Kompas.com - 29/10/2020, 19:07 WIB
ILUSTRASI - Kamar hotel Shutterstock/August_0802ILUSTRASI - Kamar hotel

KOMPAS.com – Ketua BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banyuwangi Zaenal Muttaqin mengatakan bahwa okupansi hotel di Banyuwangi, Jawa Timur diprediksi meningkat selama libur panjang.

“Prediksi tanggal 27-31 Oktober untuk hotel bintang rata-rata 58 persen. Tapi tidak dipungkiri ada satu atau tiga anggota PHRI yang tingkat okupansinya bisa mencapai 80-90 persen,” kata dia kepada Kompas.com, Rabu (28/10/2020).

Sementara itu untuk prediksi hotel non-bintang, tingkat okupansi selama libur panjang adalah sekitar 45 persen.

Baca juga: Catat, Rute Layanan DAMRI Gratis ke Tempat Wisata di Banyuwangi

Untuk tingkat okupansi hotel bintang pada 1-26 Oktober, Zaenal mengungkapkan angkanya adalah sekitar 45 persen, sementara hotel non-bintang berada di bawah 40 persen.

Selama libur panjang ini, pemesanan kamar yang mayoritasnya berasal dari para tamu di daerah Jawa Timur adalah untuk masa inap selama 2-3 hari.

“Tapi tidak menutup kemungkinan ada yang menginap sampai seminggu. Cuma belum nemu angka pasti untuk berapa lama mereka menginap,” ujar Zaenal.

Protokol kesehatan tak pernah kendor

Sejak Banyuwangi memasuki era new normal dan sejumlah hotel mulai beropesi kembali, Zaenal mengatakan bahwa penerapan protokol kesehatan tidak pernah kendor.

“Jelang libur panjang pun kami tetap berkomitmen untuk tetap terapkan protokol kesehatan. Makin ditingkatkan, bahkan di setiap pertemuan skala kecil atau besar tetap diterapkan protokol ksehatan,” imbuh dia.

Salah satu protokol kesehatan yang diterapkan oleh beberapa hotel di Banyuwangi adalah setiap peserta yang mengikuti kegiatan pertemuan wajib melakukan rapid test.

Sementara itu, protokol kesehatan standar, seperti memakai masker, rajin cuci tangan, dan saling jaga jarak wajib dilakukan seluruh tamu.

ILUSTRASI - Kamar HotelShutterstock/Dragon Images ILUSTRASI - Kamar Hotel

“Tamu-tamu yang datang secara individual tidak perlu rapid test, tapi tetap patuhi protokol kesehatan,” kata Zaenal.

Guna makin menarik masyarakat untuk liburan dan menginap di Banyuwangi, beberapa anggotanya memberikan penawaran menarik.

“Beberapa anggota kami mengadakan kegiatan-kegiatan semacam staycation dan acara kuliner. Kita persiapkan untuk menawarkan kepada wisatawan yang akan berlibur,” ujar Zaenal.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang di Banyuwangi pada Agustus 2020 adalah 44,58 persen.

Baca juga: Jelang Libur Panjang, Bupati Banyuwangi Imbau Pelaku Wisata Taati Protokol Kesehatan

Persentase tersebut mengalami peningkatan sebesar 13,85 poin dari TPK pada Juli yang hanya 30,73 persen.

Sementara itu, TPK hotel bintang paling rendah terjadi pada April dan Mei yang masing-masing angkanya adalah 13,22 persen dan 12,36 persen.

Pada Agustus, hotel bintang tiga memiliki TPK paling tinggi yakni 74,02 persen dengan hotel bintang dua merupakan yang paling rendah yakni 2,64 persen.

Kompas.com coba mencari tingkat okupansi hotel non-bintang selama Agustus, tetapi tidak menemukannya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X