Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Panduan Berkunjung ke Karimunjawa Saat Era New Normal

Kompas.com - 15/10/2020, 16:20 WIB
Nicholas Ryan Aditya,
Kahfi Dirga Cahya

Tim Redaksi


KOMPAS.com - Taman Nasional (TN) Karimunjawa resmi buka kembali dan mulai menerima wisatawan, besok Jumat (16/10/2020).

Kendati buka, kunjungan wisata ke TN Karimunjawa tidak serta merta sama seperti masa normal. Pandemi Covid-19 yang belum berakhir memaksa orang untuk menerapkan protokol kesehatan ketika berwisata.

Baca juga: Karimunjawa Buka Lagi Mulai 16 Oktober, Kuota 100 Orang Per Minggu

Pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal, ada beberapa hal yang perlu diketahui wisatawan sebelum berkunjung ke TN Karimunjawa.

Oleh karena itu, ada baiknya kamu menyimak informasi panduan seputar berwisata ke TN Karimunjawa yang telah Kompas.com rangkum sebagai berikut:

Kuota pengunjung 100 orang per minggu

Buka pada masa AKB, TN Karimunjawa membatasi kapasitas pengunjung yaitu kuota 100 orang per minggu.

Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Zamroni Lestiaza.

"Tahap pertama ini dari Balai Taman Nasional menetapkan kuota 100 orang wisatawan per minggu yang bisa masuk ke sana," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (14/10/2020).

Hal ini untuk mengantisipasi adanya banyak pengunjung yang dapat menimbulkan kerumunan. Menghindari kerumunan memang disarankan pada saat masa pandemi.

 

Ilustrasi Karimunjawa - Pantai Anora.SHUTTERSTOCK Ilustrasi Karimunjawa - Pantai Anora.

Pengunjung wajib booking online

Zamroni menambahkan, pengunjung yang datang ke TN Karimunjawa di masa new normal adalah mereka yang sudah melakukan booking online.

Baca juga: Wisatawan ke Karimunjawa Wajib Booking Online, Ini Cara Registrasinya

Para pengunjung wajib melakukan registrasi secara online melalui http://bit.ly/bookingTNKJ.

Melalui situs tersebut, pengunjung dapat melihat lebih lanjut bagaimana cara melakukan registrasi online TN Karimunjawa.

Wajib membawa surat bebas Covid-19 minimal rapid test

Pembukaan TN Karimunjawa juga dilakukan secara ketat dan bertahap. Untuk itu, wisatawan yang hendak berkunjung pun dikhususkan sedemikian rupa termasuk soal kesehatannya.

Pihak TN Karimunjawa telah memberlakukan syarat masuk wisatawan adalah dengan membawa surat keterangan bebas Covid-19 minimal rapid test.

"Kalau punya hasil swab juga bisa masuk," jelasnya.

Wisatawan bawa alat diving dan snorkeling sendiri

Aktivitas wisata di TN Karimunjawa mulai berjalan besok Jumat. Oleh karena itu, semua aktivitas wisata termasuk paling favorit yaitu diving dan snorkeling, dapat terlaksana.

Baca juga: Karimunjawa Buka, Wisatawan Disarankan Bawa Alat Diving dan Snorkeling Sendiri

Namun, ada beberapa ketentuan khusus yang perlu disimak wisatawan. Jelas Zamroni. aktivitas wisata snorkeling dan diving disarankan membawa peralatan sendiri dari rumah.

"Untuk alat yang istilahnya dipakai bergantian, itu yang tidak diperbolehkan," terangnya.

Jika tak membawa alat, wisatawan bisa membeli peralatan tambahan pada petugas agar tak memakai peralatan secara bergantian.

"Teman-teman di sana sudah mengantisipasi soal ini. Jadi kalau snorkeling itu alat yang digigit itu ujungnya, itu kan bisa bergantian, nah itu yang dilarang beroperasi. Nanti wisatawan bisa beli dengan biaya tambahan di sana," jelasnya.

 

Ilustrasi Kepulauan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah.shutterstock/Mazur Travel Ilustrasi Kepulauan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah.

Kapasitas kapal dibatasi 50 persen

Pada pembukaannya besok, kegiatan pariwisata dari dan menuju TN Karimunjawa juga sudah diatur secara ketat sesuai protokol kesehatan.

Hal ini ditunjukkan dengan adanya pembatasan kapasitas kapal dari dan menuju TN Karimunjawa.

Zamroni menerangkan, kapal telah diatur untuk memiliki kapasitas tampung hanya separuh dari kapasitas saat normal.

"Kurang lebih kan dalam kondisi normal, misalnya Bahari Express itu 300-an kalau tidak salah. Beda-beda kapasitas kapalnya, tapi yang pasti dari sisi protokol kami sudah sampaikan bahwa ada jarak di dalam kapal, tempat duduk diberi selang-seling. Jadi hanya bisa separuh dari kapasitas kapal," jelasnya.

Portal satu pintu masuk

Selain kapal yang dibatasi kapasitasnya, pengunjung juga wajib mengetahui bahwa pintu masuk menuju TN Karimunjawa hanya bisa satu pintu.

Baca juga: Karimunjawa Zona Hijau Covid-19, Diharapkan Tidak Ada Klaster Saat Buka

Adapun pintu penyeberangan menuju TN Karimunjawa di masa new normal hanya bisa melalui pelabuhan Jepara.

Sementara pintu pelabuhan lain menuju TN Karimunjawa belum dapat dioperasikan.

