Kompas.com - 16/10/2020, 13:15 WIB


KOMPAS.com - Pariwisata Yogyakarta mulai bergerak kembali sejak Juli 2020 setelah berbulan-bulan terdampak pandemi. Berbagai tempat wisata mulai dibuka kembali, termasuk Tebing Breksi.

Tempat wisata yang berlokasi di sebelah selatan Candi Prambanan dan dekat Candi Ijo ini sudah buka sejak 14 Juli 2020 dengan protokol kesehatan.

Wisatawan dapat berkunjung dan menikmati aktivitas wisata di tempat yang terkenal karena sebagai spot sunset di atas ketinggian.

Baca juga: 6 Kafe Instagramable Dekat Tempat Wisata Yogyakarta, Tamansari Cafe sampai 0 Km Coffee

Tebing Breksi yang dulunya merupakan bekas pertambangan ini memiliki banyak spot Instagramable. Wisatawan juga bisa naik beberapa tebing melalui anak tangga yang tersedia.

Namun, sebelum kembali merasakan keindahan panorama Tebing Breksi, ada beberapa informasi yang harus diperhatikan.

Ada dua hal penting pula selain protokol kesehatan yang wajib diperhatikan wisatawan yaitu harga tiket masuk dan cara menuju Tebing Breksi.

Berikut Kompas.com rangkum panduan harga tiket masuk dan rute menuju lokasi Tebing Breksi:

Pemandangan Tlatar Seneng di Tebing Breksi terlihat dari ketinggian.Instagram @tebingbreksi_official Pemandangan Tlatar Seneng di Tebing Breksi terlihat dari ketinggian.

Harga tiket masuk Tebing Breksi Oktober 2020

Ketua Pengelola Tebing Breksi Kholiq Widiyanto menginformasikan bahwa harga tiket masuk masih sama yaitu Rp 5.000 per orang.

Hal ini, kata dia, berlaku untuk bulan Oktober dan November 2020. Lanjutnya, harga akan mengalami kenaikan pada bulan Desember 2020.

"Untuk saat ini bulan Oktober-November 2020 masih Rp 5.000 per orang. Khusus Desember 2020, tiket diubah menjadi Rp 10.000 per orang," jelasnya kepada Kompas.com, Kamis (15/10/2020).

Sementara itu, untuk harga tiket parkir kendaraan, motor Rp 2.000, mobil Rp 5.000, mini bus Rp 15.000, dan bus Rp 25.000.

Baca juga: Tebing Breksi Buka Kembali, Ini Protokol Kesehatan dan Harga Tiket Masuk

Ia menambahkan, untuk saat ini belum ada aktivitas wisata baru yang bisa dinikmati wisatawan.

Namun, ia tak memungkiri bahwa pengelola tengah melakukan proses pengembangan agar wisata ini menjadi semakin menarik.

Sayang, ia tak memberitahu spesifik aktivitas wisata baru apa yang dikembangkan pengelola.

"Saat ini Tebing Breksi masih dalam proses pengembangan tempat wisata agar lebih menarik lagi ke depannya," ujarnya.

Mobil jeep wisata tampak berjejer menunggu pengunjung. Mobil jeep wisata ini menyediakan fasilitas keliling area wisata di sekitar Tebing Breksi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.shutterstock/Tiwuk Suwantini Mobil jeep wisata tampak berjejer menunggu pengunjung. Mobil jeep wisata ini menyediakan fasilitas keliling area wisata di sekitar Tebing Breksi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Cara menuju Tebing Breksi

Setelah mengetahui harga tiket masuk, hal yang perlu diketahui lainnya adalah cara menuju Tebing Breksi.

Jelas Kholiq, wisatawan tak perlu susah-susah menuju Tebing Breksi. Cukup andalkan akses aplikasi Google Maps dan ketik Tebing Breksi atau Breksi Park Official.

Menurutnya, cara ini yang paling mudah untuk menuju Tebing Breksi terlebih dari Kota Yogyakarta.

Usai mengaktifkan Google Maps, kamu nantinya akan diinformasikan mulai dari waktu tempuh perjalanan hingga jarak yang harus dilalui.

