Kompas.com - 06/11/2020, 15:03 WIB
Ilustrasi Thailand - Grand Palace di Bangkok. SHUTTERSTOCKIlustrasi Thailand - Grand Palace di Bangkok.

KOMPAS.com – Thailand kini sudah menyambut kembali wisatawan dan kru kapal pesiar asing di bawah skema Special Tourist Visa (STV).

Sebelumnya, melansir TATnews.org, Senin (2/11/2020), STV hanya diperuntukkan bagi seluruh wisatawan yang akan liburan di Thailand dalam jangka panjang.

Baca juga: Thailand Keluarkan Visa Khusus Turis Asing, Apa Itu?

Mulai dari wisatawan leisure, pelancong bisnis, hingga investor. Namun, mereka wajib mematuhi aturan kesehatan masyarakat Thailand yang ketat.

Kini, STV diperpanjang bagi wisatawan dan kru kapal pesiar asing. Perizinan ini diumumkan pada Jumat (30/10/2020) melalui Royal Thai Government Gazette, jurnal publik, dan catatan di mana undang-undang dan regulasi yang direvisi diterbitkan.

Permohonan STV dari wisatawan dan kru kapal pesiar asing dapat diajukan dalam waktu 30 hari setelah pengumuman dan tersedia hingga 30 September 2021.

Baca juga: Ada Visa Khusus Turis Asing di Thailand, untuk Negara Mana Saja?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

STV memungkinkan wisatawan untuk liburan di Thailand selama 90 hari. Namun, masa tinggal dapat diperpanjang dua kali masing-masing 90 hari.

Biaya permohonan STV adalah 2.000 baht atau sekitar Rp 927.395. Biaya tersebut juga berlaku untuk setiap perpanjangan.

Ilustrasi Thailand - Candi Wat Phra Kaew di Bangkok.SHUTTERSTOCK Ilustrasi Thailand - Candi Wat Phra Kaew di Bangkok.

Saat ini menurut Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand, STV hanya berlaku bagi wisatawan dan kru kapal pesiar asing dari negara berisiko rendah Covid-19.

Wisatawan dan kru kapal pesiar asing yang tiba di perairan Thailand sebelum Negeri Gajah Putih mengumumkan keadaan darurat pada Maret 2020 juga memenuhi syarat pengajuan STV.

Syarat bagi wisatawan dan kru kapal pesiar asing

Wisatawan dan kru kapal pesiar asing wajib mematuhi langkah pengendalian dan pencegahan Covid-19.

Mereka juga wajib dikarantina di kapal selama 14 hari, serta melalui tiga kali tes Covid-19 sebelum dapat melancong ke Thailand.

Baca juga: Bisakah Indonesia Terapkan Special Tourist Visa seperti Thailand?

Selanjutnya, mereka juga harus memiliki asuransi kesehatan yang mencakup pengobatan Covid-19 minimum 100.000 dollar AS, setara dengan Rp 1,4 miliar, selama liburan di Thailand.

Ada juga asuransi tambahan dengan pertanggungan sebesar 40.000 baht atau Rp 18.542.614 untuk layanan medis pasien rawat jalan, dan asuransi 400.000 baht atau Rp 187 juta untuk layanan medis rawat inap.



Sumber tatnews
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Wisata Gunungkidul Jalani Vaksinasi di Geosite Ngingrong

Pelaku Wisata Gunungkidul Jalani Vaksinasi di Geosite Ngingrong

Travel Update
Tidur Ditemani Kucing, Begini Uniknya Hostel Neko Hatago di Osaka

Tidur Ditemani Kucing, Begini Uniknya Hostel Neko Hatago di Osaka

Jalan Jalan
7 Fakta Menarik Quanzhou, Kota Pelabuhan di China Warisan Dunia UNESCO Terbaru

7 Fakta Menarik Quanzhou, Kota Pelabuhan di China Warisan Dunia UNESCO Terbaru

Jalan Jalan
Mengenal 4 Situs Warisan Dunia UNESCO Terbaru, Ada Quanzhou di China

Mengenal 4 Situs Warisan Dunia UNESCO Terbaru, Ada Quanzhou di China

Travel Update
Daftar 25 Hotel Terindah di Dunia 2021 Versi TripAdvisor, Indonesia Termasuk

Daftar 25 Hotel Terindah di Dunia 2021 Versi TripAdvisor, Indonesia Termasuk

Travel Update
Intip Wajah Baru Terminal Penumpang Bandara Pattimura Ambon

Intip Wajah Baru Terminal Penumpang Bandara Pattimura Ambon

Jalan Jalan
PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Siasat Pelaku Pariwisata untuk Bertahan

PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Siasat Pelaku Pariwisata untuk Bertahan

Travel Update
PPKM Darurat Sebabkan Pelaku Pariwisata Sulit Bergerak

PPKM Darurat Sebabkan Pelaku Pariwisata Sulit Bergerak

Travel Update
Kemenparekraf Siapkan Program PEN dengan Anggaran Rp 2,4 Triliun

Kemenparekraf Siapkan Program PEN dengan Anggaran Rp 2,4 Triliun

Travel Update
IHGMA Bali Sebut Waktu Pembukaan Pariwisata untuk Turis Asing Penting, Tapi...

IHGMA Bali Sebut Waktu Pembukaan Pariwisata untuk Turis Asing Penting, Tapi...

Travel Update
Ini Skenario Penyambutan Turis Asing di Bali jika Sudah Memungkinkan

Ini Skenario Penyambutan Turis Asing di Bali jika Sudah Memungkinkan

Travel Update
Bali Siapkan Skenario Sambut Turis Asing, Antisipasi jika Perbatasan Dibuka

Bali Siapkan Skenario Sambut Turis Asing, Antisipasi jika Perbatasan Dibuka

Travel Update
1.871 Usaha Pariwisata di Bali Sudah Dapat Sertifikat CHSE

1.871 Usaha Pariwisata di Bali Sudah Dapat Sertifikat CHSE

Travel Update
Pulihkan Pariwisata Pulau Dewata, Bali Sudah Vaksin 3 Juta Warganya

Pulihkan Pariwisata Pulau Dewata, Bali Sudah Vaksin 3 Juta Warganya

Travel Update
Wisata Tutup Selama PPKM, Pemkab Gunungkidul Rencanakan Revisi Target Kunjungan

Wisata Tutup Selama PPKM, Pemkab Gunungkidul Rencanakan Revisi Target Kunjungan

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X