Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pendaki Gunung Slamet via Bambangan Hanya Bisa sampai Batas Aman

Kompas.com - 23/10/2020, 10:10 WIB
Nicholas Ryan Aditya,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Basecamp Gunung Slamet via Bambangan telah menyiapkan beberapa hal untuk menyambut pembukaan kembali jalur pendakian mulai Minggu (25/10/2020).

Wakil Ketua pengelola basecamp Bambangan Aryo mengatakan, pihaknya sudah melakukan beberapa persiapan, di antaranya protokol kesehatan Covid-19 dan pemasangan plakat batas aman.

"Dari kami sudah mempersiapkan peralatan protokol kesehatan, juga pemasangan plakat batas aman pendakian dan berkas-berkas lainnya," kata dia melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Kamis (22/10/2020).

Baca juga: Pendakian Gunung Slamet via Gunung Malang Buka Mulai 13 Oktober 2020

Pemasangan plakat tersebut guna mengingatkan pendaki agar tidak melebihi batas radius 1 kilometer (km) dari puncak kawah Gunung Slamet.

Hal tersebut merupakan syarat dari Perhutani yang tertulis dalam Surat Pengumuman Nomor Pembukaan Kembali Pendakian Gunung Slamet Jalur Bambangan. Surat dikeluarkan pada Kamis (22/10/2020).

"Pendakian hanya direkomendasikan sampai batas aman di Plawangan. Pengelola tidak bertanggung jawab atas segala risiko jika melakukan pendakian melebihi batas aman," terangnya.

Kawah Gunung Slamet Tahun 2015KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Kawah Gunung Slamet Tahun 2015

Selain plakat batas aman, pihak basecamp juga telah membuat ketentuan pendakian pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Jelas Aryo, para pendaki harus mengikuti ketentuan pendakian, salah satunya adalah mematuhi protokol kesehatan Covid-19, seperti memakai masker dan membawa hand sanitizer.

Ia juga mengingatkan pendaki agar membawa turun sampah miliknya dan dilarang melakukan vandalisme, serta merusak lingkungan, ekosistem, dan habitat yang ada.

Para pendaki juga diminta mengikuti aturan batasan kuota new normal, yaitu 300 orang per hari untuk basecamp Bambangan.

Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Slamet via Banyumas Dibuka, Pendaki Wajib Bawa Surat Sehat

Tak hanya itu, tambah dia, pendaki diharapkan membawa surat keterangan rapid test Covid-19. Namun, jika tidak punya, bisa membawa surat keterangan sehat dari dokter daerah asal.

Adapun tiket masuk pendakian Gunung Slamet yaitu Rp 25.000 per orang.

Sebelumnya, Perhutani juga telah membuka dua jalur pendakian lain, yaitu via Gunung Malang, Purbalingga, sejak Selasa (13/10/2020).

Kemudian, pada Kamis (22/10/2020) jalur pendakian via Baturraden, Banyumas, juga telah dibuka kembali.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Gunung Ruang Meletus, AirAsia Batalkan Penerbangan ke Kota Kinabalu

Gunung Ruang Meletus, AirAsia Batalkan Penerbangan ke Kota Kinabalu

Travel Update
Kampoeng Kaliboto Waterboom: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Kampoeng Kaliboto Waterboom: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Jalan Jalan
Aktivitas Wisata di The Nice Garden Serpong

Aktivitas Wisata di The Nice Garden Serpong

Jalan Jalan
Delegasi Dialog Tingkat Tinggi dari China Akan Berwisata ke Pulau Padar Labuan Bajo

Delegasi Dialog Tingkat Tinggi dari China Akan Berwisata ke Pulau Padar Labuan Bajo

Travel Update
The Nice Garden Serpong: Tiket Masuk, Jam Buka, dan Lokasi

The Nice Garden Serpong: Tiket Masuk, Jam Buka, dan Lokasi

Jalan Jalan
Cara ke Sukabumi dari Bandung Naik Kendaraan Umum dan Travel

Cara ke Sukabumi dari Bandung Naik Kendaraan Umum dan Travel

Travel Tips
Pengembangan Bakauheni Harbour City di Lampung, Tempat Wisata Dekat Pelabuhan

Pengembangan Bakauheni Harbour City di Lampung, Tempat Wisata Dekat Pelabuhan

Travel Update
Asita Run 2024 Digelar di Bali Pekan Ini, Terbuka untuk Turis Asing

Asita Run 2024 Digelar di Bali Pekan Ini, Terbuka untuk Turis Asing

Travel Update
13 Telur Komodo Menetas di Pulau Rinca TN Komodo pada Awal 2024

13 Telur Komodo Menetas di Pulau Rinca TN Komodo pada Awal 2024

Travel Update
Tanggapan Kemenparekraf soal Jam Kerja 'Overtime' Sopir Bus Pariwisata

Tanggapan Kemenparekraf soal Jam Kerja "Overtime" Sopir Bus Pariwisata

Travel Update
Tip Jalan-jalan Jenius ke Luar Negeri, Tukar Mata Uang Asing 24/7 Langsung dari Aplikasi

Tip Jalan-jalan Jenius ke Luar Negeri, Tukar Mata Uang Asing 24/7 Langsung dari Aplikasi

BrandzView
Vietnam dan China Siap Bangun Jalur Kereta Cepat Sebelum 2030

Vietnam dan China Siap Bangun Jalur Kereta Cepat Sebelum 2030

Travel Update
Libur Lebaran, Tren Kunjungan Wisatawan di Labuan Bajo Meningkat

Libur Lebaran, Tren Kunjungan Wisatawan di Labuan Bajo Meningkat

Travel Update
ASDP Catat Perbedaan Tren Mudik dan Arus Balik Lebaran 2024 Merak-Bakauheni

ASDP Catat Perbedaan Tren Mudik dan Arus Balik Lebaran 2024 Merak-Bakauheni

Travel Update
5 Tempat Wisata Hits dan Instagramable di Cianjur

5 Tempat Wisata Hits dan Instagramable di Cianjur

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com