Destinasi Wisata Flores Timur Terus Disiapkan untuk Penerapan Protokol Kesehatan CHSE

Kompas.com - 27/09/2020, 16:05 WIB
Pantai Kawaliwu di Kelurahan Riangkotek, Kecamatan Lewo Lema, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis (11/10/2018). KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIAPantai Kawaliwu di Kelurahan Riangkotek, Kecamatan Lewo Lema, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis (11/10/2018).

 

LARANTUKA,KOMPAS.com - Penguatan destinasi wisata dengan protokol kebersihan, kesehatan, keamanan, dan ramah lingkungan (Cleanliness, Health, Safety, Environment/ CHSE) secara disiplin terus digencarkan di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur ( NTT)

Salah satu penguatan adalah melalui pelaksanaan gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman) oleh Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) yang merupakan kegiatan padat karya sebagai upaya pemulihan sektor pariwisata melalui penguatan tersebut.

Kali ini, kegiatan dilakukan di Pantai Kawaliwu, Teluk Hading, Larantuka, Flores Timur, Kamis (24/9/2020).

Adapun, Gerakan BISA merupakan gagasan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk mempersiapkan destinasi wisata dengan menerapkan protokol kesehatan CHSE.

Baca juga: Pengembangan Pariwisata Labuan Bajo NTT Akan Perkuat Konten Lokal

Itu karena setelah pandemi, kebutuhan pariwisata ke depannya akan berubah total, meliputi selera masyarakat, bagaimana cara mereka berinteraksi, dan bagaimana mencari destinasi yang ingin mereka kunjungi.

Menurut Direktur Utama BOPLBF Shana Fatina, percepatan pembangunan pariwisata salah satunya meliputi aspek 3A (Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas) yang dikembangkan dengan 2P (Pemberdayaan dan Promosi).

"Masa pandemi ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan layanan melalui 3A, sehingga masyarakat makin mampu beradaptasi dengan kebiasaan normal baru," ujar dia.

Pernyataan itu Shana sampaikan dalam siaran pers yang diterima Kompas.com dari Divisi Komunikasi Publik BOPLBF, Sabtu, (27/9/2020).

Baca juga: Nomadic Tourism, Pilihan Berwisata Era New Normal di NTT, Apa Itu?

Ia melanjutkan, peran serta masyarakat untuk bersama-sama disiplin menerapkan protokol CHSE sangat dibutuhkan untuk menggerakkan pariwisata

Penerapan protokol CHSE melalui Gerakan BISA

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X