Virtual Heritage, Alternatif Wisata Berbasis Komunitas dan Tematik Budaya di Masa Pandemi

Kompas.com - 10/10/2020, 08:40 WIB
Ilustrasi batik - Seorang pembatik di Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. SHUTTERSTOCK / MitchellSandraIlustrasi batik - Seorang pembatik di Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.


KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 yang belum berakhir masih berdampak ke segala sektor termasuk pariwisata. Meski tersendat, sektor ini memikirkan segala cara untuk tetap hidup, salah satunya menggelar kegiatan wisata virtual.

Wisata virtual atau wisata digital ini memang menjadi satu harapan sektor pariwisata di masa pandemi.

Hal tersebut diungkapkan Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf Rizki Handayani dalam konferensi pers virtual bertemakan " Virtual Heritage" yang diselenggarakan Traval.co, Jumat (9/10/2020).

"Jadi seperti kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, saat ini, digital itu menjadi satu niscaya yang harus dilakukan di masa depan. Kami dari Kemenparekraf akan terus mendukung kegiatan virtual," ujarnya.

Salah satu platform pemesanan paket wisata online, Traval.co saat ini tengah menggelar acara Virtual Heritage yang berlangsung mulai 26 September hingga 25 Oktober 2020.

Baca juga: Inovasi Batik Tiga Negeri Lasem di Tengah Pandemi Covid-19

Platform tersebut bekerja sama dengan Kemenparekraf. Acara ini dapat disaksikan langsung secara gratis di situs resmi Traval.co.

Masjid Raya Sultan Riau, bangunan bersejarah di Pulau Penyengat, (10 2019).SHUTTERSTOCK/HERU SUKMA CAHYANTO Masjid Raya Sultan Riau, bangunan bersejarah di Pulau Penyengat, (10 2019).

Program ini mengangkat wisata tematik berbasis budaya dan wisata berbasis komunitas di delapan titik, mulai dari wilayah barat hingga timur Indonesia.

Selain itu, program Virtual Heritage akan mengangkat para komunitas tersebut sebagai local heroes dalam pelestarian dan pengembangan budaya di daerahnya.

Ada delapan komunitas yang terlibat dalam Virtual Heritage ini di antaranya Lakoat Kujawas di Timor Tengah Selatan, Kayaka Humba di Sumba Timur, Hetika di Bangka Barat, Jabu Sihol di Pematang Siantar, Rumah Cinta Wayang di Depok, Kesengsem Lasem di Rembang, Lepo Lorun di Maumere, dan Pulau Penyengat Kite di Tanjung Pinang.

Wisatawan akan diajak menjelajahi hingga mendapat pengalaman atau pengetahuan budaya dari delapan tempat tersebut secara virtual.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X