Kompas.com - 23/10/2020, 07:30 WIB


KOMPAS.com - Mendaki gunung bisa dilakukan kapan saja. Namun, kondisi medan di gunung akan berubah seiring musim berjalan.

Musim hujan yang terjadi sekitar November sampai pertengahan Mei kerap berisiko bagi para pendaki. Jalanan bertekstur tanah di gunung menjadi licin pada musim hujan.

Hal tersebut yang bisa saja menimbulkan pendaki terpeleset atau terjatuh. Hujan yang tak bisa diprediksi waktunya pun juga menjadi tantangan berikutnya.

Ada pula kabut tebal yang kerap menghiasi perjalanan pendakian pada musim hujan. Jarak pandang pun menjadi terbatas dan bisa membuat pendaki tersesat.

Namun, pendakian saat musim hujan masih bisa dilakukan apabila pendaki memahami beberapa hal sebelum terjun ke lapangan.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Rahman Mukhlis mengatakan, ada lima tips yang perlu diperhatikan para pendaki ketika akan naik gunung saat musim hujan.

"Pertama, pastikan kondisi tubuh sehat dan bugar dulu. Lalu bawa pakaian ganti lebih banyak dari biasanya itu perlu," kata Rahman saat dihubungi Kompas.com, Kamis (22/10/2020).

Baca juga: 4 Kemampuan Wajib Pendaki Gunung, Salah Satunya Kemanusiaan

Kawasan Dataran Tinggi Dieng dilihat dari Gunung Prau.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Kawasan Dataran Tinggi Dieng dilihat dari Gunung Prau.

1. Pastikan kondisi tubuh sehat dan bugar

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah memastikan kondisi tubuh sehat dan bugar. Pendaki harus lebih ekstra memerhatikan kondisi tubuh sebelum pendakian.

Kondisi tubuhmu harus prima untuk melakukan pendakian pada musim hujan. Hal ini karena pada musim hujan, orang cenderung rawan terkena penyakit.

Adanya peralihan musim dari kemarau ke hujan di Indonesia memang sering menimbulkan orang terkena flu, batuk, demam dan lain sebagainya.

Hal itu biasa terjadi ketika kamu di rumah. Terlebih apabila mendaki gunung. Suhu udara dingin di gunung ditambah musim hujan akan berisiko membuatmu terserang penyakit.

Kamu bisa juga mengalami kedinginan yang tidak seperti biasanya ketika mendaki pada musim kemarau.

 

KEINDAHAN ALAM INDONESIA - Lanskap Ranu Kumbolo di Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (20/9/2019). Ranu Kumbolo menjadi sumber mata air bagi pendaki yang akan naik ke puncak Gunung Semeru.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO KEINDAHAN ALAM INDONESIA - Lanskap Ranu Kumbolo di Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (20/9/2019). Ranu Kumbolo menjadi sumber mata air bagi pendaki yang akan naik ke puncak Gunung Semeru.

2. Pelajari kondisi terkini destinasi wisata gunung

Setelah memastikan kondisimu sehat dan bugar, hal yang perlu dilakukan adalah mempelajari kondisi terkini destinasi wisata gunung.

Ketahui informasi terkini dari gunung yang akan kamu kunjungi. Jelas Rahman, ada banyak yang harus dipelajari mulai dari regulasi, kondisi alam khususnya karakteristik cuaca.

"Buat perencanaan dan langkah antisipatif terkait keselamatan diri," terangnya.

Baca juga: Naik Gunung Prau Bisa Lihat Gunung Sindoro dan Sumbing, Coba Lewat Igirmranak

Kamu juga bisa memilih gunung yang lebih tepat untuk dikunjungi. Misalnya, tidak mendaki gunung yang medan pendakiannya sulit karena saat hujan.

Pilih juga gunung yang waktu tempuhnya sampai puncak dan perjalanan turun singkat. Hal ini penting untuk menghindari cuaca buruk.

3. Bawa pakaian ganti lebih banyak dari biasanya

Tips ketiga adalah menyiapkan pakaian ganti lebih banyak. Jika mendaki gunung pada musim kemarau, kamu bisa membawa pakaian ganti yang cukup.

Namun, kondisi ini akan berbeda ketika musim hujan. Kamu disarankan membawa pakaian berlebih.

Hal tersebut karena hujan akan turun dengan intensitas lebih tinggi dari biasanya pada saat musim hujan. Selain itu, waktu turun hujan juga tak bisa diprediksi.

Untuk itu, mengantisipasi dengan membawa pakaian lebih banyak akan membantumu agar terhindar dari kedinginan ketika hujan turun.

Saat hujan reda, kamu bisa segera mengganti pakaian yang sudah basah dengan pakaian yang kamu bawa. Jika hujan turun lagi, kamu masih ada persediaan pakaian yang lebih banyak.

