Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenparekraf Diminta Jelaskan Dana Hibah Rp 3,3 Triliun, Kenapa?

Kompas.com - 23/10/2020, 13:13 WIB
Nicholas Ryan Aditya,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) tengah menyiapkan dana sebesar Rp 3,3 triliun untuk pengusaha hotel, restoran. dan pemerintah daerah (Pemda).

Kebijakan itu disambut baik Guru Besar Ilmu Pariwisata Universitas Udayana Bali I Gede Pitana.

Menurut dia, itu merupakan langkah atau strategi yang baik, mengingat pariwisata tengah mengalami keterpurukan akibat pandemi.

"Pertama, kami orang pariwisata sangat berterima kasih dengan adanya hibah itu karena memang pariwisata sangat terpuruk," kata Pitana saat dihubungi Kompas.com, Kamis (22/10/2020).

Baca juga: PHRI Minta Kemenparekraf Kawal Kebijakan Dana Hibah ke Pengusaha Hotel dan Restoran

Selain itu, ia juga mengingatkan agar bentuk penerapan dana tersebut harus sesuai dengan aturan Kementerian Keuangan.

Siapa yang akan menerima dana?

Namun, Pitana menyoroti hal terkait kejelasan dana hibah dan siapa yang akan menerima dana tersebut.

Ia mempertanyakan apakah dana tersebut merupakan pengembalian pajak hotel restoran (PHR), sehingga hanya pengusaha hotel dan restoran yang mendapatkannya.

"Yang jelas, harus dijelaskan apakah itu hibah untuk dunia pariwisata atau hibah pengembalian dari PHR?," tanya Pitana.

Dirinya menjelaskan bahwa antara dana hibah pariwisata dan dana hibah pengembalian PHR merupakan dua hal yang berbeda.

Ilustrasi wisatawan sedang liburan di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Bali. SHUTTERSTOCK/GUITAR PHOTOGRAPHER Ilustrasi wisatawan sedang liburan di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Bali.

Jika dana tersebut merupakan dana hibah pengembalian PHR, maka yang berhak menerima adalah pembayar PHR yaitu hotel dan restoran.

"Tapi kalau itu hibah untuk industri pariwisata. Maka semua stakeholder pariwisata yang berkontribusi terhadap pembangunan pariwisata, berhak mendapatkannya, termasuk ASITA, travel agent, guide, kemudian masyarakat pemilik obyek wisata," ujar Pitana.

Oleh karena itu, ia berharap pemerintah dapat terlebih dahulu menjelaskan maksud dan tujuan dari dana hibah tersebut.

Bisa muncul rasa ketidakadilan

Lebih jauh Pitana menjelaskan, apabila dana tersebut khusus diberikan kepada pengusaha hotel dan restoran saja, maka akan timbul kecemburuan sosial ke stakeholder pariwisata lainnya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Rayakan HUT ke-497 Jakarta, Hotel di Jakarta Barat Gelar Walking Tour dan Membatik

Rayakan HUT ke-497 Jakarta, Hotel di Jakarta Barat Gelar Walking Tour dan Membatik

Hotel Story
12 Wisatawan Dilarang Melihat Panda Seumur Hidup karena Hal Ini

12 Wisatawan Dilarang Melihat Panda Seumur Hidup karena Hal Ini

Travel Update
Berkunjung ke Masjid Raya Bandung, Ibadah Sekaligus Wisata

Berkunjung ke Masjid Raya Bandung, Ibadah Sekaligus Wisata

Jalan Jalan
4 Tips ke Taman Lalu Lintas di Bandung, Bawa Uang Tunai

4 Tips ke Taman Lalu Lintas di Bandung, Bawa Uang Tunai

Travel Tips
Menginap di Vila Legian Bali, Dekat ke Pantai dan Tempat Oleh-oleh

Menginap di Vila Legian Bali, Dekat ke Pantai dan Tempat Oleh-oleh

Hotel Story
Panduan Naik Kapal Pesiar Resorts World One, Wajib Bawa Paspor

Panduan Naik Kapal Pesiar Resorts World One, Wajib Bawa Paspor

Travel Tips
Gunung Bromo Kebakaran 19 Juni 2024, Wisata Tetap Buka

Gunung Bromo Kebakaran 19 Juni 2024, Wisata Tetap Buka

Travel Update
Kapal Pesiar Resorts World One Ingin Berlayar Lagi dari Jakarta

Kapal Pesiar Resorts World One Ingin Berlayar Lagi dari Jakarta

Travel Update
Rekomendasi 4 Vila di Bali untuk Musim Liburan Sekolah Tahun Ini

Rekomendasi 4 Vila di Bali untuk Musim Liburan Sekolah Tahun Ini

Travel Update
Taman Lalu Lintas: Lokasi, Harga Tiket Masuk, dan Jam Buka

Taman Lalu Lintas: Lokasi, Harga Tiket Masuk, dan Jam Buka

Jalan Jalan
Tingkatkan Kunjungan Wisman, Mantan Menteri Pariwisata Usul Bebas Visa Kunjungan

Tingkatkan Kunjungan Wisman, Mantan Menteri Pariwisata Usul Bebas Visa Kunjungan

Travel Update
Tiket Pesawat Masih Mahal, Sandiaga Sebut Tambahan Penerbangan Belum Tuntas

Tiket Pesawat Masih Mahal, Sandiaga Sebut Tambahan Penerbangan Belum Tuntas

Travel Update
Kereta Tidur Berkecepatan Tinggi Hong Kong-Shanghai-Beijing Beroperasi

Kereta Tidur Berkecepatan Tinggi Hong Kong-Shanghai-Beijing Beroperasi

Travel Update
7 Penginapan di Dieng, Pesan untuk Ikut Dieng Culture Festival

7 Penginapan di Dieng, Pesan untuk Ikut Dieng Culture Festival

Hotel Story
Jelang Libur Sekolah, Pelaku Wisata Diminta Bersiap Hadapi Lonjakan Pengunjung

Jelang Libur Sekolah, Pelaku Wisata Diminta Bersiap Hadapi Lonjakan Pengunjung

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com