Kompas.com - 27/10/2020, 14:31 WIB

KOMPAS.com – Seluruh obyek wisata air di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah sudah dibuka kembali sejak Senin (26/10/2020).

“Namun secara bertahap. Minimal kunjungan 20-50 persen dari kapasitas penuh dan protokol kesehatan wajib ditaati,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Klaten Sri Nugroho kepada Kompas.com, Selasa (27/10/2020).

Nugroho melanjutkan, keputusan mengacu pada Surat Edaran (SE) Bupati Klaten Nomor 443.1/629/13 tentang Pembukaan Obyek Wisata Tirta Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Klaten.

Baca juga: Itinerary Seharian di Sekitar Watergong Klaten, Puas Main Air

Adapun, beberapa protokol kesehatan yang diterapkan selain pembatasan pengunjung adalah jeda waktu kunjungan.

“Jeda waktu satu jam bergantian dengan pengunjung lain. Untuk mempermudah jeda, pengunjung ditandai pita warna merah. Untuk pengunjung berikutnya, pita warna putih,” ujar Nugroho.

Wisatawan yang hendak berkunjung ke seluruh obyek wisata air akan dibatasi waktu renangnya menjadi satu jam per orang.

Saat dihubungi Kompas.com pada Senin (19/10/2020), Nugroho menyatakan bahwa petugas tempat wisata akan mencatat jam masuk setiap wisatawan.

Imbauan bupati

Berdasarkan SE Bupati Klaten Nomor 443.1/629/13, terdapat sejumlah imbauan yang harus diperhatikan oleh pelaku wisata air.

Para pengelola wajib menyusun, menetapkan, melaksanakan, dan melakukan sosialisasi protokol kesehatan di area tempat wisata.

Baca juga: Agrowisata Lereng Katresnan Mojorejo Klaten, Cara Warga Bangkit dari Pandemi

“Menempatkan informasi protokol kesehatan di lokasi yang mudah dilihat, serta memantau pelaksanaannya,” seperti yang tertera dalam SE tersebut.

Umbul Manten, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.GILANG SATMAKA/TRIBUNJOGJA Umbul Manten, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Selama masa percobaan, kapasitas kunjungan akan dibatasi secara bertahap sebanyak 20 persen hingga mencapai kapasitas maksimal 50 persen.

Bagi pedagang makanan dan minuman di sekitar area tempat wisata, mereka diimbau untuk selalu menjaga kebersihan dan menerapkan protokol kesehatan.

“Apabila hasil evaluasi ditemukan pelanggaran, seperti yang ditentukan, maka akan diberikan sanksi administratif berupa teguran/peringatan, penutupan sementara, pencabutan izin/rekomendasi, dan jenis sanksi administratif lainnya sesuatu ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar SE tersebut.

Baca juga: Wisata ke Umbul Cokro di Klaten, Bisa Rafting dan River Tubing

Sebagai langkah antisipasi terjadinya lonjakan wisatawan di tempat wisata jelang libur panjang, Nugroho mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan beberapa persiapan.

Salah satunya adalah pembentukan Satgas Covid-19 di organisasi perangkat daerah dan tingkat kecamatan.

“Selalu dimaksimalkan dengan pemantauan di obyek wisata,” pungkas Nugroho.

Pada masa pandemi seperti saat ini, pastikan saat berkunjung tetap melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan tidak bepergian jika demam atau suhu tubuh di atas 37,3 derajat Celsius.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.