Kompas.com - 27/09/2020, 11:31 WIB
Ilustrasi rempah - Ilustrasi pala. SHUTTERSTOCK / spicyPXLIlustrasi rempah - Ilustrasi pala.

Ia melanjutkan, saat itu terdapat tiga jenis rempah termahal di dunia, yakni pala, cengkeh, dan lada.

Pala yang dijual pada saat itu berasal dari Pulau Run, Kepulauan Banda. Sementara Cengkeh dari Ternate, Tidore, Halmahera, Seram, dan Ambon.

Untuk lada, rempah yang dijual pada saat itu dihasilkan dari Banten, Sumatera, dan Kalimantan Selatan.

“Karena trinitas rempah tadi harganya mahal, pedagang China dan Arab yang sudah lebih dulu tahu tentang Nusantara yang menghasilkan rempah berusaha merahasiakannya dari orang-orang Eropa,” ujar Winarni.

Harga rempah yang meroket

Para pedagang China dan Arab sengaja menutupi Nusantara agar mereka mendapat keuntungan yang lebih. Pasalnya, rempah dijual dengan harga yang cukup tinggi di Eropa.

Selain karena manfaat, kualitas, dan aroma yang dihasilkan, rempah-rempah yang dijual oleh para pedagang tersebut kepada saudagar Eropa juga dibumbui dengan cerita agar nilainya semakin mahal.

Baca juga: Cara Membuat Herbal Tea, Minuman Teh Rempah Penghangat Badan Saat Sahur

“Cerita seru seperti rempah didapat dari kawasan yang sangat terisolasi, tempatnya seram, menakutkan, juga penuh hal-hal mistis. Ini yang mengangkat harga rempah jadi sangat dihormati di Eropa,” kata Winarni.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X