Kompas.com - 07/10/2020, 08:10 WIB
Penerbangan Qantas akan menggunakan 787 Dreamliner mengitari Australia, pesawat yang biasa digunakan untuk penerbangan jarak jauh Perth-London. QANTAS via ABC INDONESIAPenerbangan Qantas akan menggunakan 787 Dreamliner mengitari Australia, pesawat yang biasa digunakan untuk penerbangan jarak jauh Perth-London.

Ada insentif lain

Selain pemesanan yang diubah menjadi travel credit, maskapai tersebut juga menawarkan insentif seperti memiliki kredit tambahan 10 persen dari nilai pemesanan.

Maskapai juga mengizinkan seluruh penerbangan yang dipesan menggunakan kredit tersebut untuk mendapatkan dua kali layanan poin frequent flyer atau status credit.

Namun, para pembaca Executive Traveller melaporkan penawaran 20 persen dari nilai pemesanan yang ditambahkan ke saldo kredit perjalanan ditambah poin ganda Qantas atau status credit.

Baca juga: Qantas Lakukan Uji Coba Penerbangan Terpanjang Dunia

Saat ini, pembatalan tersebut sejalan dengan pernyataan maskapai sebelumnya bahwa penerbangan internasional kemungkinan tidak dapat dimulai kembali sebelum Juli 2021.

Namun, ada pengecualian pada travel bubble dengan negara-negara seperti Selandia Baru, Singapura, Jepang lantaran mereka berhasil mengendalikan penyebaran virus Covid-19.

Pada saat berita ditulis, penerbangan Qantas dan Jetstar antara Australia dan Selandia Baru tetap dibuka dengan harapan adanya pembukaan travel bubble antara kedua negara tersebut.

Sebelumnya, Qantas menuturkan bahwa jika penerbangan antara Australia dan negara lain dibuka, serta ada permintaan kembali, mereka dapat menambah lebih banyak penerbangan pada jadwal mereka.

Pilihan jika Qantas batalkan penerbangan penumpang

Bagian Perubahan Pemesanan pada situs Qantas menyatakan, jika mereka membatalkan penerbangan penumpang, mereka akan memesan kembali penerbangan pada penerbangan berikutnya yang tersedia ke tujuan yang telah dipesan jika memungkinan.

“Pemesanan dilakukan tanpa biaya tambahan. Atau, Anda bisa memilih kredit atau pengembalian dana. Anda tidak akan dikenakan biaya perubahan atau pembatalan,” seperti yang tertera dalam situs Qantas, mengutip Executive Traveller.

Selanjutnya, Qantas menuturkan bahwa pihaknya akan menghubungi penumpang yang terdampak sesegera mungkin.

Baca juga: Sydney-Dallas, Rute Terpanjang Qantas

Pada keadaan normal, maskapai tersebut memiliki pilihan untuk secara otomatis memesan ulang penumpang pada penerbangan berikutnya yang tersedia ke tujuan awal mereka.

Namun, penumpang tidak diwajibkan untuk menerima alternatif tersebut. Di bawah keadaan saat ini, penumpang mungkin tidak akan berada dalam posisi untuk mengambil penerbangan alternatif apapun.

Penumpang dapat memilih kredit penerbangan dan harga yang dibayar untuk melakukan pemesanan awal akan diubah menjadi voucher Qantas.

Kredit penerbangan yang berlaku selama 12 bulan dapat diterapkan untuk pemesanan penerbangan baru, termasuk ke tujuan selain yang pertama dipesan. Untuk penerbangan domestik, misalnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.