Kompas.com - 31/10/2020, 16:15 WIB

 

5. Pentas Reog Malam Bulan Purnama

Ketika mendengar “Ponorogo” yang terbesit adalah Reyog. Pemerintah dinas pariwisata dari Kabupaten Ponorogo memiliki agenda rutin dalam melestarikan budaya pentas Reog.

Pentas dilaksanakan di Alun-Alun Ponorogo, sehingga mudah diakses masyarakat setempat, tepatnya di panggung utama.

Baca juga: Menyusuri Sungai Maron di Pacitan, Sungai Amazon ala Jawa Timur

Meski dilakukan rutin, namun antusias tidak menurun. Penampilan setiap tahunnya dibawakan dengan format tari yang diubah.

Wisatawan yang ingin menyaksikan pentas seni ini, bisa memastikan jadwalnya di instagram @ponorogo.tourism.

6. Tumpak Pare

Untuk menikmati Bukit Tumpak Pare, wisatawan harus menanjak jalur yang berbatu. Cocok bagi wisatawan yang ingin mencoba mendaki gunung.

Jalur yang menanjak dan curam, perlu diperhatikan kesiapan fisik bagi wisatawan yang ingin berkunjung.

Baca juga: Mengenal Kopi Kawisari, Kopi Tertua dari Jawa Timur

Sesampainya di bukit, wisatawan bisa menikmati lapangan luas dengan pemandangan dari atas yang indah. Wisatawan juga bisa membawa tenda untuk berkemah di sini.

Tumpak Pare bisa kamu temui di Slorok, Cepoko, Ngrayun.

Jangan lupa siapkan gawai atau kamera untuk berfoto di bukit ini. Wisatawan juga perlu membawa perbekalan seperti air minum dan juga makanan ringan untuk mengisi tenaga.

7. Gua Maria Fatimah

Bertempat di Desa Klepu, Sooko, Gua Maria Fatimah menjadi tempat wisata religi yang ramai dikunjungi umat Katolik saat menjelang natal.

Wisatawan yang ingin berdoa, Gua Maria Fatimah dikelilingi pepohonan, sehingga udaranya sejuk dan nyaman untuk beribadah.

Baca juga: Wisata Religi Dongkrak Kunjungan Wisnus ke Jawa Timur di Tahun 2019

Untuk sampai ke Gua Maria, jalanan yang harus dilewati cukup menanjak curam. Ada beberapa anak tangga yang juga harus dinaiki sesampainya di komplek Gua Maria Fatimah.

Di sini juga terdapat mata air dari pegunungan yang terus mengalir dan tidak pernah kering, bahkan di kemarau panjang.

8. Pemandian Air Panas Tirta Husada

 

Dengan Rp 10.000 per orang, wisatawan bisa menikmati pemandian air panas di Pemandian Air Panas Tirta Husada. Lokasinya ada di Jalan Rasa Ngebel, Pucuk, Wagir Lor, Ngebel.

Tersedia beberapa kolam yang bisa wisatawan pilih untuk berenang, berendam, atau sekedar bermain air. Wisatawan bisa memilih kolam renang biasa atau kolam air panas.

Baca juga: 9 Kuliner Pilihan di Jawa Timur yang Sejalur Tol Trans-Jawa

Pengola juga menyediakan penyewaan ban untuk berenang seharga Rp 5.000 per ban. Wisatawan juga bisa mengunjungi pemandian jam berapa pun, karena buka 24 jam.

Bagi wisatawan yang membawa mobil pribadi, area parkir lokasinya terpisah dengan kawasan pemandian. Namun tidak terlalu jauh, bisa berjalan kaki kira-kira dua menit untuk sampai ke loket tiket.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.