Dari Kota Yogyakarta, jarak ke Tebing Breksi sejauh 17 kilometer dan dapat ditempuh selama 30-40 menit perjalanan darat.

Perlu diingat bahwa lokasi tepatnya Tebing Breksi berada di Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman.

Baca juga: Taman Tebing Breksi, Bekas Tambang yang Kini Hit di Yogyakarta

Pertama, kamu akan diarahkan ke Candi Prambanan. Sampai di pertigaan pasar Prambanan, ambil kanan ke arah Piyungan.

Jarak tempuh dari sana tinggal sekitar 3 kilometer untuk sampai ke Tebing Breksi. Kemudian, kamu tinggal mencari petunjuk arah ke Candi Ijo.

Lalu, ambil kiri di pertigaan sebelum SDN Sambirejo. Dari pertigaan tersebut, kamu masih harus menempuh perjalanan sekitar 1 kilometer.

Siapkan kondisi kendaraanmu agar tetap prima. Hal tersebut karena rute yang dilalui akan menanjak sebelum sampai di lokasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tingkat Pencarian Perjalanan Domestik Naik 51 Persen pada April-Mei 2022

Tingkat Pencarian Perjalanan Domestik Naik 51 Persen pada April-Mei 2022

Travel Update
Monumen Bajra Sandhi Jadi Media Promosi Sejarah Bali kepada Turis Asing

Monumen Bajra Sandhi Jadi Media Promosi Sejarah Bali kepada Turis Asing

Travel Update
6 Destinasi Wisata Disiapkan untuk Sport Tourism, Ada F1 di Danau Toba

6 Destinasi Wisata Disiapkan untuk Sport Tourism, Ada F1 di Danau Toba

Travel Update
8 Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia dengan Sensasi Berjalan di Awan

8 Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia dengan Sensasi Berjalan di Awan

Jalan Jalan
Mesut Oezil di Indonesia, Ingin Salat Jumat di Masjid Istiqlal

Mesut Oezil di Indonesia, Ingin Salat Jumat di Masjid Istiqlal

Travel Update
Tradisi Roko Molas Poco di Manggarai NTT, Budaya Hormati Perempuan sebagai Ibu Bumi

Tradisi Roko Molas Poco di Manggarai NTT, Budaya Hormati Perempuan sebagai Ibu Bumi

Travel Update
Sering Lihat Pramugari Letakkan Tangan Dibelakang, Ini Penjelasannya

Sering Lihat Pramugari Letakkan Tangan Dibelakang, Ini Penjelasannya

Travel Update
7 Tips Keliling Jakarta Naik Bus Wisata Gratis, Naik di Halte Pertama

7 Tips Keliling Jakarta Naik Bus Wisata Gratis, Naik di Halte Pertama

Travel Tips
Panduan Wisata Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Ada Tips Lihat Sunset

Panduan Wisata Pantai Pulau Merah Banyuwangi, Ada Tips Lihat Sunset

Travel Tips
Mesut Oezil Pilih Rendang Sebagai Makanan Terenak Indonesia

Mesut Oezil Pilih Rendang Sebagai Makanan Terenak Indonesia

Travel Update
Mesut Oezil Ingin Kunjungi Bali dan Masjid Istiqlal

Mesut Oezil Ingin Kunjungi Bali dan Masjid Istiqlal

Travel Update
Menparekraf Sasar Micro Influencer Atlet untuk Promosi Sport Tourism

Menparekraf Sasar Micro Influencer Atlet untuk Promosi Sport Tourism

Travel Update
Kemenparekraf Gandeng Mesut Oezil, Bidik Pasar Timur Tengah dan Eropa

Kemenparekraf Gandeng Mesut Oezil, Bidik Pasar Timur Tengah dan Eropa

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Pantai Pulau Merah Banyuwangi

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Pantai Pulau Merah Banyuwangi

Travel Tips
Covid-19 Melandai, Masyarakat Aceh Ramai Bikin Paspor untuk Wisata

Covid-19 Melandai, Masyarakat Aceh Ramai Bikin Paspor untuk Wisata

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.