BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif

Obati Rindu Wisatawan, Kemenparekraf dan Traval.co Gelar Wisata Virtual Keliling 8 Destinasi Top Indonesia

Kompas.com - 06/11/2020, 16:48 WIB
Ilustrasi virtual tour Dok. SHUTTERTSOCK/Casimiro PTIlustrasi virtual tour

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebagai negara kepulauan, Indonesia dianugerahi bentang alam yang sangat beragam. Indonesia tidak hanya memiliki pantai-pantai indah, tapi juga pegunungan, gugusan terumbu karang, hutan hujan, hingga padang rumput.

Karena keragaman itu, Indonesia memiliki banyak destinasi wisata alam yang menarik untuk dieksplorasi.

Sayangnya, pandemi Covid-19 dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diberlakukan selama beberapa bulan terakhir membuat aktivitas pariwisata terganggu. Wisatawan yang ingin berlibur terpaksa menunda rencananya demi keselamatan bersama.

Keterbatasan ruang gerak itu bisa sedikit diatasi dengan kegiatan virtual tour atau wisata virtual. Lewat virtual tour, wisatawan tetap bisa menjelajahi berbagai tempat menarik tanpa perlu meninggalkan rumah. Cukup berbekal gadget dan koneksi internet, wisatawan sudah bisa mengunjungi obyek wisata.

Berangkat dari hal tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf) bersama platform wisata Traval.co menginisiasi aktivitas virtual tour bertajuk Traval Live: Virtual Indonesia.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf Rizki Handayani menjelaskan, kehadiran kegiatan Virtual Indonesia memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengobati rasa kangen berlibur di destinasi domestik.

Selain itu, kegiatan itu bertujuan untuk memberikan informasi terkini tentang kondisi pariwisata di berbagai daerah kepada masyarakat.

Virtual tour ini juga dapat menunjukkan dan membangkitkan inspirasi kepada para calon wisatawan tentang kegiatan pariwisata yang saat ini masih tetap ada dan menunggu untuk dikunjungi,” ucap Rizki dalam acara konferensi pers Virtual Indonesia yang diselenggarakan secara daring, Kamis (5/11/2020).

Lewat Virtual Indonesia, peserta tur akan diajak mengenal lokasi-lokasi wisata terbaik #DiIndonesiaAja dengan cara berbeda dari biasanya. Setiap tur juga akan melibatkan komunitas pariwisata lokal yang berperan sebagai pemandu.

Delapan destinasi wisata unggulan

Acara Virtual Indonesia itu akan berlangsung pada 7-29 November 2020 setiap Sabtu dan Minggu pukul 10:00 WIB.

Nantinya, akan ada delapan destinasi wisata unggulan yang dieksplorasi. Kedelapan destinasi itu adalah Taman Nasional Gunung Rinjani, Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Tanjung Puting, Kaldera Toba, Desa Sauwandarek Raja Ampat, Wisata Hiu Paus Botubarani di Gorontalo, Taman Nasional Bali Barat, dan Candi Borobudur.

CEO Traval.co Julius Bramanto mengatakan, Kemenparekraf dan Traval.co awalnya hanya berencana mengangkat lima destinasi super prioritas yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yakni Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika, dan Likupang. Namun, akhirnya diputuskan untuk menambahkan tiga destinasi wisata lain.

Menurut Julius, pemilihan ketiga destinasi wisata itu didasarkan pada beberapa pertimbangan. Pertama, destinasi wisata memiliki daya tarik yang sangat unik dan tidak bisa ditemukan di tempat lain.

Kedua, destinasi wisata yang terpilih memiliki sisi storytelling yang kuat. Kemudian, komunitas lokal di destinasi wisata tersebut memiliki visi dan misi yang sama dengan Traval.co dan Kemenparekraf.

