Aturan Berkunjung ke Desa Wisata Nglanggeran, Catat Waktu Bukanya

Kompas.com - 16/10/2020, 16:25 WIB
Kawasan Gunung Api Purba Dilihat dari Embung Nglanggeran, Gunungkidul. KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYAKawasan Gunung Api Purba Dilihat dari Embung Nglanggeran, Gunungkidul.


KOMPAS.com - Desa Wisata Nglanggeran yang berlokasi di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) buka kembali dengan protokol kesehatan sejak 24 Juli 2020.

Pengelola Desa Wisata Nglanggeran Sugeng Handoko mengatakan, beroperasinya kembali aktivitas wisata di Nglanggeran masih dalam tahap uji coba terbatas.

"Sebenarnya istilahnya bukan buka, tapi uji coba terbatas. Nglanggeran salah satu destinasi yang cukup awal, karena menjadi percontohan juga itu kita buka tanggal 24 Juli 2020," kata Sugeng saat dihubungi Kompas.com, Jumat (16/10/2020).

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan wisatawan sebelum berkunjung ke Nglanggeran. Salah satu aturannya adalah pengelola membatasi segala aktivitas wisata mulai dari waktu operasional hingga kapasitas pengunjung.

Baca juga: Kapan Waktu Terbaik Berkunjung ke Desa Wisata Nglanggeran Yogyakarta?

Untuk Desa Wisata Nglanggeran, kata dia, pada masa new normal memiliki waktu operasional mulai pukul 08.00-18.00 WIB.

"Jadi memang pada masa ini ada kebijakan baru, yang pertama jam operasional. Kita juga batasi. Jadi kami itu buka Selasa-Minggu jamnya 08.00-18.00 sore. Jadi hari Senin kami libur untuk pembersihan kawasan, disinfektan, dan mengecek kesiapan protokol kesehatan," jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lalu, seperti apa cara berkunjung ke Desa Wisata Nglanggeran pada masa new normal? Berikut Kompas.com rangkum penjelasan Sugeng terkait aturan baru wisatawan ke Nglanggeran:

Desa Wisata Nglanggeran yang berada di Yogyakarta, masuk dalam Top 100 Destinasi Berkelanjutan Dunia bersama tiga desa wisata di Indonesia lainnya.Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Desa Wisata Nglanggeran yang berada di Yogyakarta, masuk dalam Top 100 Destinasi Berkelanjutan Dunia bersama tiga desa wisata di Indonesia lainnya.

Wisatawan melakukan reservasi online

Semua wisatawan yang hendak datang ke Desa Wisata Nglanggeran wajib melakukan reservasi online melalui aplikasi VISITING JOGJA.

Sugeng menerangkan, Desa Wisata Nglanggeran termasuk dalam beberapa tempat wisata yang masuk ke dalam daftar reservasi online VISITING JOGJA.

"Jadi di Yogyakarta ini kan ada beberapa destinasi unggulan itu masuk ke situ," ujarnya.

Adapun penggunaan aplikasi tersebut untuk menjamin ketersediaan kuota pengunjung wisata. Wisatawan dapat melihat sendiri ketersediaan kuota pengunjung per harinya di aplikasi tersebut.

 

Simulasi Pembukaan Pariwisata di Gunung Api Purba Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, Selasa (16/6/2020)KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO Simulasi Pembukaan Pariwisata di Gunung Api Purba Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, Selasa (16/6/2020)

Wajib ikuti protokol kesehatan

Langkah berikutnya, ketika sampai di tempat wisata, semua pengunjung wajib mengikuti aturan protokol kesehatan.

Baca juga: Virtual Tour ke Desa Nglanggeran, Jelajah Tempat Wisata dalam 2 Jam

Hal ini untuk mencegah penyebaran Covid-19 di tempat wisata yang sudah dibuka. Oleh karena itu, setiap pengunjung dan petugas wajib mengenakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Pihak pengelola juga telah menyediakan tempat cuci tangan di beberapa titik lokasi wisata.

