Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/10/2020, 17:45 WIB


KOMPAS.com - Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) kembali membuka jalur pendakian Gunung Gede Pangrango mulai hari ini, Rabu (21/10/2020) dengan protokol kesehatan.

Masyarakat bisa kembali mendaki gunung melalui tiga jalur yang tersedia yaitu jalur Cibodas, jalur Gunung Putri, dan jalur Selabintana Sukabumi.

Kepala Balai Besar TNGGP Wahju Rudianto dalam keterangannya mengatakan, pendaki bisa mulai berkunjung ke Gunung Gede Pangrango dengan catatan hanya 300 orang per harinya.

Baca juga: Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka, Kuota 300 Pendaki per Hari

"Penerapan kuota pendakian sebesar 25 persen dari kuota normal atau sebanyak 300 orang per hari akumulasi untuk semua pintu pendakian Cibodas, Gunung Putri dan Selabintana," tulis Wahju.

Para pendaki juga harus sudah melakukan pendaftaran online di link http://booking.gedepangrango.org/.

Sebelum memulai pendakian, kamu juga wajib menyiapkan beberapa protokol kesehatan seperti makser, hand sanitizer, perlengkapan pendakian standar, dan tentunya dalam kondisi sehat.

Jika sudah lengkap, kamu juga wajib tahu informasi mengenai tiga jalur tersebut. Berikut Kompas.com rangkum panduan dan informasi seputar tiga jalur pendakian Gunung Gede Pangrango:

 

Para pendaki Gunung Gede Pangrango Jawa Barat tengah berkemah di savana Suryakancana. Pihak pengelola menutup jalur pendakian untuk umum terhitung Jumat (11/9/2020).KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Para pendaki Gunung Gede Pangrango Jawa Barat tengah berkemah di savana Suryakancana. Pihak pengelola menutup jalur pendakian untuk umum terhitung Jumat (11/9/2020).

Jalur Cibodas

Jalur ini yang paling sering dilalui para pendaki. Ada beberapa pos peristirahatan di jalur pendakian via Cibodas.

Pos-pos tersebut juga beratap dan bermanfaat untuk tempat berteduh para pendaki. Awal pendakian dimulai dengan menyusuri jalan setapak berbatu.

Baca juga: Gunung Gede Pangrango Kembali Dibuka, Ini Pengingat untuk Pendaki

Kamu akan melalui kawasan hutan tropis nan lebat di sepanjang awal perjalanan. Pemandangan inilah yang menjadi daya tarik tersendiri sehingga pendaki memilih jalur tersebut.

Kamu bisa lihat telaga biru, rawa gayonggong, hingga air terjun Panca Weuleuh yang memesona ketika melewati Pos Kandang Batu.

Untuk mendirikan tenda di jalur ini bisa di Kandang Badak, lalu lanjut summit atau menuju puncak sekitar pukul 03.00 WIB.

Jalur ini memiliki waktu tempuh sampai puncak sekitar 7-10 jam. Sampai puncak, kamu bisa lihat pemandangan indah empat kawah di antaranya Kawah Ratu, Kawah Wadon, Kawah Lanang, dan Kawah Baru.

 

Sejumlah pendaki saat menyusuri puncak Gunung Gede Cianjur, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Balai Besar TNGGP kembali membuka jalur pendakian setelah ditutup akibat pandemi Covid-19 sejak Maret 2020.Dok: Kompas.com Sejumlah pendaki saat menyusuri puncak Gunung Gede Cianjur, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Balai Besar TNGGP kembali membuka jalur pendakian setelah ditutup akibat pandemi Covid-19 sejak Maret 2020.

Jalur Gunung Putri

Berikutnya ada jalur Gunung Putri. Treknya cenderung lebih sulit daripada Cibodas. Pendaki akan melalui medan terjal dan curam selama pendakian.

Kamu bisa merasakannya ketika melalui kawasan hutan tropis sekitar Tanah Merah dan sekitar Lawang Seketeng.

Pos pertamanya adalah Pos Jaga Gunung. Setelah itu kamu akan lanjut menuju hutan pinus yang dikelola KPH Perhutani Cianjur.

Jalur Gunung Putri memiliki estimasi waktu tempuh sampai puncak lebih cepat daripada Cibodas, yaitu 6-8 jam.

Peserta Nanjak Bareng Pesona Gurilaps melintas jalan tembok menuju jalur pendakian di pintu masuk TNGGP Resort Selabintana, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2019).KOMPAS.com/BUDIYANTO Peserta Nanjak Bareng Pesona Gurilaps melintas jalan tembok menuju jalur pendakian di pintu masuk TNGGP Resort Selabintana, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (27/7/2019).

