Kompas.com - 12/10/2020, 21:01 WIB

KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 membuat banyak negara mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke negara lain guna mencegah penyebaran virus.

Imbauan itu membuat pemain golf mancanegara membatalkan perjalanan wisata golf ke Indonesia, sehingga membuat sejumlah operator wisata golf merugi.

Meski begitu, Direktur Multi Holiday Indonesia Rudy Techrisna mengatakan bahwa operator wisata golf masih bisa memanfaatkan pemain golf lokal.

Baca juga: Kota dan Gunung, Wisata Golf Jakarta Tawarkan Pengalaman Unik

“Sekarang penerbangan sudah mulai dibuka ke daerah lain. Teman-teman di daerah luar Jawa bisa memanfaatkannya karena 70 persen pemain golf di sana datang dari Jakarta,” ujar dia.

Pernyataan itu Rudy sampaikan dalam webinar bertajuk “Indonesia Golf Tourism Market Update With IAGTO (International Association of Golf Tour Operators)”, Kamis (1/10/2020).

Menurut dia, antara operator wisata golf dan pengelola lapangan golf bisa saling bekerja sama untuk menawarkan produk wisata golf yang menarik.

“Saya kerja sama dengan beberapa lapangan golf dan coba bikin produk. Respons cukup bagus. Kita pasarkan lewat email, situs, Facebook, segala macam. Pasar dari Singapura sudah tidak sabar ke Indonesia,” tutur Rudy.

Lockdown, waktunya berkreasi

Kendati saat ini para operator wisata golf belum bisa membawa wisatawan mancanegara (wisman), Rudy mengatakan bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mempromosikan produk.

Menurut dia, tidak ada salahnya untuk tetap eksis di dunia pariwisata, dalam hal ini wisata olahraga.

Baca juga: Kemenpar Gencar Dukung Wisata Golf

“Wisman belum bisa datang, tapi kita bisa bikin mereka ingat bahwa Indonesia adalah surga pemain golf. Jangan diam, tetap branding produk,” ujar Rudy.

Guna mengantisipasi para pemain golf yang merasa takut untuk melakukan penerbangan, operator wisata golf bisa menawarkan paket bermain yang berbeda.

Ilustrasi golf - Seorang pemain golf di lapangan golf.SHUTTERSTOCK / Daxiao Productions Ilustrasi golf - Seorang pemain golf di lapangan golf.

Sebagai contoh, Rudy mengatakan bahwa pihaknya mencoba membuat produk bermain golf di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta yang transportasinya menggunakan mobil.

Pihaknya sudah menyiapkan lapangan golf dan akomodasi. Laku atau tidak, hal tersebut tidak terlalu penting karena tujuannya adalah untuk mengingatkan kepada pemain golf bahwa pihaknya masih berjalan di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga: Walton: Jakarta Destinasi Golf Terbaik di Asia

“Pasti ada pasarnya. Cuma harus promosi dan saling kerja sama dengan lapangan golf. Tidak bisa sendiri-sendiri. Percuma lapangan golf banting harga kalau tidak ada yang tahu,” imbuh Rudy.

Perluas pasar melalui kerja sama

Rudy melanjutkan, lapangan golf dapat memperluas cakupan pasar melalui kerja sama dengan para operator wisata golf.

Hal ini lantaran sebagian besar operator tersebut merupakan anggota dari sejumlah asosiasi. Mereka juga kerap ikut serta dalam sejumlah acara pariwisata internasional.

“Kita punya daftar pemain golf se-Indonesia, corporate juga punya. Pemain dari luar negeri, terutama ASEAN dan China juga punya,” kata Rudy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.