Tips Cegah Acute Mountain Sickness Saat Pendakian

Kompas.com - 03/11/2020, 20:15 WIB
Puncak Gunung Andong yang ramai bagai pasar di akhir pekan. (10/03/2019). Kompas.com/Anggara Wikan PrasetyaPuncak Gunung Andong yang ramai bagai pasar di akhir pekan. (10/03/2019).

 

KOMPAS.comAcute mountain sickness (AMS) merupakan penyakit yang kerap menyerang pendaki yang tubuhnya belum terbiasa dengan ketinggian gunung yang didaki.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Rahman Mukhlis mengatakan, gejala AMS ringan meliputi sakit kepala, mual dan pusing, kehilangan nafsu makan, kelelahan, sesak napas, tidur terganggu, dan lemas untuk bergerak.

Untuk menghindari terkena AMS saat mendaki, apa yang harus dilakukan oleh calon pendaki sebelum memulai perjalanan?

Baca juga: Mendaki Gunung Prau Jalur Patak Banteng? Kuotanya 1.200 Orang Per Hari

“AMS disebabkan karena perbedaan ketinggian. Pencegahannya adalah aklimatisasi yang baik,” katanya kepada Kompas.com, Selasa (3/11/2020).

Adapun, aklimatisasi merupakan proses penyesuaian tubuh pendaki terhadap ketinggian gunung yang akan dituju.

Menurut Rahman, para pendaki pemula harus melakukan penyesuaian dengan cara mendaki gunung secara bertahap. Tingginya pun disarankan tidak lebih dari 1.000 meter dari permukaan laut (mdpl).

  • Ritme konstan dan tidak terburu-buru

Biasanya, AMS dapat menyerang pendaki yang berada di ketinggian sekitar 2.500 mdpl. Rahman menuturkan bahwa AMS merupakan penyakit yang tidak dapat diprediksi.

AMS juga bisa menyerang pendaki yang berpengalaman karena sejumlah faktor, salah satunya ritme mendaki.

“Tips menghindari AMS, mendaki dengan ritme yang konstan dan pelan. Hindari mendaki terlalu cepat saat memasuki zona high altitude,” ungkap Rahman.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X