Indonesia Masuk Daftar Negara Risiko Tinggi Covid-19 Afrika Selatan

Kompas.com - 27/10/2020, 11:11 WIB
Table Mountain di Cape Town, Afrika Selatan. Thinkstockphotos.comTable Mountain di Cape Town, Afrika Selatan.

Kemudian ada Peru, Meksiko, Kolombia, Argentina, dan Chili dari Amerika Selatan. Saat ini, semua negara tersebut tengah berjuang menghadapi gelombang baru Covid-19.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut daftar negara berisiko tinggi Covid-19 yang termasuk dalam daftar milik Afrika Selatan yang telah Kompas.com rangkum, Selasa (27/10/2020):

  1. India
  2. Bangladesh
  3. Jerman
  4. Belgia
  5. Italia
  6. Belanda
  7. Spanyol
  8. Perancis
  9. Peru
  10. Meksiko
  11. Kolombia
  12. Argentina
  13. Chili
  14. Brasil
  15. Rusia
  16. Filipina
  17. Indonesia
  18. Iran
  19. Irak
  20. Amerika Serikat (AS)
  21. Britania Raya
  22. Kanada

Sementara itu, China merupakan satu-satunya negara dalam aliansi BRICS yang dapat mengirim wisatawan untuk semua kategori ke Afrika Selatan.

Baca juga: 4 Keindahan Alam Afrika, Ada Air Terjun hingga Pergunungan Bersalju

Adapun, BRICS merupakan aliansi antara lima negara yakni Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.

Selanjutnya, meski Filipina, Indonesia, Iran, Irak, AS, Britania Raya, dan Kanada masuk dalam daftar, namun tidak ada larangan total untuk perjalanan ke Afrika Selatan dari negara-negara tersebut.

Kriteria wisatawan dari negara risiko tinggi Covid-19

Wisatawan asal negara berisiko tinggi Covid-19 dapat mengunjungi Afrika Selatan. Namun, terdapat beberapa kriteria.

Mereka termasuk pelancong bisnis, pemegang Critical Skills Work Visa, investor, dan orang-orang dalam misi internasional di bidang olahraga, seni, budaya, dan sains.

Department of Home Affairs menyatakan, mereka sadar akan sejumlah pengunjung tetap dari negara-negara Eropa yang telah terbiasa berkunjung ke Afrika Selatan untuk waktu yang lama selama musim panas, atau saat musim dingin di belahan bumi utara.

Baca juga: Puasa 12 Jam yang Adem di Durban Afrika Selatan

Mereka melanjutnya, banyak dari pelancong tersebut yang memiliki properti di Afrika Selatan. Mereka juga menghargai kontribusi ekonomi yang telah diberikan melalui aktivitas di sana.

“Untuk itu, kami juga akan mengizinkan wisatawan yang datang untuk tinggal selama tiga bulan atau lebih namun tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata badan pemerintahan tersebut.

Dalam dua pekan pertama, sebuah meja khusus telah disiapkan untuk menangani pengajuan perjalanan yang sebagian besar datang dari investor di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, dan pariwisata.

Menurut keterangan dari Department of Home Affairs, sebanyak 3.113 pengajuan perjalanan dari pelaku dalam bidang-bidang tersebut telah disetujui.

“Angka ini menunjukkan bahwa, rata-rata sebanyak 335 investor setiap hari mengajukan perizinan untuk berkunjung ke Afrika Selatan. Ini memberi pesan yang kuat bahwa negara ini tetap menjadi tujuan investasi yang menarik” ungkapnya.

Halaman:


Sumber CNBCTV18
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X