Tips Bepergian ke Luar Negeri Selama Pandemi

Kompas.com - 03/11/2020, 17:20 WIB
, SHUTTERSTOCK,


KOMPAS.com – Berlibur ke luar negeri pada masa pandemi Covid-19 tidak lagi sama dengan saat sebelum pandemi. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum berlibur.

Salah satunya protokol kesehatan ketat selama liburan untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan.

Saat ini, ada beberapa negara yang sudah membuka perbatasannya untuk wisatawan Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Turki, Dubai, Malta, Inggris, dan Arab Saudi untuk keperluan Umrah.

Berikut ini tips liburan ke luar negeri dari Sekretaris Jenderal Asosisasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Pauline Suharno yang bisa coba kamu lakukan.

Baca juga: Cerita Grup Indonesia ke Turki Saat New Normal, Seperti Liburan Pribadi

1. Pastikan diri sehat

Hal pertama yang harus dipastikan tentu saja diri yang sehat. Pastikan tubuhmu dalam keadaan sehat. Jangan sampai kamu tetap memaksakan diri pergi padahal saat itu badanmu sedang drop.

Selain itu sekarang untuk bisa masuk ke negara-negara tersebut banyak yang mengharuskan kamu menyertakan surat PCR yang menerangkan bahwa dirimu sehat dan bebas Covid-19.

2. Lakukan riset sebelum pergi

Sebelum bepergian, Pauline juga menyarankan untuk melakukan riset mendalam terkait kebijakan di negara tersebut.

Pastikan apakah mereka sudah benar-benar punya aturan yang tegas terkait protokol CHSE di negara mereka.

Baca juga: Kapan Orang Indonesia akan Merasa Aman Liburan Ke Luar Negeri?

Beberapa negara yang dianggap menerapkan protokol dengan cukup baik adalah Singapura dan Thailand. Menurut Pauline, mereka biasanya ketat dalam penerapan protokol kesehatan.

"Karena mereka memang disertifikasi oleh kementerian pariwisatanya atau di Singapura itu Singapore Tourism Board. Turki juga katanya sudah bagus tapi saya enggak tahu ya seketat apa pemerintahnya," jelas Pauline ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (3/11/2020).

 

Para peserta famtrip Tripuri Travel ketika berkunjung ke Turki.Dokumentasi Tripuri Travel Para peserta famtrip Tripuri Travel ketika berkunjung ke Turki.

3. Lakukan trip bersama grup

Sebelum pandemi, liburan FIT atau free independent traveler dan backpacking banyak sekali dilakukan. Namun untuk masa pandemi seperti ini, ia merasa perjalanan bersama grup tur akan lebih aman.

Baca juga: Ada Visa Khusus Turis Asing di Thailand, untuk Negara Mana Saja?

Pertama, grup tur saat ini tidak lagi diisi dengan banyak orang. Ada pembatasan khusus terkait jumlah orang yang bisa berlibur dalam satu grup. Jumlahnya tidak terlalu banyak.

“Dengan kondisi ini akan lebih terkontrol sebetulnya. Akan lebih dilacak juga kalau ternyata ada kasus di hotel atau ada penularan lokal segala macam,” terang Pauline.

Tak itu saja, dari sisi jadwal liburan pun cenderung lebih terjaga. Operator travel saat ini menurut Pauline cenderung tidak akan membuat itinerary yang terlalu melelahkan.

Sehingga memungkinkan peserta tur untuk punya waktu istirahat yang cukup. Disesuaikan untuk menjaga kondisi tubuh para peserta tur agar tetap fit.

4. Jaga gaya hidup sehat selama liburan

Selama berlibur, sebaiknya tetap jaga gaya hidup sehat. Biasanya selama liburan kamu cenderung bepergian ke banyak tempat yang tentu saja mengurangi waktu istirahatmu.

“Kebiasaannya kalau pergi sama teman, nongkrong siang-malam. Nah itu kan mengurangi imun juga kalau tidur malam-malam. Jadi kebiasaan hidup sehatnya harus tetap dijaga selama traveling,” tutur Pauline.

Pasalnya kamu pasti sudah akan merasa lelah sesampainya di negara tujuan akibat perjalanan dengan pesawat.

 

Ilustrasi liburan selama pandemi, wajib memakai masker dan patuhi protokol kesehatanShutterstock/eggeegg Ilustrasi liburan selama pandemi, wajib memakai masker dan patuhi protokol kesehatan

5. Terapkan protokol kesehatan standar

Penerapan protokol kesehatan saat liburan ke luar negeri adalah hal wajib. Oleh karena itu, pastikan kamu mengetahui bagaimana protokol kesehatan setempat.

Baca juga: Protokol Terbang ke Dubai pada Era Pandemi, seperti Apa?

Jangan lupa cuci tangan, membawa hand sanitizer, dan menggunakan masker. Jaga jarak juga penting dilakukan.

“Karena kadang kalau mau foto kan lepas masker tuh. Terus kebablasan sampai makan ramai-ramai,” ujar Pauline.

6. Perhatikan protokol kesehatan warga lokal

Kendati pemerintah negara tersebut sudah melakukan implementasi kesehatan yang baik untuk para pelaku pariwisata, kadang kala warga lokalnya masih belum menerapkan protokol tersebut dengan baik.

“Mereka dipastikan harus cuci tangan sebelum menyajikan makanan. Pastikan tangan yang pegang makanan bukan tangan yang sama dengan yang terima uang,” tegas Pauline.

Perhatikan baik-baik kebiasaan sang penjual, khususnya para penjual makanan di kaki lima. Jika kamu sudah melihat mereka tak melakukan protokol CHSE dengan baik, lebih baik pergi dan cari tempat lain yang menerapkan protokol dengan baik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X