Asyik, Kudus Kembangkan 15 Desa Wisata

Kompas.com - 10/11/2020, 16:40 WIB
Ilustrasi desa wisata di Kudus AntaraIlustrasi desa wisata di Kudus

KOMPAS.com - Sebanyak 15 desa di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dikembangkan menjadi desa wisata.

Dilansir dari Antara, pengembangan ini lantaran belasan desa tersebut memiliki potensi yang mendukung serta dinilai memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan pemerintah.

"Dari 15 desa tersebut, sebagian ada yang ditetapkan sebagai desa wisata kategori berkembang dan desa rintisan wisata. Pemberian surat keputusan (SK) penetapan dijadwalkan pekan depan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Bergas Catur Sasi Penanggungan di Kudus, Senin (9/11/2020).

Baca juga: Mampir ke Kudus, Ini 5 Destinasi Wisata Wajib Dikunjungi

Ia mengungkapkan berdasarkan Perda Jateng nomor 2/2019 tentang Pemberdayaan Desa Wisata di Provinsi Jateng klasifikasi desa wisata terdiri atas, desa rintisan, desa berkembang dan desa maju.

Belasan desa tersebut, meliputi Desa Temulus, Jepang, Loram Kulon, Kaliputu, Kandangmas, Tanjungrejo, Ternadi, Wates, Wonosoco, Dukuh Waringin, Rahtawu, Jurang, Margorejo, Terban, dan Padurenan.

Sementara dari 15 desa yang diusulkan desa wisata tersebut, terdapat tiga desa masuk kategori desa berkembang, yakni Desa Loram Kulon, Jepang, dan Dukuh Waringin, sedangkan selebihnya rintisan desa wisata.

Baca juga: Lentog Tanjung, Makanan Khas Kudus yang Mirip Lontong Cap Go Meh

Penetapan desa sebagai desa rintisan atau berkembang, kata dia, disesuaikan dengan hasil penilaian.

"Terdapat 24 indikator yang harus dipenuhi, mulai dari infrastruktur, paket wisata, home stay, kelembagaan partisipasi masyarakat, jejaring dan masih banyak lagi. Termasuk jumlah kunjungan wisatawan juga ikut menjadi penilaian," ujarnya.

Ia mengungkapkan setiap tiga tahun desa yang sudah mendapatkan surat keputusan (SK) sebagai desa wisata tersebut akan kembali dievaluasi, apakah mengalami peningkatan atau penurunan.

Keuntungan bagi desa yang sudah berstatus desa wisata yakni mendapatkan peluang akses bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk pengembangan wisata.

Sementara desa yang masih berstatus desa embrio wisata tercatat ada 50-an desa yang sebelumnya mendapatkan SK Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X