Sekjen PHRI: Smart Traveler, Tantangan Pengusaha Hotel di Masa Pandemi

Kompas.com - 04/10/2020, 17:05 WIB
Ilustrasi protokol kesehatan sektor pariwisata Indonesia Dok. PUSKOMPUBLIK KEMENPAREKRAFIlustrasi protokol kesehatan sektor pariwisata Indonesia

"Misalkan kalau di Bali bisa dijamin, daerah lain seperti apa? Apakah komitmen juga seperti di Bali? Nah, itu kan yang jadi pertanyaan. Traveler itu akan melihat, kalau destinasi tidak menerapkan protokol tentu tidak akan menjadi pilihan," ujar Maulana.

Baca juga: Tips Pilih Penginapan saat Pandemi, Perhatikan 7 Penerapan Protokol Kesehatan Ini

Selain itu, ia meyakini bahwa smart traveler menjadi perubahan tren berwisata yang harus dihadapi pihak hotel maupun sektor pariwisata lainnya.

Alasannya adalah tidak ada wisatawan atau tamu hotel yang ingin sakit pada saat seperti ini.

Menurut Maulana, semua hotel saat ini sudah menerapkan protokol kesehatan, salah satunya mengecek suhu tubuh tamu sebelum masuk ke lobi.

"Traveling di masa normal, wisatawan membuat travel plan. Begitu kita mau berangkat, agak kurang sehat sedikit, kita tetap bisa berangkat. Kalau sekarang sudah tidak bisa berangkat. Nah ini juga harus benar-benar dipahami," sambung dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X