribuan warga sudah berkumpul di depan Pura Puseh Munggu.

Sebagian besar para peserta adalah pemuda yang masing-masing membawa satu batang tongkat kayu sepanjang 2-3 meter. Tongkat kayu itu mereka sebut pulet.

Baca juga: Galungan dan Kuningan Berbeda, Ini Penjelasannya

Tradisi Mekotek juga memiliki nama lain yaitu ngerebeg. Tradisi ini sudah dilakukan secara turun temurun sejak zaman dahulu dan digelar setiap enam bulan sekali atau 210 hari berdasarkan kalender Hindu.

Keunikan Tradisi Mekotek

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tradisi yang selalu digelar masyarakat Desa Munggu ini terbilang unik. Bahkan, sudah ditetapkan sebagai warisan budaya nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Keunikannya terletak pada proses tradisi yang diawali dengan warga desa bersembanyang bersama. Usai sembahyang, warga berjalan kaki mengelilingi seluruh desa dengan membawa tongkat.

Tradisi Mekotek di Desa Munggu, Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, pada Hari Raya Kuningan, Sabtu (20/2/2016). KOMPAS.COM/SRI LESTARI Tradisi Mekotek di Desa Munggu, Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, pada Hari Raya Kuningan, Sabtu (20/2/2016).

Selesai berkeliling desa, warga kembali berkumpul di tempat awal yaitu Pura Puseh Desa Adat Munggu.

Prosesi itu diikuti hampir seluruh warga Munggu, terutamanya kaum pria dengan usia antara 12-60 tahun.

Para pria desa Munggu kemudian dibagi dalam beberapa kelompok. Tiap kelompok terdiri sekitar 50 orang.

Kemudian, momen unik yang menjadi daya tarik perayaan Tradisi Mekotek dimulai. Tongkat kayu yang mereka bawa diadu membentuk seperti sebuah piramid.

Baca juga: Inilah Tradisi Mekotek di Hari Raya Kuningan

Uniknya, para peserta prosesi yang punya keberanian, bisa mencoba adu nyali naik ke puncak piramid kayu itu.

Orang tersebut siap memberi komando atau penyemangat bagi kelompoknya. Hal yang sama juga dilakukan kelompok lain. Ia akan menjadi komando yang memberikan perintah untuk menabrak kelompok lainnya.

“Kegiatan ini merupakan suatau tradisi yang sudah dilaksanakan secara turun-temurun, yang dimulai pada zaman jayanya Kerajaan Mengwi yang dulu beristana di Desa Adat Munggu,” kata Bendesa Adat Munggu I Made Rai Sujana, Sabtu (15/4/2017).

Tiga makna tradisi Mekotek

Made Sujana melanjutkan bahwa selain unik, ada juga makna dari Tradisi Mekotek. Terdapat tiga makna yang tersirat dari pelaksanaan tradisi ini.

Pertama, penghormatan kepada jasa para pahlawan karena merupakan peringatan kemenangan perang Kerajaan Mengwi dalam hal memperluas wilayah kekuasaan kerajaan saat itu.

Oleh karena itu, hingga saat ini, Tradisi Mekotek dilaksanakan setiap enam bulan sekali atau tepatnya setiap Hari Raya Kuningan.

Tradisi Mekotek untuk merayakan Hari Raya Kuningan dilakukan oleh warga Desa Munggu, Badung, Bali.shutterstock/Gekko Gallery Tradisi Mekotek untuk merayakan Hari Raya Kuningan dilakukan oleh warga Desa Munggu, Badung, Bali.

Made Sujana melanjutkan, tradisi Mekotek dilaksanakan pada Hari Raya Kuningan karena sebelum bala tentara Kerajaan Mengwi mengadakan perlawanan, Raja bersemadi tepat pada Hari Raya Kuningan.

Makna kedua Tradisi Mekotek adalah sebagai penolak bala atau diyakini akan memberikan keselamatan dan kesuburan atau kemakmuran dalam sektor pertanian di Desa Munggu.

Ia melanjutkan, kepercayaan yang sangat tinggi terhadap tradisi itu untuk memberikan keselamatan dan kemakmuran dibuktikan oleh sempatnya dilakukan pelarangan melaksanakan mekotek oleh penjajah waktu itu, yakni Belanda.