Sejumlah wisatawan berenang bersama seekor Hiu Paus di perairan Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Minggu (21/4/2019). Pengamat mencatat bahwa puncak musim kedatangan kelompok Hiu Paus ke perairan tersebut yaitu pada bulan Mei dan Juni.ANTARA FOTO/ADIWINATA SOLIHIN Sejumlah wisatawan berenang bersama seekor Hiu Paus di perairan Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Minggu (21/4/2019). Pengamat mencatat bahwa puncak musim kedatangan kelompok Hiu Paus ke perairan tersebut yaitu pada bulan Mei dan Juni.

Contohnya, Wisata Hiu Paus Botubarani di Gorontalo. Destinasi wisata minat khusus ini, kata Julius, sangat unik karena tempat hiu paus muncul ke permukaan laut sangat dekat dari pantai tanpa perlu menempuh perjalanan berjam-jam menggunakan kapal ke titik pengamatan.

Ada juga Desa Sauwandarek di kawasan wisata Raja Ampat, Papua. Selama ini, Desa Sauwandarek hanya dikenal sebagai tempat mencari kerajinan lokal untuk dijadikan oleh-oleh. Padahal, di desa ini, wisatawan juga bisa mengeksplorasi lebih jauh tentang budaya dan kuliner setempat.

Promosikan wisata berkelanjutan

Selain membawa wisatawan untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata dari rumah, kegiatan Virtual Indonesia juga menjadi ajang mempromosikan pariwisata bertanggung jawab dan berkelanjutan di Indonesia.

Tujuannya, sektor pariwisata dapat memberikan dampak dan perubahan positif yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar, budaya, dan alam.

Menurut Julius, ada dua hal utama yang ingin Kemenparekraf dan Traval.co sampaikan lewat acara Virtual Indonesia dalam upaya menjadikan industri pariwisata Indonesia menjadi lebih baik, lebih beretika, dan bertanggung jawab.

Pertama, dampak positif pariwisata terhadap masyarakat setempat. Virtual Indonesia akan menunjukkan bagaimana pariwisata dapat berperan dalam menyejahterakan masyarakat dengan menerapkan pendekatan bisnis yang saling menguntungkan.

“Bagaimana kita berkolaborasi dengan masyarakat maupun komunitas setempat dalam mengembangkan daerahnya hingga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia lewat pendampingan dan pelatihan,” papar Julius.

Kedua, dampak positif terhadap alam dan lingkungan hidup. Melalui Virtual Indonesia, pihaknya ingin mengampanyekan dan mengedukasi wisatawan terkait pelestarian keanekaragaman hayati serta menerapkan pariwisata alam yang beretika.

“Di sini, kami juga akan bercerita tentang praktik-praktik penerapan wisata ramah lingkungan yang turut melibatkan wisatawan dalam mengurangi dampak negatif dari pariwisata itu sendiri. Contohnya, dengan kampanye zero waste journey dan carbon offsetting,” imbuhnya.

Donasi untuk komunitas lokal

Untuk mengikuti wisata di Virtual Indonesia, peserta tidak akan dipungut biaya apa pun alias gratis. Meski demikian, Virtual Indonesia membuka kesempatan bagi peserta yang ingin berkontribusi dalam proses pembangunan destinasi wisata lokal lewat pengumpulan dana sukarela.

Nantinya, 100 persen dana yang terkumpul akan dimanfaatkan komunitas lokal untuk terus menjalankan program dan kampanye pariwisata yang bertanggung jawab.

Dengan begitu, acara Virtual Indonesia tidak hanya dapat menjadi cara alternatif berwisata di kala pandemi, tapi juga sebagai media untuk mempromosikan destinasi wisata unggulan sekaligus menyosialisasikan pariwisata berkelanjutan di Indonesia.

Yuk, segera daftarkan diri dan ikuti serunya liburan virtual #DiIndonesiaAja. Untuk informasi lebih lanjut tentang program Virtual Indonesia dan melakukan pemesanan tiket, Anda bisa mengunjungi tautan ini.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya