Alasan Batik Indonesia Diakui UNESCO Sebagai Warisan Budaya Dunia

Kompas.com - 05/10/2020, 17:40 WIB
Pengunjung mengamati koleksi batik di Museum Batik Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (2/10/2020). Bertepatan dengan Hari Batik Nasional 2020, Museum batik Pekalongan menampilkan 100 koleksi batik baru dari berbagai daerah dengan tema Bangkitlah Batik Indonesia dengan maksud bahwa batik tetap dapat bertahan meskipun berada pada pandemi Covid-19. ANTARA FOTO/HARVIYAN PERDANA PUTPengunjung mengamati koleksi batik di Museum Batik Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (2/10/2020). Bertepatan dengan Hari Batik Nasional 2020, Museum batik Pekalongan menampilkan 100 koleksi batik baru dari berbagai daerah dengan tema Bangkitlah Batik Indonesia dengan maksud bahwa batik tetap dapat bertahan meskipun berada pada pandemi Covid-19.

KOMPAS.comBatik Indonesia telah dikenal secara mendunia. Bahkan, UNESCO pun mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia.

Lantas apa yang membuat UNESCO mengakui batik dengan predikat tersebut?

Wakil Ketua Yayasan Lasem Heritage Yulia Ayu menuturkan, setidaknya ada tiga kriteria di balik penetapan UNESCO terhadap batik.

Menurutnya, kriteria pertama yang berhasil dipenuhi dan membuat batik Indonesia diakui oleh UNESCO adalah ilmu membatik.

“Ilmunya diturunkan dari generasi ke generasi. Dari pemilihan canting, cara mencanting, desainnya, motifnya, hingga cara pewarnaannya,” kata Yulia.

Baca juga: Rute Sepeda di Yogyakarta, Jelajah Kampung hingga Belajar Batik

Hal ini diungkapkan dalam tur virtual “Kisah Batik Tiga Negeri Lasem: Merayakan Hari Batik Nasional dengan Menjelajah Lasem secara Virtual”, Jumat (2/10/2020).

Kedua, batik Indonesia juga digunakan sebagai bagian dari kehidupan manusia, khususnya di Pulau Jawa.

“Sejak lahir, batik digunakan untuk menggendong bayi. Lalu dalam proses khitanan, pernikahan, hingga untuk menutup jenazah orang yang sudah meninggal,” tutur Yulia.

Ketiga, batik juga kerap digunakan oleh masyarakat Indonesia dalam kegiatan sehari-hari sejak dulu hingga saat ini seperti pakaian.

Batik Indonesia, baik yang berfungsi sebagai pakaian sehari-hari, pakaian mode, atau yang lainnya bahkan juga digunakan oleh masyarakat di sejumlah negara termasuk Myanmar, Singapura, Malaysia, dan Afrika.

Kampung Batik Solo - Seorang pengrajin batik tengah membuat batik di Kampung Batik Kauman, Surakarta, Jawa Tengah.https://pariwisatasolo.surakarta.go.id/ Kampung Batik Solo - Seorang pengrajin batik tengah membuat batik di Kampung Batik Kauman, Surakarta, Jawa Tengah.

Melansir situs resmi UNESCO, batik Indonesia dikelilingi oleh beragam simbol dan kebudayaan. Menggendong bayi dengan kain batik dikatakan sebagai simbol untuk membawa keberuntungan pada kehidupan anak tersebut.

Baca juga: Dolan ke Solo, Jangan Lupa Lihat Kampung Batiknya

Terkait batik sebagai pakaian sehari-hari, masyarakat Indonesia menggunakan batik sebagai busana sehari-hari baik itu dalam lingkungan formal seperti bisnis atau akademik, juga informal seperti merayakan pernikahan.

Selain itu, batik Indonesia dengan beragam motif uniknya juga dianggap memiliki peran penting dalam beberapa ritual tertentu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X