Tingkat Hunian Hotel di Kota Bogor Mulai Pulih, Lebih Baik dari Jabar

Kompas.com - 29/09/2020, 11:40 WIB
Ilustrasi Hotel dengan Protokol Kesehatan. Dok. Puskompublik KemenparekrafIlustrasi Hotel dengan Protokol Kesehatan.

KOMPAS.com - Tingkat hunian hotel di Kota Bogor pada pekan kemarin mulai membaik sejak pandemi Covid-19.

Dilansir dari Antara, meskipun belum optimal, tingkat hunian di Kota Hujan tersebut sekitar 41 persen, bahkan lebih baik dan di atas Jawa Barat yang mencapai 28 persen.

Ketua Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Chapter Bogor Raya Eka Gartika mengatakan, tingkat hunian tersebut lebih baik daripada saat awal merebaknya pandemi Covid-19.

Baca juga: De’savanna Restaurant yang Unik di Bogor, Bersantap Sambil Ditemani Satwa.

Pada awal pandemi, yakni Maret dan April--tingkat hunian merosot jauh sampai di bawah 10 persen.

Eka menjelaskan, tingkat hunian hotel di Kota Bogor pada Agustus lalu sebenarnya sudah lebih baik daripada pekan kemarin, yakni mencapai 51 persen.

Kondisi tersebut terjadi, setelah Pemerintah Kota Bogor menerapkan pembatasan sosial berskala besar praadaptasi kebiasaan baru (PSBB Pra-AKB) mulai awal Agustus yang memberikan kelonggaran pada sektor usaha yang tidak dikecualikan, termasuk hotel.

"Namun, adanya informasi mengenai Kota Bogor kembali berada di zona merah pada awal September, berdampak pada tingkat hunian hotel menjadi menurun lagi," katanya.

Baca juga: Tempat Wisata Curug Bidadari di Sentul Bogor Ditutup Sementara

General Manager Hotel Asana ini menyatakan, ada sejumlah tamu yang sudah memesan untuk menginap dan membuat kegiatan di hotel di Kota Bogor, kemudian membatalkannya.

"Namun pada pekan depannya, beredar informasi bahwa status Kota Bogor sudah turun lagi menjadi zona oranye, sehingga tingkat hunian hotel juga meningkat lagi," katanya pula.

 

ILUSTRASI - Kamar hotelShutterstock/August_0802 ILUSTRASI - Kamar hotel
Eka Gartika mengimbau kepada Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk berkomunikasi dan berkoordinasi sebelum menyampaikan informasi ke publik.

Menurut Eka, pada situasi pandemi Covid-19 saat ini, sektor kesehatan dan sektor ekonomi sama-sama penting untuk dilindungi, sehingga warga Kota Bogor dapat diselamatkan dari Covid-19 serta sektor ekonomi juga dapat diselamatkan agar tetap tumbuh.

Baca juga: 5 Tempat Wisata di Bogor yang Buka Saat Ini

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor Atep Budiman mengatakan, pada pandemi Covid-19 saat ini semua pihak merasakan dampaknya, Pemerintah juga merasakan dampaknya.

"Banyak anggaran pembangunan yang dialihkan untuk penanganan Covid-19, sehingga pembangunan pada tahun ini menjadi tertunda," katanya lagi.

Atep menegaskan, Pemerintah Kota Bogor memberikan prioritas yang sama untuk melindungi warga dari Covid-19 dan sektor ekonomi juga tetap berjalan, tapi ada aturan protokol kesehatan yang harus dipatuhi.

"Kesehatan itu penting, ekonomi juga penting. Kita harapkan Kota Bogor segera memasuki zona hijau, sehingga aman bagi semuanya," katanya pula.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X