3 Tips Aman Saat Bertemu Babi Hutan di Gunung

Kompas.com - 28/09/2020, 12:09 WIB
Ilustrasi babi hutan. ShutterstockIlustrasi babi hutan.


KOMPAS.com - Viral video sekelompok pendaki bertemu babi hutan di Gunung Cikuray. Video berdurasi 36 detik tersebut diunggah pertama kali oleh akun Instagram salah satu pendaki gunung, @ajengsayuningtyass, Selasa (22/9/2020).

Meski awalnya panik, beruntung, Ajeng beserta rombongan berhasil selamat dengan cara naik ke atas pohon.

Baca juga: Viral, Video Pendaki Bertemu Babi Hutan di Gunung Cikuray, Ini Ceritanya

Lalu bagaimana tips jika mengalami kejadian yang serupa seperti Ajeng dan pendaki lainnya? Berikut tips aman saat bertemu babi hutan di gunung.

Tetap tenang

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Rahman Mukhlis menuturkan agar tetap tenang dan jangan panik.

"Biasanya babi itu hanya melintas, kita tenang, mundur saja, tidak banyak suara dan gerakan, biarkan dia berjalan melintas di trek pendakian atau area camp," kata Rahman saat dihubungi Kompas.com, Senin (28/9/2020).

Bersikap sebagai tamu

Sementara itu, Ajeng, membagikan tips lain yakni harus bersikap sebagai tamu. Hal ini berlaku di gunung mana pun.

"Mau bagaimana pun di sana kita datang sebagai tamu. Mau di gunung mana pun. Jadi harus saling menghormati saja si sama mereka tuan rumah yang ada di gunung atau di hutan," tuturnya.

Baca juga: Nyaneut, Tradisi Ngeteh di Gunung Cikuray

Selain itu, oleh karena sebagai tamu, tentunya jika bertemu hewan liat tersebut, usahakan untuk tidak menyerangnya. Pendaki juga jangan sampai membuat hewan merasa terganggu akan kedatangannya.

Tangkapan layar video viral, babi hutan di Gunung Cikuray yang terlihat dan bertemu sekelompok pendaki, pada Sabtu (19/9/2020).Tangkapan layar Instagram @ajengsayuningtyass Tangkapan layar video viral, babi hutan di Gunung Cikuray yang terlihat dan bertemu sekelompok pendaki, pada Sabtu (19/9/2020).

Harus gesit dalam menyelamatkan diri

Tips ketiga, yakni mencari tempat berlindung. Rahman menganjurkan jika bertemu babi hutan di jalan, maka bisa naik ke atas pohon.

"Cari tempat yang aman dari jangkauan babi," kata Rahman.

Sementara itu, Ajeng menyarankan agar pendaki memiliki kemampuan beradaptasi cepat dan gesit.

Hal ini karena medan yang akan dilalui di gunung yaitu hutan belantara, sungai dan lainnya yang masih asri atau alami.

"Jadi harus gesit juga mas nyelamatkan diri dari hewan liar yang ada di gunung. Salah satu cara efektif menghindar dari serudukan babi ya naik ke atas pohon, itu paling aman kemarin," katanya.

Baca juga: Video Viral Pedagang Tahu Bakso di Puncak Gunung Cikuray, Lihat Sunrise Bisa Sambil Nge-bakso

Jaga kebersihan

Tips terakhir untuk menghindari babi hutan masuk area camp yakni disiplin menjaga kebersihan.

"Sampah jangan berserakan di area camp, tutup rapat kantung sampah dan simpan di area yang aman saat camp," kata Rahman.

Ia melanjutkan, pendaki bisa mengamankan sisa makanan yang berbau dan amis atau yang dapat mengundang binatang hadir.

Sisa makanan tersebut seperti sisa tulang ayam hingga ikan.

"(Sampah jenis tersebut) bisa disimpan rapih di kantung sampah, nanti dibawa saat turun, atau dikubur yang rapat, tetapi tidak dekat camp," kata Rahman.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X