Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/11/2020, 17:19 WIB


KOMPAS.com – Italia jadi salah satu negara di Eropa yang terdampak besar khususnya di sektor pariwisata akibat pandemi Covid-19.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Roma R. A. Esti Andayani memaparkan, pemerintah Italia telah berusaha menangani dampak tersebut.

Ada beberapa paket kebijakan yang diluncurkan oleh Italia untuk menjaga industri pariwisata tetap bertahan selama pandemi Covid-19 ini.

Paket kebijakan yang diluncurkan secara bertahap tersebut, yakni Cura Italia pada 16 Maret, Likuiditas pada 6 April, Relaunch pada 14 Mei, dan August Decree pada 7 Agustus.

“Dari tahap ini ada bantuannya juga. Tapi yang terkait langsung dengan pariwisata adalah bantuan langsung hingga 1.000 Euro untuk usaha yang bergerak di bidang pariwisata dan hiburan yang pendapatannya berkurang drastis akibat pandemi,” kata Esti.

Hal itu ia paparkan ketika menjadi narasumber dalam webinar Sharing Best Practices “Pemulihan Sektor Pariwisata di Negara Eropa Barat dan Selatan”, Jumat (6/11/2020).

Baca juga: Punya Dua Warga, Kota di Italia Tetap Ada Protokol Kesehatan Covid-19

 

Ilustrasi Italia.SHUTTERSTOCK Ilustrasi Italia.

Selain itu, Italia juga mengalokasikan dana sebesar 5 miliar Euro untuk pariwisata dan budaya. Alokasi dana tersebut diberikan dalam kebijakan tahap Relaunch.

Jumlah tersebut terdiri dari 2,4 miliar Euro untuk holiday tax credit, termasuk alokasi dana 500 Euro per keluarga di Italia yang berlaku hingga Desember 2020 untuk berlibur di dalam negeri.

Italia juga memberikan dana promosi pariwisata senilai 20 juta Euro serta dana darurat 25 juta Euro khusus untuk travel agent dan tour operator.

“Waktu perpanjangan voucer bagi penggantian paket travel dan wisata yang dibatalkan juga bertambah. Dari 12 bulan menjadi 18 bulan. Jadi bisa sampai tahun 2021,” papar Esti.

Baca juga: Bandara di Italia Sabet Penghargaan Lima Bintang Anti-Covid Pertama di Dunia

Beberapa kebijakan pemerintah Italia lainnya adalah alokasi dana darurat 210 juta Euro untuk badan budaya, 100 juta Euro untuk museum milik negara, dan 245 juta Euro untuk sektor hiburan, seniman, dan audio visual.

Selain itu ada pula pemberian cashback 10 persen hingga 300 Euro jika transaksinya menggunakan uang tunai.

“Untuk diketahui di Italia tidak seperti di Indonesia. Di Italia masih sukanya pakai uang kertas dibandingkan pakai gawai gitu ya,” ujar Esti.

Selain itu, Italia juga menetapkan aturan berupa pelarangan pemutusan hubungan kerja (PHK) , serta melakukan penundaan pajak dan tagihan utilitas untuk para pelaku usaha.

 

Ilustrasi Italia.shutterstock.com/prochasson Ilustrasi Italia.

Dampak pandemi pada pariwisata Italia

Dampak pandemi terhadap sektor pariwisata Italia sangatlah berat. Seperti negara lainnya di dunia, jumlah pemasukan Italia dari pariwisata berkurang drastis.

Esti menjabarkan bahwa diperkirakan sampai akhir tahun ini Italia akan kehilangan sekitar 30 juta wisatawan Internasional.

Ada juga pembatalan 7.400 acara yang bernilai sekitar 10,5 juta Euro. Kerugiannya sendiri diperkirakan sampai akhir tahun ini mencapai 200 miliar Euro.

“Perlu diketahui juga bahwa sekitar 4,2 juta penduduk dari 60 juta penduduk Italia itu bekerja di sektor pariwisata. Itu belum termasuk pekerja lepas dan keluarga yang terlibat di dalamnya,” tutur Esti.

