Napak Tilas Sumpah Pemuda, Ada Museum W.R Soepratman di Surabaya

Kompas.com - 29/10/2020, 16:20 WIB
Museum WR. Soepratman di Jalan Mangga Nomor 21. Tambaksari, Kota Surabaya, Jawa Timur. Museum ini merupakan rumah terakhir WR Soepratman sebelum meninggal dunia pada 17 Agustus 1938. www.humas.surabaya.go.idMuseum WR. Soepratman di Jalan Mangga Nomor 21. Tambaksari, Kota Surabaya, Jawa Timur. Museum ini merupakan rumah terakhir WR Soepratman sebelum meninggal dunia pada 17 Agustus 1938.


KOMPAS.com - Hari Sumpah Pemuda selalu diperingati setiap tahunnya pada 28 Oktober. Ikrar Sumpah Pemuda pertama kali dideklarasikan pada 28 Oktober 1928 atau tepat 92 tahun yang lalu.

Hari Sumpah Pemuda juga identik dengan sosok Wage Rudolf Soepratman atau W.R Soepratman. Ia adalah pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya sekaligus pemain biola.

Baca juga: Kisah Lagu Indonesia Raya dan Biola WR Supratman di Museum Sumpah Pemuda

Dengan biola berjenis Amatus berukuran 4/4 atau standar itu, ia memainkannya di depan peserta Kongres Pemuda Kedua di Gedung Kramat Raya 106, Jakarta yang kini dikenal dengan Museum Sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928.

Untuk mengenal lebih dekat sosok W.R Soepratman, kamu bisa mengunjungi Museum Rumah W.R Soepratman yang ada di Jalan Mangga Nomor 21, Tambaksari, Kota Surabaya, Jawa Timur.

"Jadi ini tempat atau rumah W.R Soepratman saat meninggal. Jadi rumahnya diabadikan menjadi museum," kata pemandu wisata sekaligus pendiri Wisata Kreatif Jakarta Ira Lathief saat memandu virtual tour Napak Tilas Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2020) malam.

Tepat di depan museum ini terdapat patung W.R Soepratman tengah memainkan biola di samping bendera merah putih.

Risma meninjau rumah sejarah milik pahlawan WR Supratman di Jalan Mundu Surabaya.KOMPAS.com/Achmad Faizal Risma meninjau rumah sejarah milik pahlawan WR Supratman di Jalan Mundu Surabaya.

Bentuk rumahnya pun masih tetap dibuat sama seperti dahulu dengan aksen tempo dulu yang khas.

Biasanya, wisatawan akan berfoto di spot depan patung W.R Soepratman tersebut. Rumah ini sebenarnya adalah milik kakak dari W.R Soepratman, yaitu Rukiyem Supratijah.

Pada 1936, barulah W.R Soepratman menempati rumah tersebut untuk bersembunyi dari kejaran pasukan Belanda akibat menciptakan lagu Indonesia Raya.

Ada banyak spot foto menarik di tempat ini dengan nuansa vintage atau zaman dulu. Misalnya, kamu bisa berfoto di depan berbagai kotak kaca koleksi museum. Ada juga koleksi replika biola W.R Soepratman di museum ini.

Baca juga: Kisah Biola WR Supratman di Museum Sumpah Pemuda

Ada juga satu ruangan yang menggambarkan beberapa penghargaan dari negara yang didapat W.R Soepratman, misalnya perangko lama, uang rupiah bergambar W.R Soepratman, hingga nama jalan di beberapa titik Kabupaten - Kota di Jawa Timur.

Hawa dingin pun akan terasa ketika masuk museum ini, karena terdapat pendingin ruangan. Selain itu, ada juga fasilitas lain seperti WiFi gratis.

Tertarik datang ke rumah terakhir W.R Soepratman sebelum meninggal sekaligus wisata sejarah? Kamu bisa datang pada saat waktu operasional museum.

Museum ini buka setiap Selasa sampai Minggu mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. Pengunjung tak dipungut biaya untuk tiket masuk alias gratis.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X