Coba Tur Virtual Wisata Budaya Sambil Belajar Tenun Ikat Sikka khas Maumere

Kompas.com - 10/10/2020, 19:07 WIB
Pengrajin menunjukkan motif kain tenun ikat kepada calon pembeli di Pasar Alok, Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (31/7/2018). Di Pasar Alok, setiap Selasa mulai pukul 06.0013.00 Wita merupakan hari khusus bagi perajin seantero Kabupaten Sikka dan daerah lainnya untuk menjual kain tenun ikat hasil kerajinan tangan yang dibuat dengan mesin tenun tradisonal. ANTARA FOTO/APRILLIO AKBARPengrajin menunjukkan motif kain tenun ikat kepada calon pembeli di Pasar Alok, Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (31/7/2018). Di Pasar Alok, setiap Selasa mulai pukul 06.0013.00 Wita merupakan hari khusus bagi perajin seantero Kabupaten Sikka dan daerah lainnya untuk menjual kain tenun ikat hasil kerajinan tangan yang dibuat dengan mesin tenun tradisonal.

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 membuat orang terpaksa menunda kegiatan traveling secara langsung. Namun, orang masih bisa berwisata secara virtual, salah satunya virtual heritage.

Kegiatan virtual tur bisa menjadi obat rindu bagi kamu yang tak bisa ke mana-mana karena pandemi.

Ada banyak kegiatan virtual tur yang bisa kamu ikuti, salah satunya Virtual Heritage yang digagas Traval.co selama 26 September-25 Oktober 2020.

Sabtu (10/10/2020), virtual heritage akan mengangkat tema Lepo Lorun Tenun Ikat Sikka. Wisatawan akan diajak belajar seluk beluk tenun di Sikka, Kecamatan Maumere, Nusa Tenggara Timur.

Baca juga: Pesona Kain Tenun Ikat Tradisonal Sikka Menghipnotis Wisatawan

Virtual tur dipandu teman dari komunitas Lepo Lorun, sebuah komunitas penenun tradisional Maumere di Kabupaten Sikka, Flores.

Perwakilan Lepo Lorun Valentino Luis mengatakan bahwa pada tur virtual kali ini, wisatawan akan diajak mengenal seluk beluk, sejarah, dan riwayat tenun di Sikka.

"Tenun Sikka itu populer juga di samping Tenun Sumba. Jadi di sini apa yang akan kami paparkan itu cukup banyak," kata Valentino dalam konferensi pers virtual yang diselenggarakan Traval.co, Jumat (9/10/2020).

Pihaknya akan menguraikan tentang sejarah dan bagaimana tenun ikat itu hadir di wilayah kabupaten Sikka. 

Seorang anak bermain di antara kain tenun ikat di Pasar Alok, Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (31/7/2018). Di Pasar Alok, setiap Selasa mulai pukul 06.0013.00 Wita merupakan hari khusus bagi perajin seantero Kabupaten Sikka dan daerah lainnya untuk menjual kain tenun ikat hasil kerajinan tangan yang dibuat dengan mesin tenun tradisonal.ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR Seorang anak bermain di antara kain tenun ikat di Pasar Alok, Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (31/7/2018). Di Pasar Alok, setiap Selasa mulai pukul 06.0013.00 Wita merupakan hari khusus bagi perajin seantero Kabupaten Sikka dan daerah lainnya untuk menjual kain tenun ikat hasil kerajinan tangan yang dibuat dengan mesin tenun tradisonal.

Menurut paparannya, tenun ikat Sikka sudah hadir 1.600 tahun yang lalu. Bukti itu pun sudah diakui secara internasional.

Wisatawan akan mendapat pengetahuan tersebut pada sesi sejarah tenun ikat Sikka. Berikutnya, wisatawan juga akan ditunjukkan bagaimana klasifikasi tenun ikat Sikka.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X