Baca juga: Kota Terbaik untuk Melihat Bintang Ada di Italia

Angka tersebut belum termasuk dampak yang dialami sektor restoran dan retail. Menurut data yang dijabarkan Esti, sekitar 3 dari 10 restoran atau bar akan bangkrut setelah terjadinya gelombang kedua Covid-19 di Italia.

Pasalnya, walaupun di Italia memang diperbolehkan untuk melakukan dine-in atau makan di tempat, tapi jumlahnya tidak bisa penuh.

Terdapat ketentuan protokol misalnya satu meja yang bisa diisi paling banyak empat orang dengan jarak tertentu. Jam bukanya pun dibatasi, hanya boleh sampai pukul 18.00 saja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Idul Adha di Kudus Tidak Menyembelih Sapi? Simak Sejarahnya

Mengapa Idul Adha di Kudus Tidak Menyembelih Sapi? Simak Sejarahnya

Jalan Jalan
4 Tempat Beli Oleh-oleh Haji di Surabaya, Ada Beragam Jenis Kurma

4 Tempat Beli Oleh-oleh Haji di Surabaya, Ada Beragam Jenis Kurma

Jalan Jalan
Desa Wisata Bakal Jadi Andalan Baru Labuan Bajo untuk Gaet Wisatawan

Desa Wisata Bakal Jadi Andalan Baru Labuan Bajo untuk Gaet Wisatawan

Travel Update
Ekowisata Sungai Mudal di Kulon Progo Tutup pada Rabu, 7 Juni 2023

Ekowisata Sungai Mudal di Kulon Progo Tutup pada Rabu, 7 Juni 2023

Travel Update
Rute ke Padukuhan Wotawati dari Pantai Sadeng, Permukiman di Dasar Bengawan Solo Purba

Rute ke Padukuhan Wotawati dari Pantai Sadeng, Permukiman di Dasar Bengawan Solo Purba

Travel Tips
Panduan Lengkap ke OMAH Library, Hidden Gem di Tangerang

Panduan Lengkap ke OMAH Library, Hidden Gem di Tangerang

Travel Update
7 Tempat Beli Oleh-oleh Haji dan Umrah di BandungĀ 

7 Tempat Beli Oleh-oleh Haji dan Umrah di BandungĀ 

Jalan Jalan
Ada Aturan Baru untuk Turis Asing di Bali, Catat 5 Penting Ini

Ada Aturan Baru untuk Turis Asing di Bali, Catat 5 Penting Ini

Travel Update
Kunjungan Wisman ke Sulsel 69 Persen pada April 2023

Kunjungan Wisman ke Sulsel 69 Persen pada April 2023

Travel Update
Nyulo, Aktivitas Berburu Hewan Laut Saat Malam Hari di  Belitung

Nyulo, Aktivitas Berburu Hewan Laut Saat Malam Hari di Belitung

Jalan Jalan
Kompleks Taman Dadaha di Tasikmalaya Akan Direvitalisasi Jadi Wisata Baru

Kompleks Taman Dadaha di Tasikmalaya Akan Direvitalisasi Jadi Wisata Baru

Travel Update
INDOFEST 2023 Dikunjungi Lebih dari 48.000 Orang, Lampaui Target Awal

INDOFEST 2023 Dikunjungi Lebih dari 48.000 Orang, Lampaui Target Awal

Travel Update
Sejarah Idul Adha, Mengapa Disebut Lebaran Haji dan Kurban?

Sejarah Idul Adha, Mengapa Disebut Lebaran Haji dan Kurban?

Jalan Jalan
Bali Terbitkan Aturan Baru untuk Turis Asing, Cegah Pelanggaran Terulang

Bali Terbitkan Aturan Baru untuk Turis Asing, Cegah Pelanggaran Terulang

Travel Update
5 Tips Diving di Desa Wisata Welora, Perhatikan Bulan Terbaik

5 Tips Diving di Desa Wisata Welora, Perhatikan Bulan Terbaik

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+