Kompas.com - 11/10/2020, 08:08 WIB
Pengunjung mengenakan masker untuk menghindari tertular Covid-19, saat mengunjungi Tembok Besar China, di Beijing, 18 April 2020. Setelah sempat menjalani masa karantina akibat penyebaran Covid-19, jutaan orang di China kembali turun ke jalan dan mengunjungi kawasan wisata yang kembali dibuka. AFP/WANG ZHAOPengunjung mengenakan masker untuk menghindari tertular Covid-19, saat mengunjungi Tembok Besar China, di Beijing, 18 April 2020. Setelah sempat menjalani masa karantina akibat penyebaran Covid-19, jutaan orang di China kembali turun ke jalan dan mengunjungi kawasan wisata yang kembali dibuka.

KOMPAS.com – Seolah tak kenal pandemi corona, minggu terakhir ini Tembok Besar China penuh dengan wisatawan. Mereka saling berdesakan tanpa jaga jarak di sana.

Memang, sebagian besar wisatawan memakai masker. Namun, terdapat sejumlah orang, termasuk anak-anak yang menarik masker sampai dagu. Bahkan, beberapa orang sama sekali tidak memakai masker.

Kunjungan padat itu dikarenakan Minggu Liburan Golden Week yang berlangsung Kamis-Rabu (1-7 Oktober 2020). Golden Week sendiri adalah hari libur nasional seminggu yang menjadi salah satu periode perjalanan tahunan tersibuk di China.

Berdasarkan laporan resmi China, jumlah kasus yang dilaporkan tetap rendah sejak musim semi. Terdapat beberapa tambahan kasus pada bulan Juni, tetapi dapat diatasi dengan lockdown dan tes massal.

Baca juga: Pariwisata Thailand Segera Buka Lagi, Turis Asing Pertama Datang dari China

Dengan jumlah transmisi lokal yang hampir nol, mulai 1 Oktober 2020 masyarakat berbondong-bondong ke stasiun bus, bandara, dan pusat transit untuk melakukan perjalanan keliling negeri.

Pemerintah provinsi dan kota juga berlomba untuk menarik wisatawan dengan mengeluarkan voucher perjalanan dan wahana diskon, bahkan gratis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tembok Besar juga disiapkan untuk menarik kunjungan wisatawan. Lokasi terpopuler di sana adalah bagian Badaling yang dibuka kembali pada akhir Maret 2020 dengan mengharuskan pengunjung memesan tiket terlebih dahulu.

Bagian Badaling yang populer juga dibatasi dengan jumlah pengunjung harian sebesar 30 persen dari kapasitas biasanya. Menjelang perayaan Golden Week, pihak pengelola menaikkan batas menjadi 75 persen dari kapasitas normal atau sekitar 48.750 pengunjung.

Ilustrasi Tembok Besar China.pixabay.com/12019-10260 Ilustrasi Tembok Besar China.

Adapun, Wilayah Administratif Khusus Badling (lembaga pemerintah pengelola Tembok Besar) merilis pemberitahuan pada 29 September 2020 yang memperingatkan pengunjung untuk terus mengikuti pembatasan selama musim liburan.

Pembatasan itu salah satunya menjaga jarak satu meter. Dalam pemberitahuan, disebutkan  bahwa pengunjung dilarang keras berkumpul bersama.

Halaman:


Sumber CNN Travel
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Tips Menginap di La' Ranch Glamping Adventure Pekalongan, Harus Reservasi

4 Tips Menginap di La' Ranch Glamping Adventure Pekalongan, Harus Reservasi

Travel Tips
Masuk 50 Desa Wisata Terbaik, Desa Wisata Selasari Pangandaran Andalkan Wisata Alam

Masuk 50 Desa Wisata Terbaik, Desa Wisata Selasari Pangandaran Andalkan Wisata Alam

Jalan Jalan
Maroko Cabut Bebas Visa WNI, Harga Paket Wisata Jadi Lebih Mahal

Maroko Cabut Bebas Visa WNI, Harga Paket Wisata Jadi Lebih Mahal

Travel Update
Hotel dan Paket Wisata Belum Dipesan Turis Asing, Ini Kata Pelaku Pariwisata

Hotel dan Paket Wisata Belum Dipesan Turis Asing, Ini Kata Pelaku Pariwisata

Travel Update
Indonesia Sudah Terima Turis Asing, tetapi Belum Ada yang Beli Paket Wisata

Indonesia Sudah Terima Turis Asing, tetapi Belum Ada yang Beli Paket Wisata

Travel Update
Maskapai di Selandia Baru Ubah Pesawat Jadi Tempat Vaksinasi Covid-19

Maskapai di Selandia Baru Ubah Pesawat Jadi Tempat Vaksinasi Covid-19

Travel Update
Dari Sekadar Penghangat hingga Jadi Simbol Budaya, Berikut Kisah tentang Ulos

Dari Sekadar Penghangat hingga Jadi Simbol Budaya, Berikut Kisah tentang Ulos

BrandzView
Thailand Akan Cabut Syarat Karantina untuk Turis dari 10 Negara

Thailand Akan Cabut Syarat Karantina untuk Turis dari 10 Negara

Travel Update
Gunungkidul Siapkan Lokasi QR Code Bus Pariwisata, Antisipasi Macet Saat Uji Coba Buka Wisata

Gunungkidul Siapkan Lokasi QR Code Bus Pariwisata, Antisipasi Macet Saat Uji Coba Buka Wisata

Travel Update
Seperti Indonesia, Thailand Kurangi Periode Karantina Turis Asing

Seperti Indonesia, Thailand Kurangi Periode Karantina Turis Asing

Travel Update
KAI Kembali Hadirkan Livery Jadul 1953-1991 pada KA Legendaris

KAI Kembali Hadirkan Livery Jadul 1953-1991 pada KA Legendaris

Travel Update
Bukit Pinteir Bangka Tengah yang Dekat Bandara dan Hotel, Pas untuk Pencinta Hiking

Bukit Pinteir Bangka Tengah yang Dekat Bandara dan Hotel, Pas untuk Pencinta Hiking

Jalan Jalan
Rute ke Angkringan Griyo Aji Somo, Rumah Makan Bernuansa Jawa-Bali di Wonogiri

Rute ke Angkringan Griyo Aji Somo, Rumah Makan Bernuansa Jawa-Bali di Wonogiri

Travel Tips
5 Aktivitas Menarik di La' Ranch Glamping Adventure Pekalongan, Bisa River Tubing

5 Aktivitas Menarik di La' Ranch Glamping Adventure Pekalongan, Bisa River Tubing

Jalan Jalan
4 Fasilitas di La' Ranch Glamping, Ada River Tubing

4 Fasilitas di La' Ranch Glamping, Ada River Tubing

Jalan Jalan

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.