Resort Loh Buaya di TN Komodo Tutup hingga Juni 2021, Ada Apa?

Kompas.com - 27/10/2020, 12:08 WIB
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama dengan BOPLBF melaksanakan famtrip dengan media di kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Minggu, (13/9/2020). (HANDOUT/BOPLBF) HANDOUT/BOPLBFKementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama dengan BOPLBF melaksanakan famtrip dengan media di kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Minggu, (13/9/2020). (HANDOUT/BOPLBF)

KOMPAS.com – Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, resmi menutup sementara Resort Loh Buaya mulai 26 Oktober 2020–30 Juni 2021.

“Sehubungan dengan berlangsungnya penataan sarana dan prasarana wisata alam di Resort Loh Buaya, Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo (TN Komodo), dengan ini Balai TNK menutup sementara destinasi tersebut dari kunjungan wisatawan,” seperti tertera dalam Instagram resmi BTNK melalui unggahan pada Minggu (25/10/2020).

Informasi tersebut juga tertera dalam Pengumuman Nomor: PG.816/T.17/TU/EVLP/10/2020 tentang Penutupan Sementara Resort Loh Buaya dari Kunjungan Wisatawan dalam Upaya Penataan Sarana dan Prasarana (Sarpras) Wisata Alam.

Baca juga: Jurassic Park, Penolakan Warga, dan Upaya Perlindungan Habitat Komodo

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Selasa (27/10/2020), penutupan dilakukan guna mempercepat penataan dan pembangunan sarpras wisata alam.

Pembangunan sarpras di Resort Loh Buaya meliputi dermaga, pusat informasi wisatawan, jalan jerambah, serta penginapan ranger dan naturalist guide.

Melansir Kompas.com yang mengutip keterangan resmi Kementerian PUPR, Senin (26/10/2020), pembangunan juga mencakup sentra suvenir, kafe, dan toilet publik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada juga pembangunan kantor pengelola kawasan, selfie spot, klinik, gudang, ruang terbuka publik, dan penginapan untuk peneliti.

Kementerian PUPR yang ditugaskan Presiden Jokowi juga akan membangun area trekking untuk pejalan kaki, serta shelter pengunjung yang didesain melayang (elevated) agar tidak mengganggu lalu lintas komodo.

Baca juga: Wisata Komodo Kalah Pamor dengan Wisata Bahari di Manggarai Barat

Kendati demikian, pembangunan dinyatakan mengutamakan keselamatan satwa komodo. Berdasarkan informasi, terdapat setidaknya 15 komodo di sekitar lokasi dari total 60 komodo di lembah Loh Buaya.

Komodo di Pulau RincaKOMPAS.COM/DANI PRABOWO Komodo di Pulau Rinca

Briefing harian secara konsisten dilakukan oleh petugas, pekerja, maupun pengawas pembangunan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja yang dapat berdampak negatif terhadap keselamatan satwa, khususnya komodo,” tulis pengumuman tersebut.

Masih bisa berwisata

Kendati Resort Loh Buaya di Pulau Rinca ditutup untuk sementara waktu, wisatawan tetap bisa berkunjung ke TN Komodo.

Adapun kegiatan wisata dialihkan ke Resort Loh Liang di Pulau Komodo dan Resort Padar Selatan di Pulau Padar.

“Sementara situs wisata perairan di kawasan terbuka seperti biasa dengan tetap mengacu ke peraturan yang berlaku," ujar pernyataan dalam Instagram BTNK.

Baca juga: Panduan Cara Daftar Online ke Labuan Bajo dan TN Komodo

Labuan Bajo dan TN Komodo sudah memasuki fase kedua pembukaan pariwisata sejak 15 Agustus 2020. Hal ini memungkinkan wisatawan nusantara (wisnus) untuk liburan ke sana.

Meski begitu, baik wisnus maupun wisatawan mancanegara (wisman) yang masih berada di Indonesia sejak Maret wajib mendaftarkan diri secara daring melalui situs https://registration.labuanbajoflores.id.

Sejumlah dokumen yang diperlukan dalam pendaftaran daring adalah foto surat keterangan bebas Covid-19 melalui rapid test (tes cepat Covid-19) atau PCR, dan bukti asuransi.

Tuai pro-kontra

Sebelumnya, TN Komodo menjadi sorotan beberapa waktu lalu lantaran terdapat sebuah foto komodo mengadang truk proyek yang beredar di media sosial.

Unggahan Akun Instagran @gregoriusafioma mengenai kondis pembangunan di Pulau Rinca.Instagram @gregoriusafioma Unggahan Akun Instagran @gregoriusafioma mengenai kondis pembangunan di Pulau Rinca.

Truk pengangkut material tersebut merupakan bagian dari proyek pembangunan geopark yang dikatakan bakal serupa dengan Jurassic Park.

Kementerian PUPR menyatakan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Super Prioritas.

Baca juga: Pembangunan Jurassic Park dan Kelangsungan Hidup Komodo

Salah satu kawasan yang akan mengalami perubahan desain secara signifikan adalah Pulau Rinca, salah satu pulau habitat komodo.

Menurut klaim dari pemerintah, sejumlah proyek yang dikerjakan di TN Komodo tetap memprioritaskan aspek ekologi berkelanjutan bagi spesies komodo dan sosial bagi penduduk sekitar.

"Tujuan utama konsep ini adalah mempromosikan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan dengan mengembangkan potensi yang ada dengan cara yang berkelanjutan," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resminya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Kegiatan Wisata di Anjungan Sumatera Utara TMII, Belajar Seputar Kain Ulos

6 Kegiatan Wisata di Anjungan Sumatera Utara TMII, Belajar Seputar Kain Ulos

Jalan Jalan
7 Oleh-oleh Makanan Serba Manis Khas Bandung

7 Oleh-oleh Makanan Serba Manis Khas Bandung

Jalan Jalan
Sejarah Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Berdiri Kokoh Sejak 1760

Sejarah Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Berdiri Kokoh Sejak 1760

Jalan Jalan
Kegigihan Industri Perhotelan di Tengah Pandemi dan PPKM Jawa-Bali

Kegigihan Industri Perhotelan di Tengah Pandemi dan PPKM Jawa-Bali

Travel Update
Ancol dan TMII Terapkan Aturan Ganjil Genap hingga 19 September

Ancol dan TMII Terapkan Aturan Ganjil Genap hingga 19 September

Travel Update
Desa Wisata Majapahit Bejijong Mojokerto, Lokasi Wisata Sejarah Kerajaan Majapahit

Desa Wisata Majapahit Bejijong Mojokerto, Lokasi Wisata Sejarah Kerajaan Majapahit

Jalan Jalan
Hari PMI, Peringatan Sejarah Pendirian Kepalangmerahan Tanah Air

Hari PMI, Peringatan Sejarah Pendirian Kepalangmerahan Tanah Air

Jalan Jalan
Jejak Pendirian PMI di Yogyakarta Ada di Museum Benteng Vredeburg

Jejak Pendirian PMI di Yogyakarta Ada di Museum Benteng Vredeburg

Jalan Jalan
6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

Jalan Jalan
Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Travel Update
Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Travel Update
Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Travel Update
Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Travel Update
Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Travel Update
Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.