Pembayaran non tunai

Jika reservasi atau pendaftaran kunjungan melalui online, lalu bagaimana dengan aktivitas atau cara membayar tiket wisata?

Jelas Sugeng, wisatawan tetap melakukan pembayaran langsung di tempat dengan mendatangi tempat wisata di Nglanggeran.

Namun, pada saat melakukan pembayaran dilakukan dengan uang non tunai.

"Pembayaran non tunai kita arahkan ke sana. Jadi pembayarannya menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Penggunaannya, wisatawan cukup membayar dengan scan QR Code di loket. Kode ini sudah terintegrasi dengan seluruh aplikasi yang menerima pembayaran dengan QR Code.

 

Petang di Embung Nglanggeran, Gunungkidul.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Petang di Embung Nglanggeran, Gunungkidul.

Pengunjung rombongan wajib bawa rapid test

Desa Wisata Nglanggeran juga sudah menerima wisatawan rombongan. Namun, ada syarat yang berlaku, salah satunya adalah wajib membawa surat keterangan bebas Covid-19 minimal rapid test.

Baca juga: Berkunjung ke Gunung Api Purba Nglanggeran, Ini Aturan New Normal

"Mereka harus bawa surat rapid test. Jadi yang rombongan, kemudian rombongan studi banding atau mereka ambil paket wisata di kami. Karena kan mereka ini nantinya berinteraksi dengan kami," paparnya.

Aturan ini dilakukan agar meminimalisasi penyebaran Covid-19 baik wisatawan maupun pemandu wisata.

Namun, bagi wisatawan yang datang perorangan atau individu, bisa masuk tanpa perlu menunjukkan surat rapid test.

Perhatikan kuota pengunjung 500 orang per hari

Pada masa new normal, Desa Wisata Nglanggeran membatasi kapasitas pengunjung yaitu 500 orang per harinya.

Aturan ini berlaku untuk semua tempat wisata di Desa Wisata Nglanggeran yang sudah dibuka yaitu Gunung Api Purba dan Embung Nglanggeran.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Kegiatan Wisata di Anjungan Sumatera Utara TMII, Belajar Seputar Kain Ulos

6 Kegiatan Wisata di Anjungan Sumatera Utara TMII, Belajar Seputar Kain Ulos

Jalan Jalan
7 Oleh-oleh Makanan Serba Manis Khas Bandung

7 Oleh-oleh Makanan Serba Manis Khas Bandung

Jalan Jalan
Sejarah Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Berdiri Kokoh Sejak 1760

Sejarah Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Berdiri Kokoh Sejak 1760

Jalan Jalan
Kegigihan Industri Perhotelan di Tengah Pandemi dan PPKM Jawa-Bali

Kegigihan Industri Perhotelan di Tengah Pandemi dan PPKM Jawa-Bali

Travel Update
Ancol dan TMII Terapkan Aturan Ganjil Genap hingga 19 September

Ancol dan TMII Terapkan Aturan Ganjil Genap hingga 19 September

Travel Update
Desa Wisata Majapahit Bejijong Mojokerto, Lokasi Wisata Sejarah Kerajaan Majapahit

Desa Wisata Majapahit Bejijong Mojokerto, Lokasi Wisata Sejarah Kerajaan Majapahit

Jalan Jalan
Hari PMI, Peringatan Sejarah Pendirian Kepalangmerahan Tanah Air

Hari PMI, Peringatan Sejarah Pendirian Kepalangmerahan Tanah Air

Jalan Jalan
Jejak Pendirian PMI di Yogyakarta Ada di Museum Benteng Vredeburg

Jejak Pendirian PMI di Yogyakarta Ada di Museum Benteng Vredeburg

Jalan Jalan
6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

Jalan Jalan
Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Travel Update
Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Travel Update
Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Travel Update
Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Travel Update
Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Travel Update
Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.