20 Persen Wisatawan Banyuwangi Berasal dari Jember, Kenapa?

Kompas.com - 16/10/2020, 19:31 WIB
Suasana De Djawatan Banyuwangi saat hari libur. (22/9/2019) KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYASuasana De Djawatan Banyuwangi saat hari libur. (22/9/2019)

JEMBER, KOMPAS.com – Jumlah wisatawan yang datang berkunjung ke Kabupaten Banyuwangi berasal dari Jember mencapai 20 persen.

Jarak yang dekat membuat warga Jember memilih datang ke sana. Selain itu, banyak pilihan tempat wisata yang bisa dinikmati.

“Tahun 2019 lalu, Jember menyumbang 20 persen dari 18.000 kunjungan ke Banyuwangi,” kata Resort Manager Hotel Ketapang Indah, Pungky Kusuma pada Kompas.com saat media gathering dengan wartawan di Taman Botani Sukorambi, Rabu (14/10/2020)

Menurut dia, ada beberapa alasan warga Jember datang ke Banyuwangi. Pertama, ada meeting yang dilakukan sejumlah perkantoran, baik swasta maupun negeri. Selain itu, komunitas yang memilih berwisata karena jarak yang tidak terlalu jauh.

Baca juga: Ini Cara Banyuwangi Yakinkan Wisatawan agar Mau Berkunjung ke Sana

Kunjungan domestik juga berasal dari kalangan pendidikan di Jember. Kemudian, ada pula keluarga yang menghabiskan waktu libur di sana. Untuk itu, pihaknya fokus menggaet wisatawan domestik saat hotel terdampak Covid-19.

Pungky mengaku bahwa upaya menggaet wisatawan dari berbagai daerah sudah dilakukan sejak 10 tahun lalu. Sekarang, pariwisata Banyuwangi sudah menikmati hasilnya.

“Karena banyak dari Jember, kami mengundang pihak tour travel, komunitas, dan perusahaan di Jember,” imbuh dia.

Tujuannya adalah untuk meminta masukan dari warga Jember yang telah memilih Banyuwangi sebagai tujuan wisata.

Pantai Pulau Merah di BanyuwangiSHUTTERSTOCK.com/DENIS MOSKVINOV Pantai Pulau Merah di Banyuwangi

 

“Jember punya peluang yang sangat bagus. Mereka datang secara langsung hingga pesan tiket dari Traveloka atau Pagoda,” ujar Pungky.

Pihaknya pun fokus untuk menggarap pasar milenial untuk berwisata. Mereka biasanya menghabiskan waktu selama dua malam dengan bujet Rp 2,75 juta untuk menginap di hotel dan berwisata.

Upaya lain adalah memasarkan wisata Banyuwangi melalui kampanye di media sosial. Generasi milenial memang memiliki kekuatan besar di masa depan untuk meningkatkan kunjungan pariwisata.

Baca juga: Di Pulau Merah Banyuwangi, Sampah Plastik Bisa Ditukar Emas

Pada 2019 lalu, kunjungan milenial ke Banyuwangi mencapai 17 persen. Meski terdampak pandemi Covid-19, Pungky yakin kondisi perhotelan bakal stabil kembali. Bahkan, pihaknya sudah mempersiapkan kunjungan wisatawan tahun 2021.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X