Festival Cap Go Meh dan Tatung Singkawang Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional 2020

Kompas.com - 19/10/2020, 10:02 WIB
Rangkaian atraksi tatung dalam puncak perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat, (10/2/2017). Sebanyak 567 tatung turut berpartisipasi dalam perayaan budaya terbesar masyarakat Tionghoa di Kota Singkawang. KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWANRangkaian atraksi tatung dalam puncak perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat, (10/2/2017). Sebanyak 567 tatung turut berpartisipasi dalam perayaan budaya terbesar masyarakat Tionghoa di Kota Singkawang.

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan Festival Cap Go Meh (CGM) dan Tatung Singkawang sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Indonesia 2020.

Penetapan itu disampaikan Staf Direktorat Perlindungan Kebudayaan Kemendikbud Shakti Adhima Putra.

"Iya, Festival CGM dan Tatung Singkawang dari Kalimantan Barat (Kalbar) ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia tahun 2020. Jadi, masih dalam tataran penetapan nasional," kata dia saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (18/10/2020).

Baca juga: Sensasi Menegangkan di Pawai Tatung Singkawang, Berani Lihat?

Shakti melanjutkan, penetapan warisan budaya Kalimantan Barat itu dilakukan Kemendikbud dan bukan dari United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

"Yang menetapkan bukan UNESCO, tapi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan rekomendasi Tim Ahli WBTb yang sudah melalui penilaian," ujar dia.

Oleh karena itu, istilah yang benar untuk warisan budaya itu adalah Warisan Budaya Tak Benda Nasional.

Rangkaian atraksi tatung dalam puncak perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat, (10/2/2017). Sebanyak 567 tatung turut berpartisipasi dalam perayaan budaya terbesar masyarakat Tionghoa di Kota Singkawang.KOMPAS.com / YOHANES KURNIA IRAWAN Rangkaian atraksi tatung dalam puncak perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat, (10/2/2017). Sebanyak 567 tatung turut berpartisipasi dalam perayaan budaya terbesar masyarakat Tionghoa di Kota Singkawang.

Selain Festival CGM dan Tatung Singkawang, Kalbar juga memiliki enam warisan budaya yang sama-sama ditetapkan sebagai WBTB Nasional lainnya.

Adapun, warisan budaya tersebut yakni Bahasa Melayu Pontianak, Bahasa Melayu Sambas, Jimot Lulon dan Jimot Renai Mualang, Zikir Nazam, Tari Jepin Langkah Penghibur Pengantin, dan Tenun Ikat Kumpang Ilong.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan, PAUD, dan Dikmas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Singkawang Rindar Prihartono mengatakan, penetapan Festival CGM dan Tatung Singkawang sebagai WBTB Nasional 2020 merupakan kebanggaan daerah.

Baca juga: Kemenparekraf yakin Festival Cap Go Meh Singkawang Datangkan Wisatawan

Ia melanjutkan, penetapan tersebut juga sekaligus menjadi pengakuan negara terhadap tradisi, ritus, dan perayaan yang telah tumbuh dan berkembang di Kota Singkawang.

"Hal ini pula tentu menjadi label atau identitas Kota Singkawang sebagai daerah yang melahirkan tradisi ini," kata Rindar seperti dikutip Antara, Jumat (16/10/2020).

Ia menjelaskan, usulan CGM dan Tatung Singkawang sebagai WBTB Nasional sudah dimulai sejak Februari 2020.

Kemudian, usulan tersebut ditampung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat untuk selanjutnya diteruskan ke Kemendikbud Republik Indonesia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X