Kompas.com - 04/10/2020, 11:14 WIB
Ikon wisata Singapura, Taman Merlion di distrik Marina Bay yang biasanya ramai dipadati turis terlihat sepi, Sabtu sore (11/04/2020). Hanya terlihat segelintir warga yang sedang berlari sore. Untuk melawan pandemi corona terutama kasus infeksi domestik yang melonjak, Singapura mengumumkan kebijakan circuit breaker atau separuh lockdown sejak Selasa (07/04/2020). Warga diminta berdiam diri di rumah dan hanya keluar untuk keperluan darurat atau esensial seperti berbelanja atau membeli makanan. Berolahraga masih diizinkan jika dilakukan sendiri atau dengan penghuni serumah dan jarak minimal 1 meter dijaga antara individu ke individu KOMPAS.com/ ERICSSEN Ikon wisata Singapura, Taman Merlion di distrik Marina Bay yang biasanya ramai dipadati turis terlihat sepi, Sabtu sore (11/04/2020). Hanya terlihat segelintir warga yang sedang berlari sore. Untuk melawan pandemi corona terutama kasus infeksi domestik yang melonjak, Singapura mengumumkan kebijakan circuit breaker atau separuh lockdown sejak Selasa (07/04/2020). Warga diminta berdiam diri di rumah dan hanya keluar untuk keperluan darurat atau esensial seperti berbelanja atau membeli makanan. Berolahraga masih diizinkan jika dilakukan sendiri atau dengan penghuni serumah dan jarak minimal 1 meter dijaga antara individu ke individu

KOMPAS.com - Singapura mengizinkan wisatawan asal Australia dan Vietnam memasuki negaranya mulai Kamis (8/10/2020).

Melihat situs otoritas penerbangan sipil Singapura atau Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS), keputusan itu diambil karena Australia dan Vietnam dianggap berhasil menekan penyebaran pandemi Covid-19.

"Kedua negara memiliki sistem pengawasan kesehatan publik yang komprehensif dan sudah berhasil mengontrol penyebaran virus Covid-19. Selama 28 hari terakhir," tulis CAAS dalam keterangan tertulis.

Adapun, Vietnam memiliki nol kasus Covid-19 lokal, sementara Australia tidak termasuk Negara Bagian Victoria, memiliki tingkat insiden virus lokal 0,02 per 100.000. Risiko impor dari kedua negara itu rendah.

Air terjun dalam ruangan (indoor) tertinggi di dunia bernama Rain Vortex di Jewel, Bandara Internasional Changi, Singapura.ERICSSEN/KOMPAS.com Air terjun dalam ruangan (indoor) tertinggi di dunia bernama Rain Vortex di Jewel, Bandara Internasional Changi, Singapura.

Meski demikian, dalam keterangan tertulis tersebut, tak semua warga negara bagian Australia diizinkan masuk Singapura. Mereka yang berasal dari Negara Bagian Victoria, belum diizinkan masuk.

Wisatawan Australia dan Vietnam pun sudah bisa memproses Air Travel Pass (ATP) untuk masuk Singapura, mulai 1 Oktober 2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Singapura Bagikan Voucher ke Warganya untuk Bangkitkan Pariwisata

Wisatawan juga akan diperiksa atau melakukan tes Covid-19 pada saat kedatangan di bandara. Jika hasil negatif, maka mereka akan diizinkan berkegiatan di Singapura.

Namun jika tidak, mereka akan melakukan karantina mandiri atau Stay-Home Notice (SHN).

CAAS juga mengumumkan mulai 2 Oktober 2020, Warga Negara Singapura, penduduk permanen, dan pemegang tiket jangka panjang yang kembali dari Australia (tidak termasuk Negara Bagian Victoria) dan Vietnam juga akan menjalani tes Covid-19 saat tiba di bandara.

Sebelumnya, Singapura sudah menyambut kembali kedatangan wisatawan asing sejak 8 September 2020.

Pemandangan Supertree Grove di Gardens By The Bay yang begitu indah di kala malamDok. Shutterstock Pemandangan Supertree Grove di Gardens By The Bay yang begitu indah di kala malam

Pada tanggal tersebut, Singapura menyambut wisatawan asal Brunei Darussalam dan Selandia Baru.

Kemudian 30 September 2020, otoritas Singapura sudah menerima 331 permohonan masuk dan menerima sekitar 136 wisatawan. Adapun semua wisatawan itu tidak ada yang terdeteksi positif Covid-19.

Sementara itu, hingga kini, Singapura belum mengizinkan wisatawan asal Indonesia masuk ke negaranya. Lalu bagaimana dengan perizinan masuk orang Singapura ke Indonesia?

Baca juga: Akses Perjalanan Terbatas RI-Singapura Akan Dibuka, Menkumham Revisi Peraturan Larangan Masuk WNA

Sebelumnya, pemerintah Indonesia melalui Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan, Kementerian Hukum dan HAM tengah menyiapkan sejumlah perangkat untuk mendukung rencana pembukaan akses perjalanan terbatas lewat Travel Corridor Arrangement (TCA) dengan Singapura.

Salah satu persiapan yang dilakukan adalah merevisi Permenkumham Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara Republik Indonesia.

"Revisi Permenkumham Nomor 11 Tahun 2020 juga sudah final dan telah dibahas secara bersama lintas Kementerian/Lembaga, termasuk Kementerian Luar Negeri," kata Yasonna dalam siaran pers, Kamis (1/10/2020)

Ia melanjutkan bahwa dalam waktu dekat, revisi itu akan diumumkan dan sudah memenuhi persyaratan untuk TCA.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Jalan Jalan
Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Travel Update
Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Travel Update
Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Travel Update
Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Travel Update
Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Travel Update
Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Jalan Jalan
4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

Travel Update
Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Travel Update
4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

Travel Tips
Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Travel Tips
Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Travel Tips
Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Travel Promo
Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Jalan Jalan
Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.