Jalur Selabintana Sukabumi

Satu lagi jalur resmi yang bisa kamu lewati yaitu jalur Selabintana Sukabumi. Lokasinya di Sukabumi, Jawa Barat.

Jalur ini merupakan jalur terpanjang menuju puncak Gunung Gede Pangrango. Namun, bagi kamu yang belum paham, pemula atau belum mengetahui informasi seputar jalur ini, disarankan tidak melaluinya karena medan yang ekstrim.

Baca juga: Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi Mulai 21 Oktober 2020

Selain itu, pendaki akan menemui pacet, sejenis lintah yang biasa mengisap darah dari tubuh. Kakimu bisa saja dipenuhi pacet ketika mendaki lewat jalur ini.

Meski mengalami aral melintang, kamu tetap disuguhi pemandangan alam memesona sepanjang jalur. Kamu bisa lihat sungai dan hutan yang masih alami.

Jalur ini cocok bagi kamu pendaki yang menyukai tantangan. Estimasi waktu sampai puncak sekitar 9-12 jam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buana Life Pangalengan: Harga Menu, Jam Buka, dan Daya Tarik 

Buana Life Pangalengan: Harga Menu, Jam Buka, dan Daya Tarik 

Jalan Jalan
Uniknya Masjid Hidayatullah di Jakarta Selatan, Sajikan Akulturasi 4 Budaya

Uniknya Masjid Hidayatullah di Jakarta Selatan, Sajikan Akulturasi 4 Budaya

Jalan Jalan
Usai Acara, Delegasi ASEAN Tourism Forum 2023 Akan Jelajah Yogyakarta

Usai Acara, Delegasi ASEAN Tourism Forum 2023 Akan Jelajah Yogyakarta

Travel Update
Ada Apa di Museum Taman Prasasti Jakarta?

Ada Apa di Museum Taman Prasasti Jakarta?

Travel Update
5 Tips Berkunjung ke Buana Life Pangalengan, Reservasi Lebih Dulu

5 Tips Berkunjung ke Buana Life Pangalengan, Reservasi Lebih Dulu

Jalan Jalan
ASEAN Tourism Forum 2023 di Yogya Dimulai, Ada Pameran Parekraf Selama 4 Hari

ASEAN Tourism Forum 2023 di Yogya Dimulai, Ada Pameran Parekraf Selama 4 Hari

Travel Update
Strategi Indonesia Pulihkan Pariwisata Pascapandemi, Luncurkan Visa sampai Pameran di Luar Negeri

Strategi Indonesia Pulihkan Pariwisata Pascapandemi, Luncurkan Visa sampai Pameran di Luar Negeri

Travel Update
Kelenteng Hok Tek Tjengsin, Tempat Ibadah 3 Agama di Kuningan Jakarta

Kelenteng Hok Tek Tjengsin, Tempat Ibadah 3 Agama di Kuningan Jakarta

Jalan Jalan
6 Hotel Dekat ICE BSD Tangerang, Ada yang Tinggal Jalan Kaki

6 Hotel Dekat ICE BSD Tangerang, Ada yang Tinggal Jalan Kaki

Travel Tips
Dikunjungi Iriana Jokowi, Ini Kisah Kampung Pathuk di Yogyakarta

Dikunjungi Iriana Jokowi, Ini Kisah Kampung Pathuk di Yogyakarta

Jalan Jalan
5 Aktivitas di Buana Life Pangalengan, Bisa Prewedding

5 Aktivitas di Buana Life Pangalengan, Bisa Prewedding

Jalan Jalan
Ada Vaksin Booster Kedua, Bakal Jadi Syarat Perjalanan?

Ada Vaksin Booster Kedua, Bakal Jadi Syarat Perjalanan?

Travel Update
6 Wisata Malam di Surabaya, Pas untuk Anak-anak dan Dewasa

6 Wisata Malam di Surabaya, Pas untuk Anak-anak dan Dewasa

Jalan Jalan
6 Prediksi Tren Liburan 2023, Staycation hingga Wisata Hemat

6 Prediksi Tren Liburan 2023, Staycation hingga Wisata Hemat

Travel Update
Catat, Daftar Kantong Parkir untuk Pengunjung Cap Go Meh Bogor

Catat, Daftar Kantong Parkir untuk Pengunjung Cap Go Meh Bogor

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+