Kompas.com - 02/10/2020, 21:31 WIB
Calon penumpang menyerahkan dokumen hasil tes rapid negatif COVID-19 kepada petugas di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Meski penerbangan telah kembali dibuka dengan persyaratan  seperti penumpang harus dengan memiliki hasil rapid atau PCR test negatif COVID-19, suasana di Bandara Soekarno Hatta masih terpantau sepi. ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRACalon penumpang menyerahkan dokumen hasil tes rapid negatif COVID-19 kepada petugas di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). Meski penerbangan telah kembali dibuka dengan persyaratan seperti penumpang harus dengan memiliki hasil rapid atau PCR test negatif COVID-19, suasana di Bandara Soekarno Hatta masih terpantau sepi.

KOMPAS.com - Wabah pandemi Covid-19 yang belum berakhir berdampak buruk bagi semua sektor nasional, termasuk penerbangan. Industri ini menjadi salah satu sektor yang anjlok akibat pandemi, dinilai dari turunnya jumlah pergerakan penumpang.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) Denon Prawiraatmadja mengatakan, pihaknya kini tengah berupaya mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk menggunakan pesawat.

Baca juga: PSBB Jakarta, 5 Hal Ini Wajib Diperhatikan Penumpang Pesawat

Ia menegaskan bahwa seluruh perusahaan penerbangan dan sektornya telah menerapkan protokol kesehatan.

"Perlu kita berikan gambaran kepada masyarakat bahwa dalam ekosistem penerbangan termasuk pembelian tiket, bandara, navigasi, semua telah memenuhi protokol kesehatan," kata Denon dalam Webinar Bincang Santai: Amankah Untuk Berlibur Sekarang? Kamis (1/10/2020).

Penerapan protokol kesehatan, imbuh dia, menjadi kunci penting dalam membangkitkan kembali kepercayaan masyarakat agar berani naik pesawat terbang pada masa pandemi dengan aman dan nyaman.

Sunset di Bandara Ngurah RaiShutterstock/I Gede Arya Wisnu Karsana Sunset di Bandara Ngurah Rai

Namun, ia tak memungkiri apabila masih ada masyarakat yang khawatir tertular virus ketika menggunakan pesawat.

Hal itulah yang menurut Denon menjadi alasan mengapa orang enggan melakukan kegiatan atau mobilisasi dengan menggunakan pesawat terbang.

"Perlu kita bersama sosialisasikan bahwa kegiatan sosial ekonomi ini sekarang sudah cukup terfiltrasi dengan administrasi yang diberlakukan oleh KKP di setiap bandara Indonesia," sambung dia.

Baca juga: 5 Maskapai dengan Layanan Penerbangan Tanpa Tujuan, Jadi Obat Rindu Terbang

Oleh karena itu, dengan diterapkannya protokol kesehatan, ia berharap masyarakat dapat kembali menggunakan pesawat sebagai pilihan transportasi.

Momen libur akhir tahun, momen bangkitkan kepercayaan masyarakat

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X