Kompas.com - 06/10/2020, 17:40 WIB
Ilustrasi Majalengka - Pemandangan sawah terasering di Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka. SHUTTERSTOCK / Puspa Mawarni168Ilustrasi Majalengka - Pemandangan sawah terasering di Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka.

KOMPAS.com – Kepala Dinas Pariwisata Jawa Barat Deddy Taufik menuturkan, pihaknya tidak memiliki target jumlah desa wisata baru yang akan dikembangkan sepanjang 2020.

“Kalau bisa sebanyak-banyaknya. Jawa Barat ini memiliki 5.312 desa. Dari 5.312 desa, tapi kita coba turunkan pada 251 desa wisata dulu dari 27 kota dan kabupaten,” kata Deddy kepada Kompas.com, Senin (5/10/2020).

Baca juga: 5 Aktivitas Seru di Waduk Darma Kuningan

Deddy mengatakan, pengembangan desa wisata dilakukan untuk memberdayakan masyarakat sebagai langkah untuk memulihkan perekonomian industri pariwisata.

Tidak hanya itu, menurutnya, desa wisata di Jabar memiliki potensi untuk semakin diangkat dan mendatangkan wisatawan lokal karena saat ini mereka adalah target utama untuk desa wisata.

“Dalam new normal, kami ingin fokus masuk desa dulu supaya industri lokal desa berkembang,” tutur Deddy.

Baca juga: 5.312 Desa di Jabar Berpotensi Jadi Desa Wisata, Apa Syaratnya?

Hanya yang memenuhi kriteria

Deddy mengatakan, pengembangan desa wisata akan didasari pada sejumlah kriteria.

“Ada kriteria embrio, berkembang, dan maju. Kita akan lihat dulu beberapa desa itu masuk klasifikasi mana,” ujar Deddy.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X