Kompas.com - 12/11/2020, 09:16 WIB
Warung kopi Merapi Tribun Jogja/Bramastyo AdhyWarung kopi Merapi

KOMPAS.com - Gunung Merapi menyimpan daya tarik wisata alam yang menarik untuk dikunjungi.

Dilansir dari Tribun Jogja, selain potensi alamnya yang indah, kehidupan masyarakat di lereng Gunung Merapi sebagai petani kopi juga menjadi aset berharga bagi pengembangan wisata.

Salah satu potensi alam yang perlahan sukses menjadi ikon wisata di lereng Gunung Merapi adalah hadirnya Kopi Merapi--kopi yang dihasilkan dari perkebunan kopi di lereng Gunung Merapi.

Baca juga: Wisata Kali Talang di Klaten yang Instagramable Berlatar Gunung Merapi

Wisatawan bisa menikmati kopi asli hasil perkebunan lereng Gunung Merapi, salah satunya langsung di Desa Petung, Kepuharjo, Cangkringan.

Di sini ada Kedai Kopi Merapi yang dikelola oleh Sumijo, salah satu petani kopi di lereng Gunung Merapi. Kedai kopi ini berjarak sekitar tujuh kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Sumijo menuturkan, selain bisa menjajal kenikmatan kopi merapi, pengunjung atau wisatawan juga bisa langsung melihat perkebunan kopi di lereng Gunung Merapi.

Baca juga: Selain Mendaki, Ini 6 Alternatif Tempat Wisata Sekitar Gunung Merapi

Kebun kopi di lereng Gunung Merapi saat ini, menurut Sumijo, kurang lebih seluas 250 hektare. Untuk kebun kopi arabika seluar 10 hektare dan sisanya kebun kopi robusta.

Kebun kopi ini tersebar di area Utara Gunung Merapi. Untuk sampai di kebun ini, wisatawan bisa menempuh perjalanan dengan jalan kaki sekitar 20 menit dari warung kopi Merapi.

Bila beruntung, wisatawan bisa ikut memanen kopi sendiri.

Sumijo menjelaskan bahwa kebun kopi arabika memang hanya tersisa sekitar 10 hektare akibat aktivitas erupsi besar Gunung Merapi di tahun 2010 silam.

Baca juga: 6 Tempat untuk Menikmati Suasana Gunung Merapi

Saat ini para petani berusaha mengembalikan lagi kebun kebun yang dulunya hangus terkena awan panas erupsi.

"Wisatawan kami ajak ke kebun kopi supaya langsung tahu sejarah dan wujud alamiah kopi lereng Merapi yang mereka nikmati sudah dalam bentuk serbuk siap seduh," kata Sumijo.

"Setelah dari kebun, kalau pas musim panen, biji kopi yang dipanen bisa langsung disangrai sendiri oleh wisatawan , ditumbuk, diseduh hingga siap untuk diminum," terang Sumijo.

Baca juga: Omahku Memoryku, Penyimpan Memori Bencana Merapi 2010

Lanjut Sumijo, saat ini ia dan pegiat wisata kopi lereng Gunung Merapi berharap bisa turut mengedukasi masyarakat tentang potensi kopi lokal di industri kopi nasional dan dunia.

Di tempat ini wisatawan bisa langsung ikut belajar membuat kopi baik dengan mesin tradisional maupun mesin modern.

Rencananya, tidak hanya kopi lokal saja yang bakal ditanam di area kebun yang bakal dijadikan penelitian kopi ini.

"Kami berharap dengan adanya wisata edukasi kopi ini, masyarakat bisa lebih mengenal bahwa
ada kopi lokal yang memang berpotensi memberikan kesejahteraan masyarakat luas," kata Sumijo.

Baca juga: Candi Morangan, Reruntuhan Masa Lalu di Selatan Merapi

Rute mudah dijangkau

Untuk sampai lokasi wisata edukasi kopi di lereng Gunung Merapi, bisa ditempuh menggunakan kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat.

Bila dari kota Yogya, jarak tempuh sekitar 30 menit dengan catatan jalanan lancar.

Biasanya, sebelum memulai perjalanan wisata ke kebun kopi, para wisatawan bakal dijamu di kedai kopi yang dikelola oleh Sumijo.

Beberapa camilan khas pedesaan juga disajikan, seperti kacang tanah, ketela goreng dan pisang goreng.

Sembari menunggu giliran ke kebun kopi, bila sedang cerah cuacanya, wisatawan bakal di manja dengan landscape Gunung Merapi yang indah.

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Mencicipi Kopi Merapi, Salah Satu Andalan Wisata Kuliner Masyarakat Lereng Gunung Merapi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X