Pengunjung anak-anak, ibu hamil, dan lansia dilarang masuk

Untuk sementara waktu, pengunjung dengan kategori usia anak-anak atau di bawah 10 tahun, ibu hamil , dan lansia dianjurkan tidak berkunjung ke Karimunjawa.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disparpora) Jawa Tengah Sinoeng Nugroho Rachmadi.

"Kemudian anak dibawah 10 tahun, ibu hamil dan lansia, terutama yang mempunyai riwayat penyakit jantung dan hipertensi dianjurkan untuk tidak ke Karimunjawa," katanya, Rabu (14/10/2020).

Selalu terapkan protokol kesehatan seperti 3M

Semua pelaku pariwisata termasuk wisatawan yang berkunjung ke TN Karimunjawa wajib melakukan 3 M yaitu mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir.

Wisatawan juga disarankan membawa hand sanitizer. Selain itu, jika wisatawan bersuhu tinggi atau lebih dari 37,3 derajat celsius, dan sedang dalam keadaan tidak sehat yaitu menunjukkan gejala demam, batuk, flu dan lainnya, agar tidak datang berkunjung.

 

Ilustrasi pemandangan salah satu pulau di Kepulauan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah.shutterstock/Ari Wid Ilustrasi pemandangan salah satu pulau di Kepulauan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah minta pembukaan diawasi secara ketat dan sedikit eksklusif

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar TN Karimunjawa dilakukan pengawasan secara ketat terkait protokol kesehatan.

Hal ini menyusul diumumkannya secara resmi pembukaan aktivitas wisata di TN Karimunjawa mulai Jumat (16/10/2020).

“Saya minta Kadisporapar-nya untuk mengawasi. Syaratnya ketat. SOP-nya diikuti juga dengan ketat, kalau perlu semua menggunakan tes-tes yang tidak hanya rapid tapi PCR. Dan transportasi harus didata, dan beres," kata Ganjar dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/10/2020).

Baca juga: Karimunjawa Kembali Terima Wisatawan, Ganjar: Sedikit Ekslusif Dulu

Ia juga mengatakan bahwa bisa saja harga tiket TN Karimunjawa menjadi lebih mahal dari biasanya.

Untuk itu, ia meminta wisatawan dapat memaklumi beberapa hal tersebut agar protokol kesehatan tetap terjaga.

“Saya sampaikan mohon maaf kalau kemudian, mungkin agak sedikit ekslusif dulu. Mungkin biayanya agak tinggi, mungkin. Tapi karena kita butuh sesuatu yang lebih ketat maka itu jauh lebih baik,” jelasnya.

Terlebih dengan status zona hijau TN Karimunjawa, ia juga meminta agar proses ketat perlindungan terhadap kawasan itu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Barcelona Hapus Rute Bus dari Google Maps, Ini Alasannya

Barcelona Hapus Rute Bus dari Google Maps, Ini Alasannya

Travel Update
4 Tips Berkunjung ke Desa Wisata Koto Kaciak, Datang Pagi Hari

4 Tips Berkunjung ke Desa Wisata Koto Kaciak, Datang Pagi Hari

Travel Tips
Cara Menuju ke Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang

Cara Menuju ke Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang

Jalan Jalan
4 Oleh-Oleh Desa Wisata Koto Kaciak, Ada Rinuak dan Celana Gadebong

4 Oleh-Oleh Desa Wisata Koto Kaciak, Ada Rinuak dan Celana Gadebong

Travel Tips
Istana Gyeongbokgung di Korea Akan Buka Tur Malam Hari mulai Mei 2024

Istana Gyeongbokgung di Korea Akan Buka Tur Malam Hari mulai Mei 2024

Travel Update
Desa Wisata Lerep, Tawarkan Paket Wisata Alam Mulai dari Rp 60.000

Desa Wisata Lerep, Tawarkan Paket Wisata Alam Mulai dari Rp 60.000

Jalan Jalan
Itinerary Seharian Sekitar Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Ngapain Saja?

Itinerary Seharian Sekitar Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Ngapain Saja?

Jalan Jalan
 7 Olahraga Tradisional Unik Indonesia, Ada Bentengan

7 Olahraga Tradisional Unik Indonesia, Ada Bentengan

Jalan Jalan
5 Tips Liburan dengan Anak-anak Menggunakan Kereta Api Jarak Jauh

5 Tips Liburan dengan Anak-anak Menggunakan Kereta Api Jarak Jauh

Travel Tips
Mengenal Desa Wisata Koto Kaciak, Surga Budaya di Kaki Bukit Barisan

Mengenal Desa Wisata Koto Kaciak, Surga Budaya di Kaki Bukit Barisan

Jalan Jalan
Aktivitas Wisata di Bromo Ditutup mulai 25 April 2024, Ini Alasannya

Aktivitas Wisata di Bromo Ditutup mulai 25 April 2024, Ini Alasannya

Travel Update
Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Travel Update
Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Travel Update
Usung Konsep Eco Friendly, Hotel Qubika Bakal Beroperasi Jelang HUT Kemerdekaan RI di IKN

Usung Konsep Eco Friendly, Hotel Qubika Bakal Beroperasi Jelang HUT Kemerdekaan RI di IKN

Hotel Story
Ada Women Half Marathon 2024 di TMII Pekan Ini, Pesertanya dari 14 Negara

Ada Women Half Marathon 2024 di TMII Pekan Ini, Pesertanya dari 14 Negara

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com