Hotel di Bali Gaet Wisatawan dengan Paket Pay Now Stay Later Sampai 2022

Kompas.com - 04/10/2020, 15:36 WIB
Ilustrasi Hotel dengan Protokol Kesehatan. Dok. Puskompublik KemenparekrafIlustrasi Hotel dengan Protokol Kesehatan.

KOMPAS.com - Sektor perhotelan menjadi salah satu yang paling terdampak akibat pandemi Covid-19. Pengusaha hotel pun tengah menggencarkan strategi agar tetap dapat bertahan dan tidak kehilangan wisatawan atau tamu.

Ketua Bali Tourism Board (BTB) IB Agung Partha Adnyana atau biasa disapa Gus Agung mengatakan, salah satu strategi yang sedang digencarkan industri perhotelan untuk menarik tamu adalah paket pay now stay later atau bayar sekarang, menginap kemudian.

Tak tanggung-tanggung, paket itu dilakukan hotel-hotel di sana hingga dua tahun ke depan yaitu 2022.

"Properti kita saat ini memperlakukan pay now stay later sampai 2022. Bukan hanya 2021, tapi sampai 2022. Karena ini untuk menarik orang datang. Yakin nih, badai pasti berlalu. Saya kira sudah ada beberapa hotel yang menerapkan hal itu," kata Gus Agung.

Baca juga: Pelaku Pariwisata Bali: Swab Test Lebih Baik untuk Pariwisata Bali

Pernyataan itu ia sampaikan dalam Webinar Bincang Santai: Amankah Untuk Berlibur Sekarang? Kamis (1/10/2020).

Gus Agung melanjutkan, upaya itu juga dilakukan untuk tetap menjaga nama baik Bali yang sudah dikenal luas wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara.

"Kita optimis banget lah. Apalagi Bali itu terus dapat the best the best. Kita optimis banget karena ini bukan kita yang berikan, tapi orang luar. Kita masyarakat Bali gimana caranya menjaga sebaik mungkin biar kita menjaga nama. Jangan sampai asal-asalan," imbuh dia.

Hotel di Bali bisa andalkan keunggulan fasilitas outdoor

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, ada dua strategi lainnya yang bisa dilakukan hotel di Bali.

Pertama, Bali memiliki keunggulan yang bisa dijadikan salah satu strategi untuk tetap bisa menarik wisatawan datang, yaitu fasilitas outdoor.

Pura Urun Danu Bratan, Bedugul, BaliDok. Humas Kementerian Pariwisata RI Pura Urun Danu Bratan, Bedugul, Bali

"Saya setuju bahwa Bali itu punya udaranya yang baik dan kondisi hotelnya juga outdoor. Itu bisa menjadi satu pilihan yang menarik. Karena kita pada masa pandemi ini kan lebih banyak dianjurkan tidak dalam satu ruangan untuk kegiatan aktivitas," kata dia.

Untuk itu, ia menyarankan agar pihak hotel di Bali bisa mempromosikan aktivitas-aktivitas outdoor yang bisa dilakukan para tamu.

"Itu lagi digandrungi oleh traveler yang mungkin sudah bosan selama berada di rumah," tambah dia.

Baca juga: 425 Hotel di Bali Sudah Tersertifikasi Protokol Kesehatan

Sekadar informasi, berdasarkan laporan Gus Agung, sudah ada 425 hotel di Bali yang memiliki sertifikat protokol kesehatan.

"Kita ada 425 hotel yang sudah tersertifikasi. Nanti akan kita share hotel-hotelnya, karena memang juga fokus dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu kan salah satunya Bali ya. Jadi sangat hati-hati betul," ujar Gus Agung.

Dengan adanya sertifikasi hotel itu, sambung dia, diharapkan wisatawan dapat merasa nyaman dan aman ketika berwisata ke Bali dan khususnya menginap di hotel.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X