Kadispar Bali: Kami Siap Dukung Travel Corridor Bali-Korsel

Kompas.com - 09/10/2020, 12:55 WIB
Wisatawan mancanegara memadati Pura Uluwatu untuk menyaksikan pertunjukan Tari Kecak. SHUTTERSTOCK/RADITYAWisatawan mancanegara memadati Pura Uluwatu untuk menyaksikan pertunjukan Tari Kecak.

KOMPAS.com - Kepala Dinas Pariwisata Bali, Putu Astawa mengatakan, pihaknya siap mendukung travel corridor Bali dengan Korea Selatan (Korsel) yang digagas Angkasa Pura I (AP I).

"Kita di daerah harus mendukung. Kita akan selalu mendukung apa pun yang menjadi kebijakan pusat, termasuk travel corridor ini," kata Putu saat dihubungi Kompas.com, Kamis (8/10/2020).

Ia melanjutkan, wisatawan Korea Selatan pun juga sudah sering mengunjungi Bali untuk menikmati pariwisatanya.

Wisatawan Korsel menurut dia lebih sering berkunjung ke Bali untuk menikmati keindahan budaya dan alam Pulau Dewata.

"Kalau Korea itu di samping mereka senang akan budaya, mereka juga senang akan keindahan alam. Kebanyakan mereka senang menginap di hotel-hotel yang arsitekturnya mencerminkan khas Bali," imbuh Putu.

Baca juga: Pelaku Pariwisata Bali: Swab Test Lebih Baik untuk Pariwisata Bali

Selain itu, wisatawan Korsel juga tertarik dengan keindahan pemandangan alam Bali. Tak heran apabila jumlah wisatawan Korsel ke Bali berada di urutan ke-7 terbanyak.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, terdapat 213.356 wisatawan mancanegara (wisman) asal Korea Selatan yang berkunjung ke Bali pada 2019 atau 3,40 persen dari keseluruhan.

Kunjungan wisman ke Bali tahun lalu masih didominasi wisman asal Australia sebanyak 1.241.128 orang atau 19,78 persen dari total wisman.

Harus patuhi protokol kesehatan

Meski mengaku siap mendukung travel corridor tersebut, Putu menegaskan bahwa ada satu hal yang harus ditaati wisatawan saat berkunjung kembali ke Bali, yaitu protokol kesehatan.

"Kita mendukung, kita selalu siap. Namun, wisatawan itu juga harus menerapkan protokol kesehatan. Dari pihak kita sendiri, baik hotel, transportasi, dan obyek wisatanya juga terus kita lakukan protokol kesehatan," kata dia.

Ia juga menginfokan bahwa hingga kini Bali masih belum membuka pariwisatanya untuk wisatawan mancanegara.

Danau Bratan, Balishutterstock Danau Bratan, Bali

Keputusan itu diambil  karena berbagai faktor, salah satunya negara-negara masih belum membuka perbatasannya.

"Karena memang negara-negara luar kan masih belum buka juga perbatasannya. Merekanya yang masih meng-close border-nya gitu. Ya kalau kita buka sekarang ya juga pasti sepi-sepi aja," ujar Putu.

Baca juga: Biaya Rapid Test di Bandara Ngurah Rai Bali Turun Jadi Rp 85.000

Sebelumnya, melihat situs resmi Angkasa Pura I, Angkasa Pura Airports menggandeng Incheon International Airport Corporation (IIAC) yang berbasis di Korea Selatan untuk menjajaki kerja sama terkait penerapan pedoman Inisiasi Koridor Sehat atau Safe Corridor Innitiative (SCI) di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama oleh Direktur Utama Angkasa Pura Airports Faik Fahmi dengan Presiden & CEO IIAC Bon-Hwan Koo secara virtual dari kantor masing-masing pada Kamis (10/9/2020).

"Melalui kerja sama ini, kami berupaya dapat meyakinkan masyarakat, baik dari dalam dan luar negeri untuk kembali melakukan perjalanan udara dengan rasa aman dan nyaman di masa adaptasi kebiasaan baru ini," kata Faik dalam keterangan tertulis.

Pihaknya berharap kerja sama itu dapat kembali meningkatkan pariwisata dan roda perekonomian di Indonesia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X