 

Pemandangan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing terlihat dari Gunung Prau via Igirmranak, Wonosobo.Dokumentasi Adi Permana Pemandangan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing terlihat dari Gunung Prau via Igirmranak, Wonosobo.

4. Gunakan jas hujan saat mendaki

Jika pendakian pada musim kemarau kamu hanya mengenakan jaket gunung dan pakaian berlapis, hal tersebut sebaiknya tidak dilakukan pada musim hujan.

Musim hujan, terang Rahman, pendaki sebaiknya menggunakan raincoat atau jas hujan selama pendakian.

Baca juga: Resep Minuman Rempah Campur Kurma, Bikin Hangat Saat Musim Hujan

Hal tersebut agar lebih ringkas ketika hujan deras turun tiba-tiba saat pendakian. Kamu tidak perlu lagi mengambil jas hujan di dalam tas lalu mengenakannya.

5. Terus bergerak secara konstan saat mendaki

Jika turun hujan, apa yang akan kamu lakukan? Jelas Rahman, pendaki sebaiknya terus bergerak secara konstan saat mendaki dalam kondisi turun hujan.

Selain itu, pendaki juga harus menghindari berhenti terlalu lama saat kondisi basah. Tubuh harus tetap berada dalam kondisi bergerak agar suhu tubuh tetap stabil.

Jika berhenti terlalu lama dalam kondisi tubuh basah, tubuhmu akan turun suhunya dan dapat menyebabkan kedinginan hingga hipotermia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ancol Tutup 4 Juni 2022, Kecuali bagi Pemegang Tiket Formula E

Ancol Tutup 4 Juni 2022, Kecuali bagi Pemegang Tiket Formula E

Travel Update
Sandiaga: Diharapkan Wisata Monas Buka Lagi 2 Minggu ke Depan

Sandiaga: Diharapkan Wisata Monas Buka Lagi 2 Minggu ke Depan

Travel Update
Sandiaga Minta Tempat Wisata Wajibkan Pakai Masker Jika Ada Kerumunan

Sandiaga Minta Tempat Wisata Wajibkan Pakai Masker Jika Ada Kerumunan

Travel Update
Panduan ke Taman Gandrung Terakota, Biaya Paket Wisata dan Penginapan

Panduan ke Taman Gandrung Terakota, Biaya Paket Wisata dan Penginapan

Jalan Jalan
Tes Covid-19 Tak Lagi Jadi Syarat Perjalanan, Sandiaga Ingatkan Hal Ini

Tes Covid-19 Tak Lagi Jadi Syarat Perjalanan, Sandiaga Ingatkan Hal Ini

Travel Update
Rute menuju Taman Gandrung Terakota, 35 Menit dari Banyuwangi Kota

Rute menuju Taman Gandrung Terakota, 35 Menit dari Banyuwangi Kota

Jalan Jalan
Itinerary Sehari di Alas Purwo Banyuwangi, Lepas dari Kesan Mistis 

Itinerary Sehari di Alas Purwo Banyuwangi, Lepas dari Kesan Mistis 

Itinerary
Jangan Lupakan 10 Hal Penting Ini Saat Beli Bantal Leher Pesawat

Jangan Lupakan 10 Hal Penting Ini Saat Beli Bantal Leher Pesawat

Travel Tips
5 Tips Wisata ke Air Terjun Kapas Biru Lumajang, Jangan Kesorean

5 Tips Wisata ke Air Terjun Kapas Biru Lumajang, Jangan Kesorean

Travel Tips
Panduan ke Plunyon Kalikuning, Tempat Syuting KKN di Desa Penari

Panduan ke Plunyon Kalikuning, Tempat Syuting KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
6 Negara dengan Garis Pantai Terpanjang di Dunia, Indonesia Nomor 2

6 Negara dengan Garis Pantai Terpanjang di Dunia, Indonesia Nomor 2

Travel Update
Wisata Bersepeda Flores, Nikmati Eksotisnya Alam Pulau Flores NTT

Wisata Bersepeda Flores, Nikmati Eksotisnya Alam Pulau Flores NTT

Jalan Jalan
9 Fasilitas Taman Gandrung Terakota di Banyuwangi, Sanggar Tari hingga Galeri Seni

9 Fasilitas Taman Gandrung Terakota di Banyuwangi, Sanggar Tari hingga Galeri Seni

Jalan Jalan
Campervan, Tren Liburan Anyar yang Makin Diminati Pencinta Road Trip

Campervan, Tren Liburan Anyar yang Makin Diminati Pencinta Road Trip

Jalan Jalan
Itinerary Wisata 2 Hari di Banyuwangi, Kawah Ijen sampai Pulau Tabuhan

Itinerary Wisata 2 Hari di Banyuwangi, Kawah Ijen sampai Pulau Tabuhan

Itinerary
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.