Harga Tiket Masuk Wisata di Nglanggeran dan Cara Menuju ke Sana

Kompas.com - 16/10/2020, 20:31 WIB
Kawasan Gunung Api Purba Dilihat dari Embung Nglanggeran, Gunungkidul. KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYAKawasan Gunung Api Purba Dilihat dari Embung Nglanggeran, Gunungkidul.

KOMPAS.com - Desa Wisata Nglanggeran sudah buka tahap uji coba terbatas sejak 24 Juli 2020. Lokasi wisata ini berada di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Wisatawan bisa kembali berkunjung ke sana dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun atau air mengalir.

Terdapat juga aturan pembatasan yang dilakukan pengelola desa wisata mulai dari kuota pengunjung serta waktu operasional.

Namun, wisatawan belum bisa mengunjungi semua tempat di Desa Wisata Nglanggeran.

Baca juga: Tempat Kuliner Baru di Nglanggeran Yogyakarta, Ada Belalang Goreng

Menurut pengelola Desa Wisata Nglanggeran Sugeng Handoko, pihaknya baru dapat membuka dua tempat wisata saja, yaitu Gunung Api Purba Nglanggeran dan Embung Nglanggeran.

"Kampung Pitu dan Air Terjun Kedung Kandang belum kita buka. Pertama ,kita masih uji coba terbatas dan kita akan terjunkan tim ke sana. Harapannya mereka sudah menerapkan protokol dengan baik," kata dia saat dihubungi Kompas.com, Jumat (16/10/2020).

Untuk itu, pengunjung tetap bisa datang ke dua tempat wisata yang sudah buka yaitu Gunung Api Purba dan Embung Nglanggeran.

Sebelum berkunjung, ada dua hal penting yang perlu diketahui di antaranya harga tiket masuk dan cara menuju lokasi.

Baca juga: Menikmati Syahdunya Petang di Embung Nglanggeran, Gunungkidul

Berikut Kompas.com rangkum informasi harga tiket masuk dan cara menuju dua lokasi wisata di Nglanggeran:

Harga tiket wisata Nglanggeran 2020

Sugeng mengatakan, harga tiket masuk wisata di Desa Wisata Nglanggeran berbeda satu tempat dengan lainnya.

Hal tersebut, imbuh dia, karena belum tentu wisatawan akan datang ke semua tempat wisata di Nglanggeran.

"Maka tiketnya kami pisah sendiri-sendiri karena belum tentu semuanya akan mengunjungi dua-duanya," ujar Sugeng.

Kawasan Puncak Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunungkidul, YogyakartaKOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Kawasan Puncak Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunungkidul, Yogyakarta

Untuk tiket masuk Gunung Api Purba harganya Rp 15.000 per orang, sedangkan tiket masuk Embung Nglanggeran Rp 10.000 per orang.

Pembayaran dapat dilakukan menggunakan non-tunai dengan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Teknisnya, wisatawan cukup membayar dengan scan QR Code di loket. Kode ini sudah terintegrasi dengan seluruh aplikasi yang menerima pembayaran dengan QR Code.

Cara menuju Nglanggeran

  • Bisa naik DAMRI

Sugeng mengatakan, ada banyak cara menuju lokasi Desa Wisata Nglanggeran. Cara pertama yang ia sebutkan adalah menggunakan transportasi bus DAMRI.

Panorama matahari terbit di Embung Nglanggeran, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta.KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Panorama matahari terbit di Embung Nglanggeran, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta.

"DAMRI sudah sampai di Nglanggeran yang kecil Elf itu," kata dia.

Menurutnya, kini wisatawan yang datang dari Kota Yogyakarta bisa langsung naik DAMRI untuk sampai ke Nglanggeran. Ada empat armada DAMRI yang memiliki rute ke Nglanggeran.

  • Naik transportasi online

Cara kedua adalah bisa dengan menggunakan transportasi online. Jelas Sugeng, pergi menggunakan transportasi online dinilai menjadi cara yang paling mudah untuk sampai ke Nglanggeran.

Baca juga: Kapan Waktu Terbaik Berkunjung ke Desa Wisata Nglanggeran Yogyakarta?

"Cara mudahnya pakai online. Bisa langsung ketik Desa Wisata Nglanggeran, nanti langsung diantarkan ke sini," tutur dia.

Sugeng meyakinkan bahwa akses menuju desa wisatanya sudah terhubung dengan aplikasi transportasi online, baik pergi maupun pulang.

  • Naik kereta api

Jika kamu datang dari jarak jauh, salah satunya menggunakan moda transportasi kereta api, bisa turun di Stasiun Yogyakarta atau Lempuyangan.

Kemudian dari stasiun dapat melanjutkan perjalanan naik transportasi umum yaitu Trans Jogja.

Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunungkidul, YogyakartaKOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunungkidul, Yogyakarta

"Naik Trans Jogja dulu ke arah Jalan Wonosari. Kemudian naik bus lagi jurusan Jogja-Wonosari, tapi sebenarnya untuk naik angkutan umum agak kurang nyaman. Misalnya harus nunggu agak lama dan lain sebagainya," ujar Sugeng.

  • Tunggu jemputan dari Desa Wisata Nglanggeran

Pihak Desa Wisata Nglanggeran juga memiliki fasilitas antar-jemput wisatawan. Sugeng menerangkan, wisatawan bisa saja menghubungi desa wisata agar minta tolong dijemput di sekitar Yogyakarta.

"Bisa kontak kami supaya dijemput misalnya di bandara, stasiun, terminal dan lainnya. Kami sering juga melakukan itu," katanya.

  • Naik kendaraan pribadi

Jika kamu menggunakan kendaraan pribadi dari Kota Yogyakarta, langsung saja arahkan kendaraan ke Wonosari.

Sampai di Bukit Bintang, kamu akan melihat tulisan "Selamat Datang di Gunungkidul". Agak naik sedikit, kamu akan menemukan perempatan Patuk.

Baca juga: Berkunjung ke Gunung Api Purba Nglanggeran, Ini Aturan New Normal

"Kalau kendaraan kecil itu bisa lewat situ, belok kiri dari Bukit Bintang atau perempatan Patuk itu sekitar 7 kilometer. Nanti sudah ada plang arah ke Nglanggeran," ujar Sugeng.

Lanjutnya, ia juga meyakini bahwa akses jalan menuju Desa Wisata Nglanggeran sudah baik. Untuk itu, wisatawan bisa datang melalui jalur Kalipentung.

Dari Jalan Yogyakarta-Wonosari, masuk ke Piyungan, lalu arahkan ke Patuk. Sampai di Patuk, arahkan ke jembatan Kalipentung lalu belok kiri dan sampai lah ke Desa Wisata Nglanggeran.

"Bus besar juga bisa masuk kok mas. Jadi, Insyaallah akses jalan itu tidak masalah. Bisa semua jenis kendaraan," sambung dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X