Cerita Pendaki Gunung Prau via Igirmranak: Lewat Terowongan Unik

Kompas.com - 26/09/2020, 15:31 WIB
Pendaki melalui Terowongan Kemin di jalur pendakian Gunung Prau via Igirmranak, Wonosobo, Jawa Tengah. Dokumentasi basecamp IgirmranakPendaki melalui Terowongan Kemin di jalur pendakian Gunung Prau via Igirmranak, Wonosobo, Jawa Tengah.

KOMPAS.com - Gunung Prau memiliki banyak jalur pendakian yang tersebar di Kabupaten Wonosobo, Temanggung, dan Kabupaten Banjarnegara.

Para pendaki bisa sampai ke puncak gunung berketinggian 2.565 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu dengan memilih jalur pendakian, di antaranya melalui basecamp Patakbanteng, Kalilembu, Igirmranak, Dieng, Dwarawati, dan Wates.

Baca juga: Pendakian Gunung Prau via Igirmranak Dibuka, Catat Syaratnya

Salah satu jalur pendakian baru, yang dibuka sekitar 2015 adalah Igirmranak. Jalur yang terletak di Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah ini memiliki beragam keunikan yang tak dimiliki jalur lain.

Cerita pendaki yang sudah mengalami naik Gunung Prau melalui Igirmranak datang dari Adi Permana.

Pendaki asal Bandung itu menceritakan pengalamannya ketika naik gunung di Jawa Tengah untuk yang pertama kalinya, yaitu di Gunung Prau.

Terowongan Kemin di jalur pendakian Gunung Prau via Igirmranak, Wonosobo, Jawa Tengah.Dokumentasi basecamp Igirmranak Terowongan Kemin di jalur pendakian Gunung Prau via Igirmranak, Wonosobo, Jawa Tengah.

Banyak kesan yang ia dapatkan ketika mendaki Gunung Prau via Igirmranak. Salah satunya yang paling berkesan dan unik baginya adalah saat lewat terowongan unik, yakni Terowongan Kemin.

"Yang menarik itu ada Terowongan Kemin. Terowongan itu bentuknya kayak bambu. Dia melingkar di atas jalur. Jadi bentuknya semacam terowongan gitu dan itu lumayan panjang," kata Adi saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (26/9/2020).

Pengalamannya melihat terowongan unik itu dia bagikan juga di blognya adipermana.com. Dirinya pun menduga bahwa terowongan itu dulunya tidak ada.

Karena menutupi jalur, kemungkinan petugas basecamp memangkas bambu yang menutupi jalur itu dan dibuat melengkung seperti halnya memasuki terowongan.

Baca juga: Semua Jalur Pendakian Gunung Prau Kini Tanpa Rapid Test

Adi mengatakan, pendaki akan merasakan keteduhan ketika melewati terowongan ini pada siang hari.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X