Lasem, Tiongkok Kecil Penghasil Batik Tiga Negeri

Kompas.com - 05/10/2020, 21:05 WIB
Salah satu Kelenteng yang terdapat di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah Dok. Humas Pemprov Jawa TengahSalah satu Kelenteng yang terdapat di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah

KOMPAS.com – Lasem di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah kerap dijuluki sebagai “Kota Batik” lantaran batik tiga negeri yang diproduksinya memiliki kualitas tinggi dan motiftko indah.

Ketua Yayasan Kesengsem Lasem Gilang Surya menuturkan, Lasem yang tercatat dalam kitab Jawa kuno Negarakertagama pada 1365 memiliki sejarah tersendiri terkait batik.

“Di Lasem, ada legenda Bi Nang Un dan Na Lini yang dari seberang sana ke Lasem,” kata Gilang.

Hal ini diungkapkan dalam tur virtual “Kisah Batik Tiga Negeri Lasem: Merayakan Hari Batik Nasional dengan Menjelajah Lasem secara Virtual”, Jumat (2/10/2020).

Baca juga: Pohon Raksasa di Lasem Jadi Spot Favorit Turis, Apa Menariknya?

Bi Nang Un dan Na Lini merupakan sepasang suami istri anggota ekspedisi Laksamana Cheng Ho pada 1405 – 1433 yang menetap di Lasem.

Melansir situs resmi Kesengsem Lasem, pasangan suami istri itulah yang memperkenalkan teknik membatik pada abad ke-15 di Lasem.

“Nama Lasem juga muncul dalam kronik China abad ke-14 sampai ke-17. Dalam kronik Belanda, muncul istilah Lasem yang disebut sebagai daerah orang kaya, Tiongkok kecil, Beijing kecil,” tutur Gilang.

Punya batik yang terkenal

Pada abad ke-19 dan ke-20, Lasem disebut sebagai kota batik yang futuristik. Pada saat itu, batik tiga negeri mulai berkembang di kalangan masyarakat Lasem.

Batik tiga negeri dibuat secara komunal oleh orang Tionghoa. Motifnya campuran Tionghora, Jawa, Eropa, India, dan Persia,” ujar Gilang.

Baca juga: Museum Batik Baru di Lasem Lestarikan Batik Legendaris

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X