Pasuruan Kembangan Desa Wisata, Salah Satunya Arung Jeram di Sumberrejo

Kompas.com - 10/10/2020, 17:05 WIB
Tangkapan layar desa wisata bernama Desa Sumberrejo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (10/10/2020). dok. Youtube Kementerian Desa, Pembangunan, Daerah Tertinggal, dan TrasmigrasiTangkapan layar desa wisata bernama Desa Sumberrejo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (10/10/2020).

Ada juga Wisata Alam Pemandian Sumber Kemado dan River Tubing Jumpinang bagi yang ingin memacu adrenalin.

Pelatihan masyarakat desa

Kini, Bidang Destinasi Wisata Disbudpar Kabupaten Pasuruan memiliki program pelatihan masyarakan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM).

Baca juga: Ingin Wisata Petik Kurma? Datanglah ke Pasuruan

Salah satu pelatihan yang diberikan adalah cara mengelola desa wisata agar potensinya mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung.

Namun, Soeharto mengatakan bahwa pengembangan SDM dan desa wisata tidak hanya dilakukan Disbudpar Kabupaten Pasuruan.

“Kalau ekonomi kreatif, dibina secara kerja sama. Desa wisata secara kelembagaan ada di (ranah) Disbudpar,” imbuh dia.

Soeharto melanjutkan bahwa secara keanggotaan, SDM dibina Dinas Koperasi dengan pelatihan UMKM

"Ada juga pembinaan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, juga berkaitan dengan BUMDes dan koperasi wanita,” sambung dia.

Target KemendesPDTT perbanyak desa wisata

Pada 2019, jumlah desa wisata di Indonesia mencapai angka 7.275 atau sekitar 9,71 persen dari seluruh desa di Nusantara.

Tangkapan layar desa wisata bernama Desa Sumberrejo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (10/10/2020).dok. Youtube Kementerian Desa, Pembangunan, Daerah Tertinggal, dan Trasmigrasi Tangkapan layar desa wisata bernama Desa Sumberrejo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (10/10/2020).

Jumlah itu disampaikan Menteri Desa (Mendes) pada saat itu, yakni Eko Putro Sandjojo, mengutip Antara, Selasa (13/8/2019).

Menurut dia, Kemendes kala itu menargetkan jumlah desa wisata agar bisa bertambah menjadi 10.000 pada 2020.

Baca juga: 3 Pilihan Oleh-oleh Kuliner Olahan Kupang dari Pasuruan

“Kami menargetkan 10.000 desa wisata karena dari pengalaman selama empat tahun adanya dana desa, ternyata desa wisata mampu memberikan pendapatan yang besar,” ujar mantan Mendes tersebut kepada Antara.

Dia melanjutkan, desa-desa wisata bisa mandiri secara finansial dengan mengelola dana desa. Bahkan, pendapatan pajak yang diterima banyak desa wisata lebih besar dibanding dengan dana desa yang diterima.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X