Pada saat itu, penjajah takut karena yang digunakan sebagai media atau alat tradisi itu bukan kayu, melainkan tombak.

Baca juga: Mekotek, Adu Nyali di Puncak Kumpulan Kayu

Belanda pun akhirnya melarang tradisi itu karena takut warga akan melakukan pemberontakan atau perlawanan terhadap mereka.

Pelarangan tradisi yang dilakukan sekitar 5 kali tersebut membuat warga desa banyak yang jatuh sakit atau grubug, bahkan ada yang meninggal dunia.

Sejak kejadian tersebut, para tokoh adat Munggu kemudian melakukan negosiasi dengan pihak penjajah hingga akhirnya tradisi Mekotek kembali dilaksanakan.

Sejak itulah, tradisi Mekotek diyakini memberikan kemakmuran dalam sektor pertanian, begitu pula menangkal penyakit yang masuk ke warganya.

Makna ketiga, tradisi ini merupakan alat pemersatu warga, terutama para pemuda. Dengan melaksanakan tradisi ini, pemuda akan berkegiatan positif dan menjauhi segala macam kegiatan negatif, seperti narkoba, minuman keras, dan ugal-ugalan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu Se-Asia Pasifik 2021, Indonesia Termasuk

10 Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu Se-Asia Pasifik 2021, Indonesia Termasuk

Travel Update
PT KAI Luncurkan KA Nusa Tembini Jurusan Cilacap-Yogya 2 Juli 2021

PT KAI Luncurkan KA Nusa Tembini Jurusan Cilacap-Yogya 2 Juli 2021

Travel Update
Tebing Laut Ngungap Gunungkidul, Obyek Wisata Alam Tebing dan Lautan

Tebing Laut Ngungap Gunungkidul, Obyek Wisata Alam Tebing dan Lautan

Jalan Jalan
Penerbangan Misterius di Korea Selatan Laris Manis, Ditumpangi Belasan Ribu Penumpang

Penerbangan Misterius di Korea Selatan Laris Manis, Ditumpangi Belasan Ribu Penumpang

Travel Update
Jangan Nekat, Wisatawan Jakarta Dilarang ke Bandung Selama Sepekan

Jangan Nekat, Wisatawan Jakarta Dilarang ke Bandung Selama Sepekan

Travel Update
Malindo Air Mulai Uji Coba IATA Travel Pass

Malindo Air Mulai Uji Coba IATA Travel Pass

Travel Update
Paket Wisata Vaksin, Turis Indonesia Berkesempatan Dapat Vaksin Covid-19 di AS

Paket Wisata Vaksin, Turis Indonesia Berkesempatan Dapat Vaksin Covid-19 di AS

Travel Update
4 Aktivitas Seru Saat Wisata ke Taman Langit Malang

4 Aktivitas Seru Saat Wisata ke Taman Langit Malang

Jalan Jalan
30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

Jalan Jalan
8 Desa Wisata di Sumba Timur NTT, Cocok untuk Wisata Alam dan Budaya

8 Desa Wisata di Sumba Timur NTT, Cocok untuk Wisata Alam dan Budaya

Travel Update
Kenapa Edelweis Tidak Boleh Dipetik? Ini 10 Fakta Menarik Si Bunga Abadi

Kenapa Edelweis Tidak Boleh Dipetik? Ini 10 Fakta Menarik Si Bunga Abadi

Travel Update
AirAsia Beri Promo Gratis Bagasi 15 Kilogram, Ini Caranya

AirAsia Beri Promo Gratis Bagasi 15 Kilogram, Ini Caranya

Travel Promo
Asyik! Wisatawan Indonesia Sudah Bisa Liburan ke Perancis

Asyik! Wisatawan Indonesia Sudah Bisa Liburan ke Perancis

Travel Update
Jam Buka dan Harga Tiket Kebun Binatang Jurug Kota Solo 2021, Ada Diskon

Jam Buka dan Harga Tiket Kebun Binatang Jurug Kota Solo 2021, Ada Diskon

Jalan Jalan
5 Tempat Wisata Malang Terbaru 2021, Cocok Dikunjungi Saat Akhir Pekan

5 Tempat Wisata Malang Terbaru 2021, Cocok Dikunjungi Saat Akhir Pekan

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X