Sebelumnya, Zaky mengungkapkan bahwa para jemaah akan melalui tiga kali tes PCR dengan tes pertama dilakukan di Jakarta dan tes kedua di Arab Saudi.
Dia menuturkan, tes PCR kedua dilakukan pada hari kedua karantina tiga hari di hotel tempat para jemaah ditempatkan.
Baca juga: Setelah Umrah, Nikmati Sejuknya Pegunungan Al-Hada
“Nanti ada satu tempat khusus untuk tes PCR jemaah secara bergantian antre. Tapi untuk tes PCR kepulangan, mekanisme sampai sekarang belum jelas di mana dan bagaimana, bayar atau tidak,” ungkapnya.
Untuk tes PCR, Zaky mengatakan bahwa pemeriksaan dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi mulai pukul 18:00 waktu setempat.
Terkait tes PCR ketiga, meski masih belum ada informasi yang jelas, namun berdasarkan regulasi Zaky menuturkan bahwa tes dilakukan sebelum kembali ke Indonesia.
Setelah seluruh pemeriksaan dokumen selesai, jemaah akan diarahkan untuk mengambil barang bawaan yang nantinya akan disemprot cairan disinfektan oleh para petugas.
Kemudian, mereka akan naik bus yang sebelumnya dapat diisi oleh 48-50 jemaah namun kini dibatasi menjadi 20-22 jemaah saja.
“Dua kursi hanya untuk satu orang. Kemudian ke hotel tempat karantina, dikarantina selama tiga hari. Tidak boleh keluar hotel sama sekali, ke lobby terkadang bisa,” ujar Zaky.
Selama berada di hotel karantina, Zaky mengatakan bahwa para jemaah tidak bisa memasukkan makanan yang dipesan dari luar.
Tidak hanya itu, kamar hotel yang biasanya boleh diisi hingga empat orang kini hanya dibatasi menjadi maksimal dua orang.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.